Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Pemprov Sumsel

SAYANGI OKU

Pemkab OKU Adopsi Teknologi Kultur Jaringan guna Selamatkan Varietas Buah Endemik dari Kepunahan

×

Pemkab OKU Adopsi Teknologi Kultur Jaringan guna Selamatkan Varietas Buah Endemik dari Kepunahan

Sebarkan artikel ini
Pemkab OKU Adopsi Teknologi Kultur Jaringan guna Selamatkan Varietas Buah Endemik dari Kepunahan
Bupati OKU Teddy Meilwansyah adopsi teknologi kultur jaringan Yogyakarta demi selamatkan Durian Tembaga dan Duku asli OKU dari ancaman kelangkaan. Dok. Kominfo OKU

Langkah strategis pembangunan laboratorium mandiri dirancang untuk menjaga plasma nutfah sekaligus mentransformasi pekarangan warga menjadi sentra pangan produktif.

YOGYAKARTA, NUSALY – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu menempuh langkah progresif dalam menjaga kedaulatan pangan dan kelestarian komoditas hortikultura unggulan daerah. Melalui penjajakan adopsi teknologi bioteknologi modern, pemerintah daerah berkomitmen menghentikan tren penurunan populasi berbagai varietas buah endemik yang selama ini menjadi identitas wilayah.

Komitmen pemanfaatan teknologi pertanian tersebut mengemuka saat Bupati Ogan Komering Ulu Teddy Meilwansyah melakukan kunjungan kerja ke Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung standarisasi multiplikasi vegetatif tanaman yang mampu menghasilkan bibit unggul secara massal dan seragam.

Melalui penerapan metode kultur jaringan, satu bagian kecil jaringan tanaman induk yang berkualitas terbukti mampu memproduksi hingga 400 bibit baru dalam waktu yang jauh lebih efisien. Keunggulan teknis ini dinilai menjadi jawaban konkret atas lambatnya proses perbanyakan tanaman buah lokal jika hanya mengandalkan metode konvensional.

Penyelamatan Plasma

Bupati Ogan Komering Ulu Teddy Meilwansyah menegaskan bahwa target utama dari rencana jangka panjang ini adalah pembangunan Laboratorium Kultur Jaringan mandiri di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah akan menggandeng tenaga ahli dari Pemerintah Kota Yogyakarta guna memastikan transfer teknologi berjalan optimal.

Kehadiran fasilitas laboratorium bioteknologi tersebut nantinya akan difokuskan untuk menyelamatkan sekaligus mendistribusikan kembali varietas lokal yang mulai langka di pasaran. Beberapa komoditas buah lokal yang populasinya terus menyusut dan kini terancam hilang antara lain adalah varietas Durian Tembaga, Durian Semengok Sakti, serta beberapa jenis duku unggulan asli Ogan Komering Ulu.

Langkah penyelamatan plasma nutfah ini dinilai tidak hanya krusial dari sudut pandang ekologi dan pelestarian keanekaragaman hayati daerah. Lebih dari itu, multiplikasi bibit berkualitas tinggi secara massal diproyeksikan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi para petani lokal untuk menguasai pasar buah premium.

Sentra Pekarangan

Guna mempercepat dampak ekonomi di masyarakat, implementasi proyek ini akan diawali melalui skema percontohan di satu wilayah kecamatan sebelum diadopsi secara luas. Pemerintah daerah berencana membagikan bibit pohon pisang hasil kultur jaringan kepada setiap kepala keluarga untuk ditanam di area pekarangan rumah masing-masing.

Optimalisasi ruang terbuka hijau juga akan diperluas dengan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan pekarangan sekolah, kompleks perkantoran pemerintah, hingga area operasional milik Badan Usaha Milik Daerah. Konsep pertanian perkotaan ini didesain agar masyarakat tidak perlu menyediakan lahan skala besar untuk dapat berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan keluarga.

Selain mematangkan rencana laboratorium kultur jaringan, rombongan pemerintah daerah juga mempelajari teknik perlakuan khusus untuk percepatan masa berbuah kelapa kopyor dan alpukat unggulan di Kampus Tani Desanomi Yogyakarta. Sinergi berbagai inovasi pertanian ini diharapkan mampu mentransformasi Ogan Komering Ulu menjadi sentra komoditas buah-buahan berbasis kemandirian pangan masyarakat yang bernilai ekonomis tinggi. (radit)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang