Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Pemprov Sumsel

Kamtibmas

Memperingati Hari Bhayangkara, Polres OKU Selatan Membuka Ruang Komunikasi Kultural Lewat Olahraga Badminton

×

Memperingati Hari Bhayangkara, Polres OKU Selatan Membuka Ruang Komunikasi Kultural Lewat Olahraga Badminton

Sebarkan artikel ini
Memperingati Hari Bhayangkara, Polres OKU Selatan Membuka Ruang Komunikasi Kultural Lewat Olahraga Badminton
Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres OKU Selatan gelar turnamen badminton bersama warga sebagai pendekatan kultural untuk memperkuat keamanan daerah. Dok. Polres OKU Selatan

Turnamen yang mempertemukan aparat kepolisian dengan masyarakat sipil menjadi instrumen penurun ketegangan sosial sekaligus sarana mengenalkan program pelayanan publik.

MUARADUA, NUSALY – Pendekatan kultural di luar jalur formal hukum terus dioptimalkan oleh kepolisian daerah dalam merawat stabilitas keamanan di tingkat tapak.

Memanfaatkan momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu Selatan menggelar turnamen bulu tangkis terbuka bertajuk Polres OKU Selatan Cup di markas komando setempat, Selasa (16/6/2026).

Langkah ini ditempuh sebagai medium mencairkan sekat birokrasi dan memperkuat sinergi antara aparat hukum dengan basis massa akar rumput.

Olahraga dinilai menjadi ruang netral yang paling efektif untuk membangun komunikasi dua arah yang setara antara personel kepolisian dan warga sipil.

Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, membuka langsung kompetisi yang mengusung tema Polri Untuk Masyarakat tersebut.

Jalannya pembukaan turut dihadiri oleh Wakapolres Kompol Hendro Suwarno, jajaran pejabat utama, hingga perwakilan pengurus klub badminton lokal dari berbagai kecamatan.

Otoritas kepolisian setempat menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini melampaui urusan perebutan piala di atas lapangan. Jalinan kekompakan dan pemeliharaan semangat sportivitas yang tumbuh selama pertandingan diharapkan mampu dikonversi menjadi modal sosial dalam menjaga ketertiban lingkungan secara kolektif.

“Melalui turnamen ini, kami ingin mempererat tali silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan aktif berolahraga,” ujar I Made Redi Hartana saat memberikan sambutan di hadapan para atlet.

Kedekatan Sosial

Animo publik terhadap kompetisi ini tergolong tinggi dengan keterlibatan puluhan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang profesi di wilayah OKU Selatan.

Panitia menerapkan sistem gugur dalam kategori tunggal maupun ganda, sebuah skema pertandingan yang secara natural memicu ketegangan kompetisi namun tetap berada dalam koridor kebersamaan yang hangat. Keterlibatan aktif masyarakat umum dalam turnamen yang pertama kali digelar di lapangan polres ini menjadi indikator positif berjalannya fungsi kemitraan daerah.

Di luar arena pertandingan, Polres OKU Selatan memanfaatkan momentum berkumpulnya massa untuk mengintegrasikan layanan publik yang menyentuh kebutuhan dasar.

Di sekitar area lapangan, didirikan sejumlah stan informasi kesehatan gratis serta loket pelayanan administrasi kepolisian yang dapat diakses langsung oleh pengunjung dan peserta sepanjang hari.

Langkah jemput bola ini sengaja disisipkan untuk mengubah persepsi publik terhadap kantor polisi yang selama ini identik dengan kesan kaku dan menegangkan. Melalui model pelayanan terpadu yang santai, warga diajak untuk lebih mengenal berbagai program kepolisian yang berorientasi pada perlindungan dan pengayoman masyarakat.

Ruang Silaturahmi

Respons positif mengalir dari beberapa partisipan umum yang ikut bertanding di lapangan. Perwakilan komunitas badminton lokal menyampaikan aspirasi agar kegiatan olahraga yang melibatkan lintas unsur ini dapat dikonversi menjadi agenda rutin tahunan, bukan sekadar seremoni musiman.

Ruang-ruang informal seperti ini dianggap sangat efektif untuk menjembatani komunikasi langsung antara warga dengan pimpinan kepolisian wilayah tanpa hambatan protokoler.

Melalui kemeriahan yang terjaga hingga akhir hari pertama, Hari Bhayangkara di OKU Selatan tidak lagi diperingati sebatas upacara baris-berbaris yang berjarak dari masyarakat.

Pendekatan lewat raket dan kok ini membuktikan bahwa hubungan yang harmonis dan penuh rasa saling percaya antara penegak hukum dan warga dapat diwujudkan secara nyata.

Kematangan sinergi aktif ini diharapkan menjadi fondasi utama dalam melahirkan kawasan yang aman, sehat, dan sejahtera secara berkelanjutan. (andi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang