Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Pemprov Sumsel

MotoGP

Sepekan Setelah Operasi, Fernandez Bawa Trackhouse Raih Finis 1-2 di Assen

×

Sepekan Setelah Operasi, Fernandez Bawa Trackhouse Raih Finis 1-2 di Assen

Sebarkan artikel ini
Sepekan Setelah Operasi, Fernandez Bawa Trackhouse Raih Finis 1-2 di Assen
Raul Fernandez, 2026 Assen MotoGP. Dok. © Gold and Goose/crash.net

Raul Fernandez membuktikan kemenangan di Mugello bukan kebetulan dengan memimpin podium satu-dua pertama Trackhouse Racing dalam sejarah MotoGP bersama Ai Ogura.

ASSEN, NUSALYRaul Fernandez kembali membuktikan bahwa kemenangan balapan sprint di Mugello awal musim ini bukanlah sebuah kebetulan semata.

Hanya sepekan setelah menjalani operasi usus buntu, pebalap asal Spanyol itu tampil luar biasa untuk memimpin posisi finis satu-dua pertama bagi tim satelit Trackhouse Racing dalam sejarah MotoGP di Sirkuit Assen, Belanda, Sabtu (27/6/2026).

Fernandez finis terdepan dengan keunggulan tipis 0,362 detik dari rekan setimnya, Ai Ogura. Keberhasilan itu mempertegas kemajuan Trackhouse Racing yang musim ini mulai konsisten bersaing di barisan depan bersama tim-tim pabrikan.

Di Assen, justru Trackhouse menjadi wajah keberhasilan Aprilia setelah dua pebalap tim satelit itu menguasai posisi terdepan, sementara duet tim pabrikan gagal naik podium.

Podium ketiga diraih oleh pebalap Pertamina Enduro VR46, Fabio Di Giannantonio, yang menjadi penunggang Ducati terbaik setelah berjuang di tengah kepungan para penunggang motor Aprilia RS-GP sejak awal balapan.

Kematangan Duel Sesama Rekan Setim

Keberhasilan Fernandez mengunci kemenangan sepanjang 13 putaran ini tidak terlepas dari kombinasi ketangguhan fisik pasca-operasi dan kematangan taktis di lintasan.

Mengawali balapan di tengah regulasi baru MotoGP yang melarang perangkat pembantu start depan (front holeshot devices), Fernandez tetap menjaga posisi di grup depan saat situasi start sempat mengubah posisi pebalap di tikungan pertama.

Ketika pemegang posisi start terdepan Jorge Martin (Aprilia Racing) kehilangan posisi setelah motornya mengangkat roda depan saat start, Ogura langsung melesat memimpin diikuti oleh Martin dan Fernandez.

Fernandez mulai mendekati Martin pada lap kedua, ketika laju pebalap Aprilia Racing itu mulai kehilangan konsistensi.

Satu putaran kemudian, tepatnya di tikungan ke-16 menuju lap keempat, Fernandez mengambil alih posisi terdepan dari Martin. Sejak momen itu, kendali balapan praktis menjadi milik duo Trackhouse.

Meskipun Ogura memiliki kecepatan yang sangat kuat dan sempat mencetak waktu lap tercepat pada lap kelima dan ke-11, ia tidak pernah memaksakan manuver berisiko kepada Fernandez.

Situasi itu membuat kedua pebalap Trackhouse mampu menjaga ritme sekaligus mempertahankan keunggulan atas Di Giannantonio hingga mengamankan posisi finis satu-dua saat bendera finis dikibarkan.

Seusai balapan di parc ferme, Fernandez mengakui bahwa balapan sepanjang 13 putaran tersebut terasa sangat panjang bagi dirinya.

Ia menyatakan bahwa secara fisik kondisinya belum pulih sepenuhnya sepekan pasca-operasi, namun performa motor RS-GP yang bekerja dengan sangat baik di Assen membantunya untuk tetap fokus menjaga ritme balap hingga akhir.

Kematangan Duel Sesama Rekan Setim
Raul Fernandez and team-mate Ai Ogura, Trackhouse Aprilia, 2026 Dutch MotoGP. Dok. © Gold and Goose/crash.net

Persaingan Poin Klasemen

Di belakang mereka, dinamika balapan di Assen tetap memberikan pengaruh besar pada peta persaingan gelar juara dunia.

Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) memenangi duel ketat melawan rekan setimnya, Jorge Martin, untuk mengamankan posisi keempat sekaligus memperlebar keunggulan di puncak klasemen menjadi sembilan poin.

Sementara itu, nasib kurang beruntung dialami oleh juara bertahan Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo).

Bagnaia yang semula menyentuh garis finis di urutan keenam harus turun ke posisi ketujuh setelah mendapat penalti penurunan satu posisi dari pengawas balapan akibat terbukti melanggar batas lintasan (track limits) di tikungan terakhir pada lap penutup.

Penalti ini secara otomatis mempromosikan rekan setimnya, Marc Marquez, ke posisi keenam.

Dua kemenangan sprint musim ini mengubah cara pandang terhadap Fernandez. Setelah Mugello dan Assen, pebalap Spanyol itu tidak lagi hadir sebagai kuda hitam, melainkan salah satu penantang yang konsisten di barisan depan. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang