Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Pemprov Sumsel

Sumsel Maju Terus untuk Semua

Mengembalikan Benteng Kuto Besak sebagai Ruang Publik Sejarah Palembang

×

Mengembalikan Benteng Kuto Besak sebagai Ruang Publik Sejarah Palembang

Sebarkan artikel ini
Mengembalikan Benteng Kuto Besak sebagai Ruang Publik Sejarah Palembang
Dinding bersejarah Benteng Kuto Besak Palembang yang mulai ditata dan direvitalisasi menjadi ruang publik wisata sejarah. Dok. Istimewa/nusaly.com

Transformasi benteng peninggalan abad ke-18 yang selama puluhan tahun dikenal sebagai kawasan terbatas ini menjadi babak baru diversifikasi pariwisata Sumatera Selatan.

PALEMBANG, NUSALYBenteng Kuto Besak yang selama puluhan tahun lebih dikenal sebagai kawasan terbatas kini mulai diarahkan menjadi ruang publik sekaligus destinasi wisata sejarah. Langkah revitalisasi dan penataan kawasan yang diinisiasi oleh Komando Daerah Militer (Kodam) II/Sriwijaya ini menandai fase baru keterbukaan situs cagar budaya tersebut bagi masyarakat luas.

Selama ini, Kota Palembang sangat identik dengan lanskap wisata perairan Sungai Musi. Keberadaan Benteng Kuto Besak yang berdiri kokoh di tepi sungai sebenarnya menjadi ikon utama wajah kota, namun posisinya sebagai markas militer membuat akses publik untuk menyelami nilai historis di dalam dinding benteng menjadi terbatas.

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, mengapresiasi kebijakan pembukaan dan penataan kawasan benteng yang mulai dibangun pada tahun 1780 ini. Berbeda dengan banyak benteng kolonial di Indonesia yang didirikan oleh penjajah, Benteng Kuto Besak dibangun oleh Kesultanan Palembang Darussalam untuk mempertahankan wilayahnya. Nilai sejarah kemandirian inilah yang dinilai perlu dikenalkan kembali kepada masyarakat.

“Benteng ini dibangun oleh putra daerah untuk mempertahankan masyarakat Sumsel pada masa itu. Ini adalah warisan sejarah yang sangat berharga. Dibukanya kawasan Benteng Kuto Besak untuk masyarakat merupakan sebuah warisan (legacy) yang memberikan kesempatan kepada publik untuk lebih memahami sejarah daerahnya,” ujar Herman Deru saat menghadiri kegiatan topping off revitalisasi BKB di Palembang, akhir pekan kemarin.

Dari Landmark Menjadi Ruang Publik

Pariwisata kota yang berkelanjutan membutuhkan variasi destinasi agar mampu memperpanjang durasi tinggal wisatawan. Penataan BKB diharapkan memperluas pilihan destinasi sehingga pariwisata Palembang tidak lagi bertumpu pada wisata Sungai Musi semata.

Gubernur mendorong agar Pemerintah Kota Palembang bersama para budayawan segera merespons langkah ini dengan ikut melengkapi berbagai fasilitas pendukung yang dibutuhkan.

“Palembang harus menjadi kota destinasi wisata, bukan hanya dikenal karena wisata sungainya, tetapi juga wisata sejarah dan perjuangannya. Saya meminta Pemerintah Kota Palembang turut mendukung pengembangan destinasi wisata baru ini,” kata Herman Deru.

Gerbang Baru Wisata Budaya

Sebagai pengelola kawasan, Kodam II/Sriwijaya melakukan penataan yang mencakup pembersihan area, penataan ruang perkantoran militer agar selaras dengan fungsi cagar budaya, hingga perbaikan fasilitas umum tanpa menghilangkan otentisitas fisik benteng.

Sebagai simbol peralihan fungsi ruang ini, penataan diawali dengan pembangunan pusat informasi wisata atau Tourism Information Center. Fasilitas ini diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat informasi sejarah, tetapi juga menjadi gerbang utama yang mengintegrasikan layanan teknologi informasi pariwisata Kota Palembang.

Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara fungsi pertahanan dan pemanfaatan publik.

“Kami berharap Benteng Kuto Besak menjadi simbol keterpaduan antara warisan budaya masa lalu, teknologi layanan, serta kawasan perkantoran yang asri dan terintegrasi tanpa menghilangkan nilai-nilai sejarahnya,” ujar Ujang Darwis.

Dengan revitalisasi tersebut, Benteng Kuto Besak diharapkan tidak lagi hanya menjadi ikon yang dipandang dari luar, tetapi menjadi ruang belajar sejarah sekaligus pintu masuk baru pengembangan wisata budaya di Kota Palembang. ***

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang