Tradisi Pedang Pora di halaman Mapolres OKU menandai berakhirnya puluhan tahun masa dinas empat personel kepolisian yang memasuki masa pensiun.
BATURAJA, NUSALY – Empat pasang langkah berjalan perlahan melewati lengkungan perwira pemegang pedang yang terhunus di halaman Markas Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (1/7/2026) siang.
Di sisi mereka, istri masing-masing berjalan menggandeng tangan, menyusuri prosesi yang menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian sebagai anggota Polri. Tepuk tangan dan tatapan takzim dari rekan-rekan sesama anggota kepolisian mengiringi akhir perjalanan dinas yang telah mereka jalani selama puluhan tahun di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Seusai upacara Hari Bhayangkara, halaman mapolres yang sebelumnya dipenuhi barisan pasukan berubah menjadi ruang penghormatan bagi empat anggota yang menuntaskan masa dinasnya. Suasana khidmat yang menyelimuti halaman mapolres seketika berubah menjadi penuh haru saat para wisudawan berjalan perlahan didampingi istri masing-masing.
Empat personel Polres OKU yang diwisuda purnabakti hari itu adalah Kompol (Purn) Rusamsi, AKP (Purn) Gaguk Suhaimi, AKP (Purn) Ibnu Holdon, dan Ipda (Purn) Syarifudin. Mereka berjalan di bawah gerbang Pedang Pora, sebuah tradisi pelepasan yang lazim diberikan kepada anggota Polri yang memasuki masa purnabakti.
Merawat silaturahmi keluarga besar
Prosesi pelepasan ini dipimpin langsung oleh Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo yang didampingi oleh Ketua Bhayangkari Cabang OKU Ny. Ivonne. Di sepanjang jalur pelepasan, jajaran Pejabat Utama (PJU) dan personel Polres OKU berdiri memberi penghormatan kepada para purnawirawan.
Satu per satu purnawirawan maju menerima plakat penghargaan dan bingkisan dari Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo. Seusai penyerahan, mereka bergantian berjabat tangan sebelum kembali ke sisi keluarga masing-masing.
Plakat penghargaan dan bingkisan itu menjadi penutup resmi perjalanan dinas mereka di Polres OKU, sekaligus penanda bahwa hubungan sebagai bagian dari keluarga besar Polri tetap terjaga.
Seusai prosesi formal di lapangan, suasana kebersamaan berlanjut dalam acara ramah tamah dan foto bersama di lingkungan mapolres yang turut dihadiri oleh perwakilan unsur Forkopimda dan TNI.

Kembali ke tengah masyarakat
Bagi empat purnawirawan itu, wisuda purnabakti bukan sekadar penanda berakhirnya masa dinas. Setelah puluhan tahun mengenakan seragam kepolisian, mereka kini kembali menjalani kehidupan sebagai warga sipil, lebih dekat dengan keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya.
Meskipun sudah tidak lagi bertugas secara aktif di lingkungan struktural kepolisian, peran mereka di tengah masyarakat sipil dinilai tetap krusial sebagai agen penggerak ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Kita berharap, meskipun sudah purna tugas, para purnawirawan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Polri dan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo saat memberikan support dan motivasi kepada para wisudawan.
Tradisi Pedang Pora berakhir di gerbang Mapolres OKU. Tepuk tangan perlahan mereda. Empat purnawirawan itu kemudian melangkah meninggalkan halaman markas bersama istri dan keluarga yang sejak awal mendampingi prosesi. Masa dinas mereka selesai, tetapi jejak pengabdian yang telah dijalani selama puluhan tahun tetap menjadi bagian dari sejarah institusi. (radit)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang










