Jembatan permanen penghubung Desa Tanjung Mas dan Desa Muara Kumbang ambruk total pada Senin pagi. Kapolres Ogan Ilir turun ke lapangan memastikan jalinan bambu darurat bisa menyambung kembali urat nadi warga di dua kecamatan tersebut.
OGAN ILIR, NUSALY – Langkah kaki warga di perbatasan Kecamatan Rantau Alai dan Kecamatan Kandis kini harus lebih berhati-hati. Sejak Senin (23/3/2026) pukul 08.00 WIB, jembatan yang menjadi tumpuan utama mereka ambruk ke dasar sungai. Kondisi pondasi yang sudah rapuh termakan usia dan gerusan longsor membuat struktur bangunan itu tak lagi sanggup menahan beban.
Menanggapi putusnya akses vital ini, Kapolres Ogan Ilir Ajun Komisaris Besar Bagus Suryo Wibowo langsung turun ke lokasi pada Selasa (24/3/2026) sore. Datang sekitar pukul 14.30 WIB, Bagus memantau langsung kondisi jembatan darurat yang dirakit warga dari batang-batang bambu.
Bagus tidak ingin mobilitas warga lumpuh terlalu lama, namun keselamatan tetap jadi pertimbangan paling berat. Di sela peninjauannya, ia menegaskan bahwa jembatan bambu itu punya batas kemampuan yang sangat terbatas.
”Hanya pejalan kaki dan motor yang boleh lewat. Itu pun harus bergantian, jangan barengan. Kita tidak ingin ada insiden susulan,” tegas Bagus di hadapan warga dan perangkat desa yang berkumpul di lokasi.
Pantauan Malam Hari
Risiko kecelakaan di titik ambruknya jembatan ini meningkat drastis saat matahari terbenam. Minimnya penerangan dan kontur tanah yang masih labil membuat Polres Ogan Ilir mengeluarkan aturan tegas: akses jembatan darurat ditutup total setelah pukul 23.00 WIB.
Bhabinkamtibmas dan aparat desa setempat diminta bersiaga penuh. Mereka mengemban tugas untuk mengingatkan pengguna jalan agar tidak nekat melintas di tengah kegelapan malam.
”Keselamatan masyarakat itu harga mati. Saya instruksikan aparatur desa untuk ikut memantau, terutama kalau malam hari. Jangan sampai ada warga yang celaka karena memaksakan lewat,” tambahnya.
Menunggu Proses Tender
Putusnya jembatan penghubung Desa Tanjung Mas dan Desa Muara Kumbang ini jelas memukul aktivitas harian warga. Pasalnya, jalur ini adalah akses terpendek untuk distribusi hasil bumi dan jalur berangkat sekolah anak-anak di kedua kecamatan.
Mengenai solusi jangka panjang, Bagus menyebut koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir sudah berjalan kencang. Dinas Pekerjaan Umum melaporkan bahwa proyek pembangunan kembali jembatan permanen tersebut kini sudah masuk dalam meja tender.
Pihak kepolisian berkomitmen mengawal proses ini agar urusan administratif tidak menghambat kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan. Bagus ingin jembatan permanen yang baru bisa segera dikerjakan sebelum musim hujan membuat arus sungai semakin ganas.
Pengecekan lapangan ini berakhir sekitar pukul 15.10 WIB. Hingga sore ini, personel Polsek Rantau Alai masih disiagakan di lokasi guna mengatur arus lalu lintas kendaraan roda dua yang mulai mengular di kedua ujung jembatan bambu tersebut. (dhi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





