Keberhasilan pebalap Indonesia mengamankan posisi sembilan besar di sesi Practice Moto3 Mugello memastikan tiket langsung ke kualifikasi utama setelah sempat terlempar dari zona aman.
MUGELLO, NUSALY – Sesi latihan atau Practice Moto3 di Sirkuit Mugello, Italia, tahun 2026 menyajikan drama mendebarkan hingga detik-detik terakhir. Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, membuat kejutan besar dengan mengamankan satu tiket langsung menuju babak kualifikasi kedua (Q2) setelah sempat terlempar jauh dari zona aman di sepanjang sesi.
Keberhasilan ini menjadi modal penting bagi pebalap tanah air tersebut untuk mengamankan posisi start yang menguntungkan pada balapan utama. Pertarungan di lintasan menunjukkan betapa krusialnya ketenangan dan momentum di kelas ringan yang terkenal sangat kompetitif ini.
Berbeda dengan sesi latihan bebas pertama (FP1) yang diwarnai oleh ketidakpastian cuaca, aspal Sirkuit Mugello berada dalam kondisi kering sempurna saat sesi Practice berdurasi 35 menit dimulai.
Sesi ini menjadi sangat krusial karena menentukan 14 pebalap pertama yang berhak langsung melaju ke babak Q2 esok Sabtu tanpa harus melewati fase penyisihan pertama terlebih dahulu.
Persaingan ketat langsung tersaji sejak menit-menit awal berjalan. Hingga memasuki menit ke-20, Veda masih kesulitan untuk menembus batas 14 besar tersebut.
Sementara itu, Joe Kelso sempat memimpin daftar pencatat waktu tercepat setelah membukukan waktu 1 menit 56,393 detik. Kondisi ini memaksa para pebalap di luar zona aman untuk memutar otak demi memangkas catatan waktu di sisa sesi yang semakin menipis.
Strategi mencuri angin
Memasuki fase akhir sesi, lintasan Mugello berubah menjadi medan adu taktik yang rumit. Para pebalap kelas ringan ini terlihat sangat memperhitungkan strategi mencuri angin atau slipstreaming untuk mendongkrak kecepatan motor mereka.
Fenomena saling tunggu bahkan terjadi di area pitlane, di mana para pebalap menanti momen yang paling tepat agar bisa mendapatkan efek hambatan angin yang minim dari pebalap di depannya saat melaju di trek lurus Mugello yang terkenal panjang.
Strategi kolektif ini langsung mengubah konformasi papan waktu secara dinamis. Pada menit ke-31, Adrian Fernandez sempat mengambil alih posisi puncak dengan catatan waktu 1 menit 55,963 detik.
Intensitas semakin meninggi di menit ke-35 ketika Morelli merangsek ke urutan pertama dengan catatan 1 menit 55,848 detik. Di saat yang sama, posisi Veda justru semakin kritis dan terpuruk di urutan ke-22, membuat peluangnya lolos langsung ke Q2 tampak nyaris tertutup.
Lompatan dramatis
Namun, drama sesungguhnya baru terjadi tepat sebelum bendera finis dikibarkan di lintasan. Ketika Scott Ogden akhirnya menyudahi perlawanan kompetitor dan mengunci posisi sebagai pebalap tercepat di sesi ini, Veda justru melancarkan aksi time attack yang sangat agresif.
Melalui sisa putaran terakhir yang memanfaatkan ruang secara presisi, pebalap asal Indonesia ini berhasil mempertajam catatan waktunya secara signifikan. Lompatan besar dari posisi ke-22 mendaratkannya langsung di peringkat ke-9 pada akhir sesi. Hasil ini memastikan langkah Veda melenggang langsung ke Q2 untuk memperebutkan posisi start terdepan. (dhi)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang





