Scroll untuk baca artikel
Banner Idul Adha Pemprov Sumsel

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

MotoGP

Aprilia Runtuhkan Keangkuhan Ducati di Mugello lewat Rekor Lap Fantastis Marco Bezzecchi

×

Aprilia Runtuhkan Keangkuhan Ducati di Mugello lewat Rekor Lap Fantastis Marco Bezzecchi

Sebarkan artikel ini
Aprilia Runtuhkan Keangkuhan Ducati di Mugello lewat Rekor Lap Fantastis Marco Bezzecchi
Marco Bezzecchi, 2026 Italian MotoGP. Dok © Gold and Goose/crash.net

Dominasi mutlak pabrikan Noale meruntuhkan dominasi panjang Ducati di kandangnya sendiri setelah tiga pembalap bermesin Aprilia menyapu bersih baris terdepan sesi kualifikasi.

MUGELLO, NUSALY – Sesi kualifikasi Grand Prix Italia 2026 di Sirkuit Mugello melahirkan drama yang menjungkirbalikkan prediksi di atas kertas. Lintasan yang selama ini dikenal sebagai wilayah kekuasaan mutlak Ducati justru berbalik menjadi panggung pembuktian bagi rival senegaranya, Aprilia.

Tiga motor RS-GP26 sukses mengunci posisi start satu, dua, dan tiga sekaligus memaksa barisan penunggang Desmosedici gigit jari di depan publiknya sendiri.

Pimpinan klasemen sementara MotoGP, Marco Bezzecchi, menjadi aktor utama di balik hancurnya dominasi Ducati. Pembalap Aprilia Racing tersebut tampil kesetanan pada putaran kedua kualifikasi kedua (Q2) dengan mencatatkan waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang sejarah balapan di sirkuit legendaris ini.

Keberhasilan kolektif ini dipertegas oleh penampilan mengejutkan Raul Fernandez dari tim satelit Trackhouse Aprilia yang merebut tempat kedua serta Jorge Martin yang mengamankan posisi ketiga. Hasil ini melempar sinyal perang terbuka dari Noale kepada Borgo Panigale dalam perebutan takhta juara dunia.

Tembok rekor satu menit 43 detik

Awal sesi Q2 sebenarnya dibuka dengan gebrakan dari Francesco “Pecco” Bagnaia yang langsung merangsek ke lintasan. Kecepatan sang juara bertahan mual-mula langsung dipatahkan oleh hampir seluruh pembalap yang menyusul di belakangnya, termasuk rekan satu timnya sendiri.

Jorge Martin bahkan sempat memegang status pole sementara pada paruh pertama sesi setelah mencatatkan rekor kecepatan tertinggi baru di lintasan lurus dengan menyentuh angka gila 368,6 kilometer per jam.

Kondisi berubah drastis saat ban baru dipasang untuk aspal run kedua. Marco Bezzecchi melepaskan putaran yang sempurna tanpa cela di setiap sektor. Pembalap Italia ini menembus batas waktu psikologis Mugello dengan mencetak catatan waktu 1 menit 43,921 detik.

Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah sebuah sepeda motor MotoGP mampu mencatatkan waktu di bawah 1 menit 44 detik di sirkuit ini. Lap pemecah rekor tersebut membuat Bezzecchi unggul nyaman dengan selisih 0,224 detik dari Raul Fernandez yang tampil impresif sejak merangkak dari babak kualifikasi pertama (Q1).

Strategi curi angin baris kedua

Kubu Ducati Lenovo terpaksa harus puas memulai balapan dari baris kedua setelah gagal membendung akselerasi motor-motor Aprilia di tikungan cepat Mugello.

Marc Marquez menyelamatkan muka tim pabrikan utama lewat lompatan posisi yang dramatis pada menit-menit terakhir sesi. Pembalap Spanyol yang sedang dalam masa pemulihan pasca-operasi bahu ini merangkak dari posisi sembilan menuju peringkat keempat.

Keberhasilan Marquez memetakan waktu terbaik tidak terlepas dari taktik cerdik memanfaatkan aliran angin atau towing di belakang pembalap muda KTM, Pedro Acosta.

Di sisi lain, nasib kurang beruntung dialami oleh Pecco Bagnaia. Sempat menunjukkan tanda-tanda bakal merebut pole di paruh lap awal, Bagnaia justru melakukan kesalahan fatal di sektor tikungan Scarperia yang merusak ritme balapnya.

Sang pembalap tuan rumah akhirnya harus puas terdampar di posisi keenam, tepat di belakang talenta muda Gresini Ducati, Fermin Aldeguer, yang mengamankan start dari urutan kelima.

Masalah manajemen konsumsi ban yang sempat dikeluhkan Bagnaia sejak sesi latihan hari Jumat tampaknya masih membayangi performa motornya.

Kejutan q1 dan rasa sakit di grid belakang

Kegagalan paling mencolok dalam perebutan posisi langsung ke Q2 kemarin menimpa bintang muda KTM, Pedro Acosta, yang tercecer di peringkat ke-13 pada hari Jumat. Kondisi ini memaksanya harus memeras keringat lebih awal di sesi Q1. Acosta sempat saling sikut dengan Raul Fernandez dan pembalap Jepang, Ai Ogura, untuk memperebutkan dua tiket tersisa.

Fernandez tampil perkasa menggunakan ban lunak bekas di bagian belakang pada percobaan keduanya dan keluar sebagai yang tercepat di Q1, disusul Acosta. Ogura yang sempat tampil menjanjikan harus gigit jari setelah kehilangan momentum kecepatan di sektor penutup, membuatnya gagal melaju ke Q2 dengan selisih tipis 0,087 detik.

Hasil kurang beruntung juga harus diterima oleh Fabio Di Giannantonio. Berstatus sebagai pembalap tercepat pada sesi latihan hari Jumat dan pemenang balapan seri Catalunya dua pekan lalu, andalan Pertamina VR46 Ducati ini hanya mampu mengamankan posisi start ketujuh.

Cedera tangan yang ia sebut sangat mengganggu sejak balapan di Barcelona tampaknya menjadi tembok penghalang terbesar untuk tampil maksimal di kualifikasi. Di Giannantonio kini harus memulai balapan di baris ketiga, terjepit di antara pembalap LCR Honda Diogo Moreira dan rekan setimnya, Franco Morbidelli. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang