Pendidikan Anak Usia Dini bukan sekadar urusan bangku sekolah, melainkan fase krusial dalam menentukan kualitas peradaban dua dekade mendatang. Bunda PAUD OKU Selatan, Ny. Yohana Yuda Yanti Abusama, turun langsung ke Kecamatan Pulau Beringin untuk memastikan bahwa layanan pendidikan anak di wilayah tersebut tidak hanya mengejar angka partisipasi, tetapi benar-benar berbasis kualitas yang holistik.
PULAU BERINGIN, NUSALY – Di balik keasrian lanskap Pulau Beringin, sebuah misi besar tentang masa depan sumber daya manusia sedang dikonsolidasikan.
Senin (11/5/2026), Aula Kantor Camat Pulau Beringin menjadi saksi pertemuan strategis para penggerak pendidikan.
Di sana, Ny. Yohana Yuda Yanti Abusama selaku Bunda PAUD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menegaskan bahwa apa yang ditanam pada anak usia dini hari ini adalah penentu wajah daerah 20 hingga 30 tahun ke depan.
Bagi Yohana, pendidikan anak usia dini harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar pelengkap administratif.
Ia menekankan bahwa Pokja Bunda PAUD di tingkat kecamatan adalah garda terdepan yang harus memiliki kelincahan dalam mengeksekusi program di lapangan. Fokusnya jelas: menciptakan ekosistem PAUD yang memanusiakan anak.
Salah satu poin tajam yang ditekankan adalah perubahan paradigma transisi PAUD ke Sekolah Dasar (SD). Yohana mendorong metode pembelajaran yang menyenangkan tanpa membebani anak dengan syarat kaku seperti kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung).
Baginya, yang lebih utama adalah pembentukan karakter, kemandirian, dan rasa ingin tahu yang tinggi.
Pendekatan Holistik Integratif sebagai Kunci
Narasi PAUD masa depan yang diusung OKU Selatan kini bergeser ke arah layanan Holistik Integratif (HI). Artinya, satuan PAUD tidak boleh berdiri sendiri; mereka harus berkolaborasi dengan puskesmas dan posyandu.
Pendidikan anak kini berkelindan erat dengan urusan kesehatan, pemenuhan gizi, hingga perlindungan anak sebagai upaya konkret menekan angka stunting.
Upaya ini bukan sekadar wacana lokal. Langkah strategis telah dilakukan dengan melakukan audiensi ke Direktorat PAUD Kemendikdasmen PNFI di Jakarta.
Sinergi ini memastikan bahwa arah kebijakan di Pulau Beringin berjalan selaras dengan standar nasional, namun tetap berpijak pada kearifan lokal OKU Selatan.
Mengejar Target Partisipasi Melalui Sinergi Kolektif
Saat ini, angka partisipasi PAUD di OKU Selatan berada di angka 65 persen. Meski menunjukkan tren positif, Yohana memasang target ambisius untuk menyentuh angka 78 persen sesuai standar nasional.
Pencapaian ini mustahil terwujud jika hanya mengandalkan instansi pendidikan semata. Diperlukan gerak serempak dari para Kepala Desa, pengelola satuan PAUD, hingga tenaga pendidik untuk mengajak masyarakat menyadari pentingnya rumah kedua yang aman bagi anak.
Pemerintah Kabupaten pun terus memperkuat dukungan melalui penyediaan sarana prasarana, termasuk distribusi buku cerita gratis. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca dan memperkuat pendidikan karakter sejak dini melalui narasi yang menyenangkan bagi anak-anak.
Pertemuan di Pulau Beringin ini mengirimkan pesan kuat bahwa masa depan OKU Selatan sedang dirajut dari ruang-ruang kelas PAUD.
Dengan komitmen yang kuat dari Bunda PAUD dan sinergi lintas sektor, cita-cita mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas, ramah anak, dan integratif bukan lagi sekadar impian, melainkan peta jalan nyata menuju kemajuan daerah. (andi)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang





