Scroll untuk baca artikel
MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --

Banner Pemprov Sumsel Idul Fitri 1447 H

Banner Lebaran Pemkab MUBA

Banner Idul Ftri DPRD OKI

Banner Idul Fitri Perumda Tirta Ogan

Banner Ramadan Pemkab OKU Selatan
Muba Maju Lebih Cepat

Bupati Toha Ingatkan ASN Muba Jauhi Pungli dan Kerja Ikhlas

×

Bupati Toha Ingatkan ASN Muba Jauhi Pungli dan Kerja Ikhlas

Sebarkan artikel ini
Bupati Toha Ingatkan ASN Muba Jauhi Pungli dan Kerja Ikhlas
Bupati Muba Toha ingatkan ASN jauhi pungli dan kerja ikhlas. Pemkab sedang upayakan pencairan TPP pertengahan tahun 2026. Dok. Diskominfo Muba

Momentum Halalbihalal 1447 Hijriah di halaman Kantor Bupati Muba menjadi panggung penegasan etos kerja. Di hadapan ribuan abdi negara, Bupati Muba meminta praktik pungutan liar tidak lagi terjadi sembari membawa kabar baik mengenai upaya pemerintah daerah dalam mempercepat pencairan TPP bagi seluruh pegawai.

SEKAYU, NUSALY – Halaman Kantor Bupati Musi Banyuasin (Muba) mendadak hening saat Bupati Toha berdiri di hadapan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN), Selasa (31/3/2026). Di tengah suasana hangat Idulfitri, ia tidak hanya datang untuk bersalam-salaman. Ada pesan kuat yang ingin ia tanamkan ke dalam sanubari setiap pelayan publik di Bumi Serasan Sekate. Praktik pungutan liar (pungli) harus benar-benar lenyap dari setiap meja birokrasi.

Didampingi Wakil Bupati Kiyai Abdul Rohman Husen, Toha menekankan bahwa kemenangan Ramadhan harus mewujud dalam perilaku kerja yang bersih. Keikhlasan melayani masyarakat bukan sekadar bumbu pidato, melainkan pondasi utama dalam membangun kepercayaan publik. Ia ingin setiap ASN di Muba menyadari bahwa posisi mereka adalah pelayan rakyat, bukan pihak yang memanfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi di luar ketentuan hukum.

Etos Kerja Tanpa Pungutan Liar

Bupati Toha menuntut dedikasi tinggi yang dilandasi kejujuran. Loyalitas terhadap pimpinan harus dibuktikan melalui kinerja yang sungguh-sungguh dan profesional. Baginya, integritas seorang abdi negara diuji saat mereka berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Tidak boleh ada lagi hambatan buatan yang ujung-ujungnya bermuara pada permintaan imbalan tidak sah alias pungli.

“Jangan ada lagi pungli. Bekerjalah dengan ikhlas untuk masyarakat. Tunjukkan loyalitas kepada pimpinan dengan kinerja yang sungguh-sungguh,” tegas Toha. Suaranya lantang namun tenang. Ia meyakini bahwa jika setiap pekerjaan dilakukan dengan maksimal, hasil yang diterima—baik secara materi maupun batin—akan terasa jauh lebih berkah dan mendatangkan rasa syukur yang mendalam bagi setiap individu pegawai.

Peringatan ini menjadi navigasi bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Muba. Toha ingin memastikan birokrasi yang ia pimpin bergerak searah dengan prinsip transparansi. Warga yang mengurus administrasi atau memerlukan layanan pemerintah harus mendapatkan haknya secara penuh tanpa dibebani biaya-biaya gelap yang selama ini merusak citra pemerintah daerah.

Sinergi Kolaboratif Bukan Sekadar Sidak

Selama setahun lebih memimpin Muba, Toha menyadari bahwa komunikasi yang cair adalah kunci keberhasilan program daerah. Ia meluruskan persepsi terkait kunjungannya ke berbagai instansi yang sering dianggap sebagai inspeksi mendadak (sidak) yang menakutkan. Baginya, paradigma sidak yang hanya mencari kesalahan bawahan harus ditinggalkan dan diganti dengan pola kerja yang lebih kolaboratif.

“Kunjungan ke OPD bukan semata-mata sidak. Sidak tidak menyelesaikan masalah. Yang kita butuhkan adalah sinergi dan kerja sama untuk mencari solusi bersama,” ujarnya. Toha memandang setiap unit kerja sebagai bagian penting dari satu tubuh besar pemerintah daerah. Ia ingin hadir untuk mendengar kendala teknis di lapangan, menyerap aspirasi staf, dan bersama-sama merumuskan jalan keluar atas kebuntuan pembangunan di berbagai sektor.

Penguatan kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat penanganan persoalan infrastruktur yang menjadi keluhan utama masyarakat. Toha meminta jajarannya tidak lagi bekerja sendiri-sendiri. Persoalan jalan rusak yang mendesak membutuhkan respons cepat dan kerja sama lintas sektor agar mobilitas ekonomi warga di pedesaan bisa segera pulih dan mendorong pertumbuhan daerah secara keseluruhan.

Angin Segar Pencairan TPP

Di tengah penekanan soal kedisiplinan dan integritas, Bupati Toha memberikan jawaban atas kegelisahan para pegawai terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Ia memahami bahwa kesejahteraan adalah elemen krusial dalam menjaga profesionalisme ASN. Kabar baik pun disampaikan. Pemerintah Kabupaten Muba sedang berupaya keras mengawal proses administrasi agar hak para abdi negara tersebut bisa segera cair dalam waktu dekat.

“Kita sedang berupaya. Insyaallah, jika tidak ada kendala, pertengahan tahun ini TPP bisa cair,” tandas Toha. Pernyataan ini menjadi “oase” bagi para peserta Halalbihalal. Toha ingin memastikan bahwa perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan pegawai berjalan beriringan dengan tuntutan kualitas pelayanan publik yang semakin tinggi. Komitmen pemerintah dalam mengupayakan TPP ini diharapkan menjadi pelecut semangat baru bagi seluruh ASN.

Momen di Sekayu hari itu pun ditutup dengan optimisme baru. Idulfitri telah membawa semangat pembaruan bagi birokrasi Muba. Dengan instruksi tegas untuk menjauhi pungli dan komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan pegawai, Kabupaten Musi Banyuasin siap melangkah lebih maju. Bupati Toha telah meletakkan standar moral yang tinggi: kerja bersih, kerja ikhlas, dan kerja nyata untuk kemakmuran seluruh masyarakat Bumi Serasan Sekate. (*/dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.