Scroll untuk baca artikel
Banner Sumsel Maju untuk Semua

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Sumsel Maju Terus untuk Semua

Cik Ujang Membangun Kebersamaan Lewat Gerak Sehat dan Komitmen Pembangunan di Jantung Kota Lubuklinggau

×

Cik Ujang Membangun Kebersamaan Lewat Gerak Sehat dan Komitmen Pembangunan di Jantung Kota Lubuklinggau

Sebarkan artikel ini
Cik Ujang Membangun Kebersamaan Lewat Gerak Sehat dan Komitmen Pembangunan di Jantung Kota Lubuklinggau
Wagub Sumsel Cik Ujang pererat kedekatan dengan warga Lubuklinggau lewat senam bersama di Taman Megang. Dok. BHP Pemprov Sumsel

Taman Olahraga Megang menjadi saksi bagaimana sekat antara pemimpin dan rakyat melebur dalam balutan keringat sehat. Kehadiran Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, bukan sekadar urusan protokol senam pagi, melainkan sebuah pernyataan tentang kehadiran pemerintah di tengah denyut nadi kesehatan dan aspirasi infrastruktur masyarakat.

LUBUKLINGGAU, NUSALY – Pagi itu, Jumat (8/5/2026), udara di Taman Olahraga Megang terasa berbeda. Ratusan masyarakat Lubuklinggau telah berkumpul, menciptakan gelombang antusiasme yang jarang terlihat.

Di tengah kerumunan tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, tampak berbaur tanpa jarak.

Ia tidak berdiri di podium yang kaku, melainkan ikut mengayunkan langkah dan mengikuti ritme senam bersama warga, sebuah pemandangan yang memberikan kesan mendalam tentang sosok pemimpin yang “membumi”.

Didampingi Wali Kota Lubuklinggau, Rachmat Hidayat, serta jajaran Forkopimda, Cik Ujang seolah ingin menegaskan bahwa kesehatan adalah modal utama dalam menggerakkan roda pembangunan daerah.

Di bawah inisiasi Bembi Kopi Hitam Lubuklinggau, kegiatan ini bertransformasi menjadi ruang dialog informal yang hangat.

Langkah ini menjadi penanda bahwa membangun masyarakat yang tangguh harus dimulai dari kedekatan emosional dan fisik yang nyata.

Cik Ujang memahami bahwa mengajak masyarakat hidup sehat tidak cukup hanya dengan instruksi di atas kertas.

“Kalau badan kita terus bergerak dan berolahraga, mudah-mudahan penyakit dalam tubuh kita akan hilang,” selorohnya dengan nada yang akrab namun penuh pesan mendalam.

Antara Keringat Sehat dan Pembangunan Fisik

Namun, kehadiran mantan Bupati Lahat ini di Lubuklinggau tidak hanya soal kebugaran fisik. Di balik senyum dan sapaan hangatnya kepada peserta senam, ada agenda pembangunan yang sedang ia kawal secara serius.

Sebelum menyentuh aspal Taman Megang, Cik Ujang sempat meninjau jembatan yang roboh serta meresmikan infrastruktur serupa di titik lain.

Ini adalah bentuk komitmen yang ingin ia sampaikan kepada mitra strategis dan publik; bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel bekerja dengan mata yang melihat langsung ke lapangan dan telinga yang mendengar getaran aspirasi.

Infrastruktur dan kesehatan warga adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

“Tadi kita baru meninjau jembatan yang roboh, sebelumnya juga meresmikan jembatan. Itu bukti bahwa pemerintah terus bekerja untuk kepentingan masyarakat banyak,” tegas Cik Ujang.

Pesan ini menegaskan bahwa agenda olahraga yang digelar merupakan jembatan komunikasi efektif untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengawal agenda pembangunan.

Merawat Kebersamaan Melalui Apresiasi

Suasana semakin meriah saat Wagub dan Wali Kota turun tangan langsung membagikan hadiah kepada para peserta yang beruntung. Di sini, nilai kebersamaan benar-benar terasa nyata.

Hadiah-hadiah tersebut bukan sekadar simbol materi, melainkan bentuk apresiasi atas kemauan warga untuk terus bergerak dan menjaga ekosistem sosial yang positif.

Cik Ujang memandang bahwa kegiatan semacam ini memiliki dampak berganda (multiplier effect). Selain meningkatkan indeks kesehatan masyarakat, forum terbuka seperti ini menjadi saluran filtrasi aspirasi yang paling jujur.

Ia memberikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara dan berharap tradisi “turun ke bawah” lewat olahraga ini terus digalakkan.

Pagi di Taman Megang berakhir dengan tawa dan foto bersama, namun pesan yang ditinggalkan Cik Ujang jauh lebih membekas dari sekadar peluh yang mengering.

Bagi Sumatera Selatan, gerak jalan sehat ini adalah representasi dari pemerintah yang adaptif—yang tahu kapan harus duduk di meja kerja untuk membedah anggaran, dan kapan harus berkeringat bersama rakyat untuk merawat harapan. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang