Scroll untuk baca artikel
Headline

Ketika Jurnalisme Tak Sekadar Berita, Ikhtiar SWI OKI Menjemput Sehat

×

Ketika Jurnalisme Tak Sekadar Berita, Ikhtiar SWI OKI Menjemput Sehat

Sebarkan artikel ini

Di era di mana arus informasi sering kali memicu kecemasan, relevansi organisasi pers diuji untuk melampaui sekadar teks. Melalui layanan kesehatan gratis dan senam bersama di jantung Kota Kayuagung, HUT ke-4 SWI OKI mencoba membuktikan bahwa kehadiran jurnalis harus memiliki dampak fisik yang nyata bagi publik. Sebuah redefinisi peran di tengah skeptisisme digital yang kian tajam.

Ketika Jurnalisme Tak Sekadar Berita, Ikhtiar SWI OKI Menjemput Sehat
Pelepasan balon menandai Perayaan hari jadi ke-4 Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Kabupaten OKI. (Dok. Istimewa)

KAYUAGUNG, NUSALY – Minggu (4/1/2026) pagi, pusat Kota Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI), menampilkan wajah yang berbeda. Di tengah riuh rendah musik senam yang memacu adrenalin, ratusan warga berbaur dengan para pemburu berita dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Perayaan hari jadi ke-4 Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia Kabupaten OKI (SWI OKI) kali ini sengaja ditarik keluar dari ruang-ruang rapat yang formal menuju ruang publik yang terbuka.

Langkah ini merupakan sebuah upaya reflektif untuk menjawab tantangan zaman. Di tahun 2026, jurnalisme tidak lagi hanya bertarung dalam kecepatan mengunggah tajuk rencana, tetapi juga dalam mempertahankan relevansi sosial. Dengan memindahkan pusat perayaan ke jantung kota dan melibatkan warga secara langsung, SWI OKI sedang mempraktikkan jurnalisme yang “turun ke bumi”—sebuah antitesis terhadap narasi media yang sering dianggap sebagai menara gading.

Membedah Urgensi Kesehatan di Akar Rumput

Daya tarik utama dalam perayaan ini bukanlah panggung seremoni, melainkan sebuah posko sederhana di sudut lapangan yang dijaga oleh tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten OKI. Di sana, layanan kesehatan gratis menjadi magnet bagi warga. Mulai dari pengecekan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, hingga konsultasi kesehatan dasar diberikan tanpa dipungut biaya.

Keterlibatan Dinas Kesehatan dalam agenda organisasi pers ini memberikan dimensi kedalaman yang krusial. Secara kontekstual, akses terhadap pemeriksaan kesehatan rutin masih menjadi tantangan bagi sebagian warga di wilayah pelosok OKI. Dengan menghadirkan layanan ini di tengah acara publik, SWI OKI berperan sebagai katalisator yang mendekatkan fasilitas negara kepada rakyatnya.

Baca juga  Sinergi Pusat dan Daerah Jadi Kunci Percepatan Infrastruktur OKI di Tengah Kebijakan Efisiensi Anggaran

Antrean warga yang mengular menjadi bukti empiris bahwa masyarakat merindukan aksi nyata. Bagi pers, ini adalah bentuk pertanggungjawaban sosial yang melampaui tugas jurnalistik. Kesehatan fisik masyarakat adalah fondasi dari masyarakat yang sehat secara informasi. Tanpa tubuh yang bugar dan pikiran yang jernih, literasi informasi akan sulit tumbuh di tengah gempuran hoaks yang kian canggih.

Sinergi Lintas Sektor sebagai Benteng Disrupsi

Kehadiran jajaran Forkopimda OKI—mulai dari kepolisian, TNI, hingga kejaksaan—memberikan sinyal mengenai pentingnya menjaga harmoni komunikasi di daerah. Namun, poin krusial dari peringatan kali ini adalah mencairnya batas-batas birokrasi. Saat Waka Polres OKI Kompol Harsono atau perwakilan Dandim 0402/OKI ikut bersimbah peluh dalam senam bersama, tercipta sebuah komunikasi horizontal yang sulit ditemukan dalam agenda formal.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika OKI,  Adi Yanto, S.Pd., M.Si, yang hadir mewakili Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki, menangkap esensi kolaborasi ini sebagai sebuah kebutuhan zaman. Menurutnya, di era disrupsi ini, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam mendistribusikan program pembangunan. Pers harus menjadi mitra strategis yang memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial masyarakat.

“Kegiatan ini memiliki nilai positif yang sangat besar. Membangun kebersamaan melalui kesehatan adalah cara paling jujur untuk mempererat hubungan antara pers, pemerintah, dan masyarakat. Harapannya, SWI OKI dapat terus memperkuat peran pers sebagai penjaga kualitas informasi publik sekaligus penggerak sosial,” ujar Adi Yanto.

Membedah Urgensi Kesehatan di Akar Rumput
Ketua DPD SWI OKI Deni Kusnindar bersama Ketua DPW SWI Sumsel Hariyono berbaur bersama masyarakat dan Forkopimda Kabupaten OKI untuk senam sehat bersama. (Dok. Istimewa)

Profesionalisme di Tengah Arus “Homeless Media”

Tantangan media arus utama hari ini adalah persaingan dengan homeless media atau platform informasi tanpa redaksi yang sering kali mengabaikan kode etik demi mengejar viralitas. Di usia yang keempat, SWI OKI memosisikan diri sebagai antitesis dari tren tersebut. Integritas dan profesionalisme tetap menjadi napas utama dalam setiap langkah organisasi.

Baca juga  Dorong Transparansi Digital, Bupati OKI Terpilih Muchendi Mahzareki: Ekspos Semua Kegiatan di Platform Digital!

Ketua SWI OKI, Deni Kusnindar, menegaskan bahwa kepercayaan publik adalah mata uang paling berharga di era digital. “SWI OKI berkomitmen mengawal informasi yang akurat dan berimbang. Namun lebih dari itu, kami ingin menjadi bagian dari solusi atas persoalan di masyarakat. Hari ini, kami memilih jalur kesehatan sebagai wujud pengabdian tersebut,” tegas Deni.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Fu’adi Qurni. Baginya, dukungan dari mitra perbankan seperti Bank Sumsel Babel dan BRI, serta kehadiran organisasi pers lain seperti PWI dan IWO Indonesia, merupakan pengakuan atas eksistensi SWI sebagai organisasi yang solid. Pengundian doorprize dengan hadiah utama sepeda listrik menjadi pemanis yang menyempurnakan kegembiraan warga, namun esensi utamanya tetap pada penguatan akar sosial.

Menuju Jurnalisme yang Menghidupkan

Peringatan HUT ke-4 SWI OKI di Kayuagung pada akhirnya memberikan catatan akal sehat bagi industri media nasional. Bahwa cara terbaik untuk tetap relevan di mata audiens muda (Gen Z) dan masyarakat luas bukanlah dengan mengikuti arus viralitas yang dangkal, melainkan dengan memberikan dampak nyata yang bisa dirasakan langsung.

Ketika masyarakat mendapatkan manfaat kesehatan melalui inisiatif sebuah organisasi pers, di situlah benih kepercayaan terhadap media mulai tumbuh kembali. Jurnalisme yang menghidupkan adalah jurnalisme yang tidak hanya sibuk dengan dirinya sendiri, tetapi peduli pada denyut nadi warganya.

Di tahun 2026 ini, SWI OKI telah menuliskan sebuah “berita” yang tidak akan hilang tertimbun algoritma media sosial; sebuah berita tentang kepedulian, kesehatan, dan kebersamaan yang terukir di hati masyarakat Kayuagung. Melalui sinergi kesehatan dan olahraga, pers daerah sedang menunjukkan jati dirinya sebagai kompas yang tetap jernih di tengah badai informasi.

(dhi)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.