Scroll untuk baca artikel
Headline

SWI Sumatera Selatan Pacu Penguatan Organisasi di Daerah

×

SWI Sumatera Selatan Pacu Penguatan Organisasi di Daerah

Sebarkan artikel ini

Di tengah degradasi kepercayaan publik terhadap institusi formal, SWI Sumatera Selatan mendorong setiap jajaran pengurus di daerah untuk membuktikan kebermanfaatan organisasi secara nyata. Momentum perayaan di Ogan Komering Ilir yang melibatkan layanan kesehatan warga menjadi tolok ukur baru bagi konsolidasi media yang lebih terbuka dan lepas dari sekat eksklusivitas.

SWI Sumatera Selatan Pacu Penguatan Organisasi di Daerah
Pengurus DPW SWI Sumsel bersama para Pengurus dan anggota DPD SWI OKI. (Dok. Istimewa)

OGAN KOMERING ILIR, NUSALY – Keberlangsungan wadah profesi jurnalis di tingkat daerah kini menghadapi ujian antara ketertiban administrasi dan keberterimaan sosial. Di Sumatera Selatan, pola baru mulai muncul saat Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Ogan Komering Ilir (OKI) mengalihkan seremoni hari jadi ke-4 pada Minggu (4/1/2026) menjadi aksi sosial terbuka bagi warga.

Kehadiran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) SWI Sumatera Selatan dalam agenda tersebut menjadi penegasan tentang arah baru konsolidasi internal organisasi. Apresiasi terhadap layanan kesehatan gratis bagi warga Kayuagung menandai pergeseran paradigma bahwa SWI tidak boleh lagi sekadar menjadi tempat berkumpul jurnalis, tetapi harus mampu menjelma sebagai entitas yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

Menghapus Kesan Eksklusivitas dalam Wadah Profesi

Selama ini, organisasi profesi sering dianggap sebagai lembaga kaku yang hanya sibuk dengan urusan internal maupun perlindungan anggota. Namun, Ketua DPW SWI Sumatera Selatan Hariyono melihat fenomena di OKI sebagai model penguatan organisasi yang sehat. Bagi Hariyono, pengurus di daerah harus berani masuk ke jantung persoalan masyarakat guna menjaga relevansi di mata publik yang kian kritis.

“SWI OKI menunjukkan bahwa organisasi tidak hanya berbicara soal profesi, tetapi juga mampu membangun kebersamaan dan menjalin sinergi dengan masyarakat serta pemerintah daerah,” ujar Hariyono.

Pernyataan ini mencerminkan urgensi responsivitas lembaga di era digital yang serba cepat. Saat setiap individu memiliki platform untuk memproduksi informasi sendiri, organisasi jurnalis yang pasif akan dengan mudah kehilangan legitimasi sosialnya. Hariyono menekankan bahwa pasca-penerbitan kepengurusan baru di tingkat wilayah, semangat yang diusung adalah gerak aktif yang memberikan manfaat konkret bagi masyarakat luas.

Baca juga  Hari Keempat Retreat Kepala Daerah, Bupati Muchendi Serap Ilmu, Infrastruktur Jadi Sorotan

Memulihkan Kredibilitas dari Tingkat Lokal

Salah satu tantangan terbesar jurnalisme di Sumatera Selatan saat ini adalah memulihkan kepercayaan publik yang tergerus oleh maraknya informasi menyesatkan. Dalam ekosistem yang kian bising, SWI memikul tanggung jawab moral untuk menjadi penyaring kualitas informasi sekaligus menjaga standar profesionalisme setiap anggotanya di lapangan.

Dewan Pembina DPW SWI Sumatera Selatan Suparji menyebutkan bahwa usia empat tahun bagi sebuah kepengurusan di daerah merupakan modal sosial yang sangat mahal. Konsistensi dalam menjalankan roda organisasi secara transparan menjadi fondasi utama bagi tegaknya integritas jurnalis saat menjalankan tugasnya.

“Eksistensi SWI di daerah ditentukan oleh keseriusan pengurusnya. DPD SWI OKI mampu menjaga konsistensi itu, dan ini menjadi modal penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap institusi pers,” ungkap Suparji.

Bagi audiens generasi baru, terutama Gen Z yang sangat menjunjung tinggi nilai otentisitas, lembaga yang berani menunjukkan kerja nyata jauh lebih kredibel daripada entitas yang hanya muncul saat terjadi konflik kepentingan. Penguatan kapasitas anggota yang didorong oleh Dewan Pembina menjadi krusial agar jurnalisme lokal tidak terperosok dalam pragmatisme jangka pendek.

Memastikan Kemandirian Ekosistem Media
Ketua DPW SWI Sumsel, Hariyono (tengah) menyerukan seluruh jajaran pengurus SWI di tingkat kabupaten dan kota lebih berani membuat terobosan merupakan refleksi dari kerasnya kondisi ekosistem media saat ini. (Dok. Istimewa)

Memastikan Kemandirian Ekosistem Media

Seruan agar seluruh jajaran pengurus SWI di tingkat kabupaten dan kota lebih berani membuat terobosan merupakan refleksi dari kerasnya kondisi ekosistem media saat ini. Media arus utama kini bersaing ketat dengan platform informasi liar yang lincah namun sering kali mengabaikan kode etik. Dalam persaingan ini, senjata utama organisasi resmi adalah etika dan dampak sosial yang nyata.

Momentum di Kayuagung diharapkan menjadi energi bagi pengurus SWI lainnya di Sumatera Selatan untuk mempererat konsolidasi internal. Hal ini mencakup peningkatan standar kompetensi serta menjaga independensi organisasi. Pers yang berdaulat tetap bisa bermitra secara strategis dengan pemerintah tanpa harus menggadaikan fungsi kontrolnya sebagai pilar keempat demokrasi.

Baca juga  OKI Ramadan Fest 2025 Resmi Dibuka, Hadirkan Bazar UMKM Meriah dan Tausiyah Ustadz Abdul Somad

Hariyono menekankan bahwa organisasi harus hidup dan dirasakan manfaatnya oleh banyak orang. Kalimat ini menjadi panggilan bagi jurnalis yang bernaung di bawah SWI untuk kembali pada khittah sebagai pembela kepentingan publik.

Membangun Kepercayaan dari Kayuagung

Perkembangan pers di Sumatera Selatan pada tahun 2026 menuntut organisasi untuk tidak lagi sekadar menjadi penonton dalam pembangunan daerah. SWI berupaya menjadi aktor intelektual yang mampu memberikan solusi serta menjaga kewarasan informasi di tengah masyarakat yang kian terfragmentasi oleh algoritma digital.

Langkah konsolidasi yang dijalankan DPW SWI Sumsel menunjukkan upaya sistematis untuk menyehatkan organisasi dari dalam. Dengan mendorong pengurus di daerah menjadi lebih membumi, SWI sedang membangun benteng pertahanan bagi kualitas informasi publik. Di tengah badai disrupsi digital, integritas dan kebermanfaatan sosial adalah dua kompas yang akan memastikan jurnalisme tetap mendapatkan tempat terhormat di hati masyarakat.

(dhi)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.