Peristiwa

SWI Sumatera Selatan: Meneguhkan Profesionalisme Pers melalui Wajah Baru

Pasca-terbitnya SK kepengurusan 2025–2030, SWI Sumatera Selatan fokus pada penguatan legalitas organisasi. Upaya "bersih-bersih" administrasi dan rencana audiensi menjadi langkah awal untuk menjamin integritas informasi bagi publik di Bumi Sriwijaya.

SWI Sumatera Selatan: Meneguhkan Profesionalisme Pers melalui Wajah Baru
Wajah baru DPW SWI Sumsel. (Dok. SWI Sumsel)

PALEMBANG, NUSALY — Bagi jutaan warga Sumatera Selatan yang setiap pagi menyaring informasi dari grup percakapan dan beranda media sosial, berita kini sering kali terasa seperti teka-teki.

Fenomena media tanpa induk atau homeless media yang tumbuh subur menawarkan kecepatan, namun sering kali meninggalkan lubang besar pada aspek verifikasi. Dalam rimba informasi yang kian liar ini, publik mulai bertanya: kepada siapa mereka bisa menaruh kepercayaan?

Kegelisahan kolektif inilah yang menjadi titik pijak bagi Dewan Pimpinan Wilayah Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (DPW SWI) Sumatera Selatan untuk bergerak.

Melalui Surat Keputusan Nomor: 140/SK-DPW/DPP-SET/XII/2025 yang resmi diterbitkan DPP SWI di Jakarta pada Selasa (30/12/2025), legitimasi kepengurusan baru periode 2025–2030 kini telah di tangan.

Namun, alih-alih sekadar berpesta, organisasi ini justru memulai langkah strategis yang jauh lebih krusial: membenahi standar jurnalisme dari akarnya.

Merapikan Rumah demi Kepercayaan Publik

Kepercayaan publik tidak lahir dari podium pelantikan, melainkan dari ketertiban dan transparansi sebuah organisasi.

Menyadari hal tersebut, Ketua SWI Sumatera Selatan, Hariyono, menegaskan bahwa mandat baru ini mewajibkan pihaknya untuk segera melakukan penataan administratif yang fundamental.

Baginya, jurnalisme yang kredibel hanya bisa lahir dari organisasi yang secara hukum terdata dan secara etik terjaga.

Langkah konkret pertama pasca-menerima SK adalah melakukan pembaruan legalitas melalui pendaftaran ke Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Selatan.

Langkah ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban birokrasi, melainkan upaya SWI untuk memberikan “sertifikat keamanan” bagi publik dan mitra kerja.

Melalui legalitas yang jelas, SWI ingin menegaskan bahwa setiap jurnalis yang bernaung di bawahnya memiliki alamat pertanggungjawaban yang nyata, bukan sekadar akun anonim di dunia maya tanpa basis redaksi.

“Publik sudah terlalu sering disuguhi informasi tanpa saringan. Melalui wajah baru ini, kami berkomitmen merapikan rumah kami sendiri terlebih dahulu. Kami segera berkoordinasi dengan Kesbangpol dan melakukan audiensi dengan para pemangku kepentingan untuk memperkenalkan standar kerja baru kami. Kami ingin sinergi yang dibangun nanti benar-benar berdampak pada kualitas informasi yang diterima warga Sumatera Selatan,” ujar Hariyono dalam keterangan resminya di Palembang.

Jembatan Informasi dan Kemitraan Strategis

Rencana audiensi dengan berbagai instansi pemerintah dan lembaga daerah yang dijadwalkan dalam waktu dekat bukan sekadar ajang perkenalan pengurus baru.

Langkah diplomasi ini menjadi ruang untuk membangun pemahaman bersama bahwa pers profesional adalah aset strategis daerah.

Di tengah ancaman disrupsi, SWI Sumatera Selatan memposisikan diri sebagai mitra kritis yang mampu menjembatani program pembangunan dengan kebutuhan informasi rakyat secara akurat.

Dewan Pembina SWI Sumsel, Suparji, mengingatkan bahwa legalitas baru ini adalah modal besar untuk mengembalikan marwah pers daerah.

Ia menekankan bahwa keberadaan organisasi wartawan harus menjadi solusi bagi kekacauan informasi, bukan malah menambah beban masalah di tengah masyarakat.

“SK ini adalah janji kami kepada masyarakat Sumatera Selatan. Kami ingin menghadirkan jurnalis yang tidak hanya cepat dalam melaporkan, tetapi juga jujur dalam menyajikan fakta. Melalui pembenahan administratif dan peningkatan kompetensi, kami ingin publik kembali menaruh rasa hormat pada profesi jurnalis sebagai penjaga pilar demokrasi,” kata Suparji dengan tegas.

Struktur kepengurusan 2025–2030 yang digawangi oleh Hariyono (Ketua), Karman (Wakil Ketua), Rasmiadi (Sekretaris), dan Suherman (Bendahara) kini memikul tanggung jawab besar.

Dengan didukung departemen-departemen teknis di bidang advokasi dan hukum serta pengembangan SDM, organisasi ini menargetkan konsolidasi menyeluruh hingga ke tingkat kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Harapan Baru di Tengah Disrupsi Informasi

Langkah yang dimulai di penghujung tahun 2025 ini merupakan sebuah ikhtiar panjang untuk merawat akal sehat publik.

Di tengah derasnya arus konten digital yang sering kali hanya mengejar sensasi, SWI Sumatera Selatan memilih jalur profesionalisme yang terukur.

Pembenahan internal, pendaftaran legalitas, dan audiensi strategis adalah rangkaian cara untuk membuktikan bahwa pers lokal masih memiliki nurani dan integritas.

Upaya penguatan organisasi pers di daerah ini adalah angin segar. Ini adalah jaminan bahwa hak publik untuk mendapatkan informasi yang jujur, berimbang, dan berintegritas masih terus dijaga.

Di bawah naungan wajah baru yang lebih tertib, jurnalisme di Bumi Sriwijaya diharapkan mampu tumbuh menjadi penyulut cahaya di tengah gelapnya hutan informasi yang menyesatkan.

(dhi)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version