Tiga tim hasil penyaringan lokal diberangkatkan ke Palembang untuk memperebutkan tiket menuju panggung nasional di Mabes Polri.
MUARADUA, NUSALY – Olahraga elektronik (e-sport) mulai mendapat ruang dalam pembinaan prestasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Hal itu terlihat ketika Kepolisian Resor OKU Selatan mengirim tiga tim hasil seleksi internal untuk mengikuti Kejuaraan E-Sport Piala Kapolda Sumatera Selatan di Palembang.
Kompetisi tingkat provinsi yang berlangsung pada Sabtu (4/7/2026) hingga Minggu (5/7/2026) ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Bagi para atlet muda yang diberangkatkan, turnamen ini menjadi tahapan awal untuk memperebutkan tiket menuju Grand Final Piala Kapolri di Mabes Polri, Jakarta.
Kasi Humas Polres OKU Selatan AKP Amir Hamzah menjelaskan, keikutsertaan kontingen ini merupakan bagian dari langkah kepolisian dalam menyediakan wadah kompetisi yang terstruktur bagi generasi muda setempat.
Dukungan institusi diwujudkan melalui keterlibatan langsung Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana yang mendampingi keberangkatan para atlet ke tempat pertandingan di Palembang.
Para atlet yang mewakili Polres OKU Selatan dalam kejuaraan ini merupakan hasil seleksi internal yang diikuti 24 tim lokal. Kompetisi penyaringan di tingkat polres tersebut sebelumnya diikuti oleh 24 tim lokal dari berbagai kecamatan.
Dari total 120 pendaftar yang sebagian besar merupakan pelajar tingkat SMA dan mahasiswa tingkat awal, terpilihlah 15 atlet terbaik yang terbagi ke dalam tiga kelompok usia.
Kontingen ini terdiri dari dua tim kategori usia di bawah 18 tahun (Tim U-18 A dan Tim U-18 B) serta satu tim kategori usia di bawah 20 tahun (Tim U-20) untuk bertanding di nomor gim Mobile Legends: Bang Bang dan Free Fire.
Persiapan Teknis di Tingkat Lokal
Sebelum bertolak ke Palembang, ketiga tim tersebut menjalani program latihan intensif selama tiga minggu untuk menyelaraskan pola permainan. Pembina tim E-Sport Polres OKU Selatan Brigpol Tamsil menerangkan bahwa fokus persiapan dalam beberapa pekan terakhir dititikberatkan pada pembentukan strategi melalui simulasi pertandingan (scrim) melawan tim-tim luar daerah.
“Kami melaksanakan beberapa sesi simulasi pertandingan untuk menguji strategi, meningkatkan kekompakan, serta membangun kesiapan mental para atlet sebelum menghadapi tekanan di turnamen resmi,” kata Tamsil.
Proses pengiriman kontingen ini juga melibatkan ekosistem olahraga di daerah. Selain difasilitasi oleh polres, persiapan para pemain ini berjalan lewat koordinasi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) OKU Selatan serta Pengurus Daerah E-Sport Indonesia (ESI) OKU Selatan selaku pemegang otoritas cabang olahraga elektronik di tingkat kabupaten.
Menuju Target Panggung Nasional
Keberangkatan tiga tim ini membuka peluang atlet muda OKU Selatan bersaing di tingkat nasional melalui jalur Kejuaraan E-Sport Piala Kapolri. Sesuai skema turnamen, tim yang berhasil meraih posisi terbaik di tingkat Polda Sumatera Selatan secara otomatis akan melaju sebagai delegasi provinsi menuju putaran final di tingkat nasional.
Turnamen dua hari di Palembang ini menjadi ujian awal bagi hasil seleksi dan pembinaan yang dilakukan di tingkat lokal. Apakah jalur pembinaan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan akan bergantung pada konsistensi kolaborasi antara kepolisian dan organisasi olahraga di daerah. (andi)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang


