Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Kabupaten OKU ke 116

Banner HUT OKU 116 Rudi Hartono

Banner HUT OKU 116 Sekda Alva Elan

Banner HUT OKU 116 Awal Pajri

Banner HUT OKU 116 Ibu Siti PKB

Banner HUT OKU 116 Maryono PDIP

Banner HUT OKU 116 Dadang Wijaya

Banner HUT OKU 116 Disdukcapil
SAYANGI OKU

Di Tengah Era Gawai, Dongeng Kelinci dan Bebek Justru Memikat Anak-Anak OKU

×

Di Tengah Era Gawai, Dongeng Kelinci dan Bebek Justru Memikat Anak-Anak OKU

Sebarkan artikel ini
Di Tengah Era Gawai, Dongeng Kelinci dan Bebek Justru Memikat Anak-Anak OKU
Bunda PAUD Kabupaten OKU Hj. Zwesty Karenia Teddy menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Dok. Kominfo OKU
Samsat OKU

Dinas Pertanian OKU

Dinas Perkim OKU

Di tengah derasnya paparan teknologi digital, ratusan anak di Baturaja larut dalam tawa saat mendengarkan dongeng interaktif pada Puncak Hari Anak Nasional 2026. Pemkab OKU dorong budaya bertutur sebagai media pendidikan karakter sejak dini.

BATURAJA, NUSALY — Ballroom Hotel Zuri Baturaja berubah menjadi lautan tawa, Selasa (28/7/2026). Tepuk tangan dan sorak riang pecah ketika tokoh Kelinci dan Bebek saling bercanda dalam dongeng interaktif yang dibawakan Kak Ninuk bersama Bunda PAUD Kabupaten OKU Hj. Zwesty Karenia Teddy.

PT BPR Baturaja (Perseroda)

Aksi panggung penuh pesan moral ini menjadi pemicu keceriaan pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Diikuti peserta jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP—baik secara langsung maupun melalui sambungan Zoom Meeting—kegiatan ini diselenggarakan sekaligus sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-116 Kabupaten OKU.

Mengusung tema Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan, suasana perayaan semakin semarak dengan berbagai atraksi pentas seni anak di hadapan para pejabat daerah dan pimpinan organisasi wanita.

Dongeng sebagai Ruang Belajar dan Benteng Era Digital

Membacakan sambutan tertulis Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, S.STP., M.M., M.Pd., Sekretaris Daerah OKU Alva Elan, S.ST., M.PSDA menekankan pentingnya mendampingi tumbuh kembang anak di tengah pesatnya gempuran teknologi. Anak-anak membutuhkan pendekatan yang menyenangkan agar tidak kehilangan akar budaya dan literasi.

Melalui tradisi bertutur, Pemerintah Kabupaten OKU ingin menghidupkan kembali budaya mendongeng sebagai media yang menyenangkan untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anak.

“Dongeng menjadi media yang sangat efektif untuk menanamkan nilai kejujuran, keberanian, tanggung jawab, kepedulian, gotong royong, serta rasa cinta tanah air sejak usia dini,” ujar Sekda OKU.

Ia menambahkan, kehadiran pendampingan orang tua dan guru sangat krusial agar anak mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak tanpa terpisah dari kearifan lokal.

Pemenuhan Hak dan Investasi Masa Depan

Hari Anak Nasional juga menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak anak tidak berhenti pada penyediaan layanan pendidikan formal. Selain pendidikan formal, anak-anak juga membutuhkan ruang bermain yang aman, perlindungan, layanan kesehatan, serta lingkungan yang penuh kasih sayang agar dapat tumbuh secara utuh.

“Masa depan Kabupaten OKU, bahkan masa depan Indonesia, sangat bergantung pada bagaimana kita mendidik, melindungi, dan membimbing anak-anak sejak usia dini. Anak adalah amanah sekaligus investasi terbesar bangsa,” tegasnya.

Penguatan Kolaborasi Keluarga dan Sekolah

Menutup sambutannya, Sekda mengajak para orang tua dan pendidik untuk terus memperkuat kolaborasi. Sebab, pembentukan karakter anak tidak hanya dibebankan kepada sekolah, melainkan bermula dari keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama.

Acara puncak HAN 2026 tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan OKU Kadarisman, S.Ag., M.Si., Kepala Dinas PPPA OKU Iis Wahyu Ningsih, S.E., M.Si., jajaran pimpinan OPD, serta pimpinan organisasi wanita dari Persit KCK Kodim 0403/OKU, Bhayangkari, Dharmayukti Karini, dan DWP OKU.

Di tengah riuh tawa yang memenuhi ballroom, pesan tentang kejujuran, persahabatan, dan kepedulian mengalir melalui cerita sederhana Kelinci dan Bebek. Hari Anak Nasional di OKU pun tidak sekadar diperingati dengan seremoni, tetapi menjadi ruang belajar yang menyenangkan untuk menanamkan nilai-nilai karakter sejak usia dini. (radit)

HUT OKU SMAN 1

HUT OKU SMAN 5

HUT OKU SMKN 1