Restorasi total bangunan Musholla Nur Hidayah oleh Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0402/OKI-OI resmi rampung seratus persen setelah dua tahun terbengkalai akibat kerusakan struktur. Pembenahan ini mengembalikan fungsi ruang komunal keagamaan sekaligus memulihkan akses kegiatan spiritual warga di sentra perkebunan Mesuji Makmur.
OGAN KOMERING ILIR, NUSALY – Sunyi yang menggelayuti ruang sosial keagamaan di Dusun 1, Desa Pematang Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, akhirnya pecah. Upaya pemulihan fasilitas ibadah yang digulirkan melalui program lintas sektoral TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 kini telah tuntas seratus persen pada Rabu (20/5/2026).
Rampungnya rehabilitasi total Musholla Nur Hidayah ini mengakhiri masa penantian panjang kelompok masyarakat setempat. Selama kurang lebih dua tahun terakhir, bangunan tersebut tidak dapat digunakan untuk aktivitas ibadah kolektif maupun pengajian anak-anak akibat kerusakan masif pada beberapa bagian utama struktur bangunan yang membahayakan keselamatan jamaah.
Ketiadaan akses terhadap rumah ibadah yang layak di tingkat tapak memaksa sebagian warga dusun menempuh jarak lebih jauh ke lingkungan tetangga untuk melaksanakan salat berjamaah atau meredam aktivitas keagamaan komunal. Kondisi telantarnya bangunan ini perlahan mengikis ruang silaturahmi yang biasanya terjalin erat di lingkar perdesaan.
Restorasi fisik
Keterbatasan dana swadaya di tengah fluktuasi pendapatan buruh tani perkebunan rakyat menjadi faktor utama tertundanya perbaikan mandiri mushala tersebut selama 24 bulan. Kerusakan pada bagian atap yang bocor serta pelapukan material dinding pemisah membuat bangunan komunal ini sempat beralih rupa menjadi ruang kosong yang tak terurus.
Melihat urgensi kebutuhan spiritual dasar tersebut, Satgas TMMD bersama kelompok swadaya masyarakat melakukan intervensi konstruksi secara menyeluruh. Proses pengerjaan meliputi penggantian struktur atap yang lapuk, penguatan fondasi dan dinding penutup, pemasangan ubin baru yang higienis, hingga pengecatan ulang elemen interior serta eksterior bangunan.
Koordinator Lapangan rehabilitasi tempat ibadah, Kapten Arh Mursalin, menjelaskan bahwa target penyelesaian seratus persen ini berhasil dicapai tepat waktu berkat tingginya tingkat partisipasi gotong royong warga. Pembersihan sisa material konstruksi dan penataan halaman luar dipercepat agar bangunan siap diserahterimakan dalam kondisi steril.
“Alhamdulillah rehab Musholla Nur Hidayah sudah selesai seratus persen. Selama dua tahun tempat ini tidak digunakan dan tentu masyarakat sangat merindukannya. Kami berharap keberadaan musholla ini tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan warga,” kata Mursalin saat meninjau hasil akhir penataan bangunan.
Pemulihan ruang sosial
Dihidupkannya kembali bangunan ibadah ini langsung memicu perubahan psikologis sosial yang positif bagi penduduk di Dusun 1 Pematang Sukatani. Kompleks bangunan yang kini bersih dan kokoh tidak lagi sekadar menjadi tempat penunaian kewajiban spiritual harian, melainkan kembali mengaktifkan fungsinya sebagai jangkar kultural perdesaan.
Bagi komunitas tani lokal, kehadiran fisik bangunan baru ini membayar tuntas kerinduan kolektif mereka terhadap rutinitas azan, pengajian malam, dan majelis taklim terpusat. Aktivitas literasi keagamaan bagi anak-anak usia dini di desa tersebut dipastikan dapat berjalan kembali tanpa harus terkendala ruang ruang belajar yang bocor atau lembap.
Sinergi taktis di lapangan antara teknisi militer dan warga dalam mengangkat material semen serta kayu membuktikan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar non-ekonomi, seperti ketenteraman beribadah, memiliki bobot yang sama pentingnya dalam mengukur indeks kebahagiaan masyarakat perdesaan.
Keberlanjutan pengelolaan
Dengan selesainya seluruh tahapan konstruksi fisik, tantangan berikutnya bergeser pada aspek manajemen pemakmuran sarana pasca-proyek. Pemeliharaan berkala terhadap kebersihan karpet, fasilitas tempat wudu, hingga pembiayaan operasional listrik menjadi tanggung jawab penuh yang harus dikelola secara mandiri oleh komunitas tempatan.
Pemerintah Desa Pematang Sukatani didorong untuk segera memfasilitasi pembentukan kembali susunan pengurus takmir mushala yang definitif. Langkah ini krusial guna merumuskan agenda kegiatan kepemudaan dan pengelolaan kas perawatan agar sarana yang telah dibangun oleh jajaran Kodim 0402/OKI-OI tidak kembali mengalami penurunan fungsi.
Peran aktif tokoh agama setempat sangat dibutuhkan untuk mengintegrasikan program pemakmuran tempat ibadah ini dengan penguatan kerukunan sosial di tingkat tapak. Langkah kesinambungan ini penting agar investasi sosial-spiritual yang ditanamkan mampu terus menyala memberikan dampak jangka panjang bagi ketahanan moral perdesaan. (puputzch)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
