Seluruh rangkaian pengerjaan fisik dan nonfisik dalam program TMMD Ke-128 Kodim 0402/OKI-OI di Desa Pematang Sukatani memasuki fase konsolidasi akhir. Esok hari, kedaulatan operasional atas jalan logistik perkebunan, jaringan air bersih, hingga fasilitas saniter komunal siap diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat dan pemerintah daerah.
OGAN KOMERING ILIR, NUSALY – Hitung mundur berakhirnya operasi bakti teritorial lintas sektoral di wilayah sabuk perkebunan Sumatera Selatan kini memasuki tahapan final. Manajemen lapangan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD Ogan Komering Ilir ke-128 mulai melakukan sterilisasi area dan mematangkan kesiapan taktis menjelang upacara penutupan resmi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis esok.
Konsolidasi personel dan penataan area upacara berpusat di lapangan utama Desa Pematang Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Rabu (20/5/2026). Aktivitas di tingkat tapak kini bergeser dari mobilisasi alat berat konstruksi menjadi pemantapan formasi barisan serta pemeriksaan akhir seluruh fungsionalitas bangunan publik yang telah rampung seratus persen.
Fase transisi ini menandai beralihnya tanggung jawab pengelolaan material bangunan dari komando militer distrik kepada komunitas swadaya masyarakat tempatan. Agenda esok hari sekaligus menjadi momen krusial untuk menguji akuntabilitas penyerahan aset infrastruktur yang didanai melalui APBD bersama komando atas.
Simbol kemandirian
Penyelenggaraan operasi TMMD selama satu bulan penuh di Pematang Sukatani tidak sekadar meninggalkan jejak fisik berupa pengerasan jalur distribusi sawit atau pendirian sumur bor dalam. Lebih dari itu, momentum penutupan esok hari diposisikan sebagai deklarasi kesiapan desa untuk keluar dari hambatan logistik dan kerentanan saniter yang selama bertahun-tahun membayangi kawasan perbatasan tersebut.
Komandan Satgas TMMD Ke-128, Letkol Inf Gunawan Wibisono, menegaskan bahwa rangkaian seremonial penutupan bukan sekadar formalitas protokoler di atas podium. Upacara tersebut merupakan wujud penyerahan total sebuah hasil kerja kolektif yang mengintegrasikan disiplin militer dengan kekuatan gotong royong masyarakat buruh tani harian.
Gunawan menginstruksikan kepada seluruh jajaran perwira seksi dan komandan kompi satgas untuk memastikan tidak ada sisa material atau kerusakan sekunder di sekitar area pemukiman warga sebelum pasukan ditarik kembali ke markas komando distrik. Kebersihan dan sterilisasi wilayah menjadi parameter profesionalisme prajurit di akhir masa operasi teritorial.
“Penutupan TMMD bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi simbol nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat. Apa yang sudah dibangun di Desa Pematang Sukatani ini adalah bukti kerja keras, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang harus terus dijaga,” kata Gunawan Wibisono saat memimpin apel kesiapan di lapangan upacara.
Kolaborasi lintas instansi
Persiapan penutupan di lapangan terbuka Pematang Sukatani ini juga melibatkan unsur kepolisian sektor, jajaran aparatur kecamatan, serta pemuka adat setempat. Sinergi ini diperlukan untuk memastikan aspek pengamanan rute kunjungan pejabat regional serta penataan ruang parkir bagi para tamu undangan dari tingkat provinsi maupun kabupaten berjalan linear.
Sejumlah perwakilan warga terlihat aktif membantu jajaran bintara pembina desa (Babinsa) dalam memasang pembatas area dan merapikan instalasi tenda utama. Keterlibatan sukarela di fase penutupan ini menjadi indikator kuat tingginya rasa kepemilikan masyarakat terhadap keberadaan program yang dinilai langsung mengubah wajah lingkungan mereka menjadi lebih tertata.
Pihak komando taktis memastikan, seluruh logistik upacara dan perangkat penghargaan bagi warga yang berpartisipasi aktif selama sebulan penuh telah siap didistribusikan. Langkah apresiasi ini dinilai penting untuk merawat ikatan emosional dan modal sosial yang telah terbangun di tengah barisan warga kebun selama pengerjaan fisik berlangsung.
Keberlanjutan pasca-operasi
Setelah lonceng penutupan resmi berbunyi esok hari, tantangan terbesar yang sesungguhnya berada di pundak Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir serta perangkat Desa Pematang Sukatani. Dokumen berita acara penyerahan aset yang ditandatangani esok hari harus segera ditindaklanjuti dengan pengesahan regulasi perawatan fasilitas publik.
Jalan yang telah diperkeras, lima unit sumur bor dalam, serta bilik-bilik MCK komunal memerlukan pengawasan ketat terkait pembatasan muatan angkutan barang dan iuran perawatan kebersihan kelistrikan. Keberhasilan TMMD Ogan Komering Ilir di wilayah Mesuji Makmur ini idealnya menjadi cetak biru (blueprint) bagi skema percepatan pemenuhan hak dasar perdesaan di wilayah penyangga komoditas lainnya.
Penuntasan seluruh target operasi tepat waktu tanpa adanya deviasi silsilah konstruksi membuktikan bahwa intervensi pembangunan terpadu berbasis komunitarian mampu menyelesaikan problem kemiskinan struktural. Penutupan esok hari menjadi gerbang pembuka bagi Pematang Sukatani untuk mengelola ruang hidup baru yang lebih mandiri, sehat, dan berdaya saing secara ekonomi. (puputzch)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
