MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Kilas Daerah

Menembus Akuifer Dalam, Satgas TMMD Tuntaskan Krisis Air Bersih Pematang Sukatani

Menembus Akuifer Dalam, Satgas TMMD Tuntaskan Krisis Air Bersih Pematang Sukatani
Eksplorasi lapisan akuifer dalam melalui penuntasan lima unit sumur bor oleh Satgas TMMD di Pematang Sukatani berhasil rampung seratus persen guna menjamin pasokan air bersih warga. Dok. Pendim 0402

Eksplorasi lapisan hidrologi bawah tanah melalui penuntasan lima unit sumur bor dalam oleh Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0402/OKI-OI di Desa Pematang Sukatani resmi rampung seratus persen. Intervensi fisik di sentra perkebunan Mesuji Makmur ini dirancang untuk memutus ketergantungan kronis masyarakat terhadap air permukaan yang rawan cemaran.

OGAN KOMERING ILIR, NUSALY – Ketergantungan panjang warga Desa Pematang Sukatani pada air permukaan yang keruh dan memiliki kadar keasaman tinggi akhirnya terhenti. Proyek strategis pengadaan sarana air bersih yang digulirkan oleh Satgas Kodim 0402/OKI-OI di wilayah Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, kini telah memasuki operasional penuh pada Rabu (20/5/2026).

Penyelesaian seluruh fasilitas ekstraksi air tanah ini menjadi kabar yang dinantikan oleh masyarakat setempat. Wilayah Mesuji Makmur secara geografis kerap menghadapi tantangan hidrologis musiman, di mana sumur-sumur galian dangkal milik warga sering kali mengalami penyusutan debit secara drastis saat fase transisi musim kemarau tiba.

Keterbatasan akses terhadap sumber air yang layak selama ini memaksa sebagian besar rumah tangga buruh tani di kawasan tersebut mengeluarkan biaya ekonomi ekstra untuk pemenuhan domestik harian. Alternatif lainnya, warga terpaksa memanfaatkan genangan air permukaan yang belum teruji standardisasi higienitasnya dan rentan terhadap risiko kontaminasi bakteri.

Akurasi teknis

Kondisi geologis di Pematang Sukatani menuntut teknik pengeboran yang presisi guna menembus lapisan batuan keras hingga mencapai kantung akuifer yang bersih. Mengandalkan sumur cincin tradisional berskala dangkal terbukti tidak lagi memadai karena kualitas air atas cenderung asam akibat pengaruh vegetasi sekitar lahan perkebunan.

Lima unit sumur bor baru yang dibangun secara gotong royong antara personel militer dan kelompok swadaya masyarakat ini dirancang menggunakan sistem kluster terpadu. Setiap unit dilengkapi dengan instalasi mesin pompa elektrik otomatis, menara penampung air kapasitas besar, serta jaringan pipa sekunder guna menjamin pasokan air bersih dapat terdistribusi secara linear ke beberapa rumah tangga sekaligus di lingkungan pemukiman padat.

Koordinator Lapangan pembangunan sumur bor, Kapten Inf Indro, menyampaikan bahwa ketepatan waktu penyelesaian target ini merupakan dampak dari akurasi pemetaan hidrologi di awal fase operasi. Kerja sama taktis di lapangan berhasil memitigasi risiko kegagalan pengeboran kering (dry hole) yang kerap menjadi kendala utama dalam proyek pencarian sumber air tanah di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, pembangunan lima unit sumur bor dalam program TMMD ke-128 ini telah selesai seratus persen. Ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi tentang memecahkan problem mendasar dan menghadirkan manfaat nyata yang langsung menyentuh kebutuhan harian masyarakat,” kata Indro saat melakukan verifikasi debit pancaran air di lokasi proyek.

Efisiensi domestik

Tersedianya pasokan air bersih yang stabil langsung memberikan dampak efisiensi waktu dan tenaga yang signifikan bagi keluarga tani di Pematang Sukatani. Kelompok warga, terutama kaum perempuan, kini tidak lagi harus mengalokasikan waktu produktif harian mereka hanya untuk mengambil atau mengangkut air dari sumber luar yang jarak geografisnya saling berjauhan.

Lebih jauh, ketersediaan air bersih di tingkat tapak ini menjadi variabel mutlak dalam menaikkan indeks higienitas domestik desa. Kecukupan suplai air dari sumur bor ini dirancang untuk menopang fungsionalitas berkelanjutan dari fasilitas sanitasi mandi, cuci, dan kakus (MCK) komunal yang juga baru saja dirampungkan di wilayah tersebut.

Integrasi antara kecukupan air bersih dan pembenahan fasilitas sanitasi merupakan intervensi hulu yang krusial. Skema ini terbukti efektif di berbagai belahan perdesaan untuk memutus mata rantai penularan penyakit endemik saluran pencernaan sekaligus mendukung agenda nasional pencegahan stunting pada anak-anak.

Tantangan tata kelola

Dengan rampungnya seluruh konstruksi fisik ekstraksi air ini, tantangan operasional kini bergeser pada aspek manajemen pemeliharaan pasca-proyek. Fasilitas umum yang mengandalkan perangkat mekanis pompa elektrik sangat bergantung pada stabilitas daya listrik serta komitmen perawatan mesin secara berkala agar tidak mengalami penyumbatan filter pipa.

Pemerintah Desa Pematang Sukatani bersama komunitas pengguna manfaat didorong untuk segera membentuk unit swadaya pengelola air minum tingkat tapak. Perumusan aturan desa mengenai iuran kas operasional yang proporsional menjadi instrumen vital guna mengantisipasi biaya perbaikan dinamo pompa atau perpanjangan pipa distribusi di masa depan.

Sinergi lanjutan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Ogan Komering Ilir sangat dibutuhkan untuk memberikan pendampingan manajerial. Kolaborasi pasca-operasi ini menjadi kunci penting agar investasi infrastruktur dasar yang diinisiasi jajaran TNI mampu bertahan lama dan menjadi penopang stabilitas sosial-ekonomis di lingkar sentra perkebunan rakyat. (puputzch)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version