Scroll untuk baca artikel
Korporasi

Akselerasi Perbaikan Jalan Tol Trans-Sumatera Jelang Puncak Arus Mudik

×

Akselerasi Perbaikan Jalan Tol Trans-Sumatera Jelang Puncak Arus Mudik

Sebarkan artikel ini

Pengelola Jalan Tol Trans-Sumatera, Hutama Karya, tengah memacu penyelesaian pemeliharaan di tiga ruas utama wilayah Sumatera Selatan, yakni Tol Terpeka, Palindra, dan Betejam. Langkah ini diambil guna menjamin standar keamanan dan kenyamanan pengguna jalan menjelang lonjakan lalu lintas pada momentum Ramadan serta libur Imlek 2026.

Akselerasi Perbaikan Jalan Tol Trans-Sumatera Jelang Puncak Arus Mudik
PT Hutama Karya (Persero) melakukan perbaikan intensif di sejumlah titik strategis guna memastikan kondisi perkerasan jalan tetap prima. (Dok. Hutama Karya)

PALEMBANG, NUSALY — Konektivitas darat di sepanjang koridor utama Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) kini tengah bersiap menghadapi ujian beban lalu lintas di awal tahun. Menjelang masuknya bulan Ramadan dan periode libur Imlek 2026, PT Hutama Karya (Persero) melakukan perbaikan intensif di sejumlah titik strategis guna memastikan kondisi perkerasan jalan tetap prima.

Fokus perbaikan mencakup tiga ruas vital di Sumatera Selatan: Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung (Terpeka), Tol Palembang-Indralaya (Palindra), dan ruas terbaru Betung-Tempino-Jambi (Betejam). Seluruh rangkaian pengerjaan fisik ini ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026 untuk menghindari gangguan arus lalu lintas saat volume kendaraan mulai merangkak naik.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menjelaskan bahwa pemeliharaan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol.

“Seluruh pekerjaan pemeliharaan tersebut ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026,” ujar Mardiansyah dalam keterangan resmi yang diterima di Palembang, Minggu (25/1/2026).

Pemetaan Titik Krusial di Ruas Terpeka

Ruas Tol Terpeka, yang menjadi penyambung utama arus dari Lampung menuju Palembang, mendapatkan porsi pemeliharaan paling luas. Pekerjaan dilakukan pada Jalur A (arah Kayu Agung) dan Jalur B (arah Terbanggi Besar), dengan konsentrasi pada beberapa kilometer (KM) yang memiliki beban lalu lintas kendaraan berat cukup tinggi.

Beberapa titik pengerjaan utama berada di KM 228 hingga KM 231, serta sebaran titik lainnya seperti KM 196, KM 265, KM 272, hingga KM 277. Secara keseluruhan, koridor antara KM 140 hingga KM 330 menjadi perhatian khusus tim teknis di lapangan.

Baca juga  Pemerintah Kabupaten OKI Mulai Pendataan Awal 16 Hektare Lahan Akses Tol Mataram Jaya

Sementara itu, pada ruas Tol Palindra yang menjadi akses utama menuju wilayah Ogan Ilir, pemeliharaan difokuskan pada Jalur B (arah Palembang). Titik-titik perbaikan tersebar mulai dari KM 007 hingga KM 013. Untuk ruas Tol Betejam Seksi 4 (Tempino-Simpang Ness), perbaikan dilakukan secara spesifik pada KM 045 untuk menjaga kualitas jalan yang relatif masih baru tersebut.

Keamanan Pengguna di Zona Konstruksi

Mengingat pengerjaan dilakukan di jalur yang tetap beroperasi, Hutama Karya menerapkan protokol keselamatan ketat. Pemasangan rambu-rambu peringatan sesuai standar dan penyiagaan petugas pengatur lalu lintas menjadi prioritas guna meminimalisir risiko kecelakaan di area kerja.

Manajemen Hutama Karya juga menyampaikan permohonan maaf atas potensi pelambatan arus yang mungkin terjadi selama proses perbaikan berlangsung. Pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi zona pemeliharaan yang sering kali mengalami penyempitan jalur.

“Kami mengimbau pengguna jalan untuk lebih waspada, mematuhi rambu, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” tambah Mardiansyah.

Infrastruktur sebagai Penopang Ekonomi

Langkah proaktif perbaikan jalan tol ini menjadi sangat krusial mengingat signifikansi JTTS sebagai urat nadi logistik nasional di Sumatera. Kualitas aspal yang terjaga tidak hanya bicara soal kenyamanan kendaraan pribadi, tetapi lebih jauh tentang efisiensi biaya logistik pangan dan barang yang akan meningkat drastis menjelang hari besar keagamaan.

Dengan selesainya perbaikan pada akhir Januari, diharapkan alur distribusi barang antara Pulau Jawa dan Sumatera melalui koridor Sumatera Selatan dapat berjalan tanpa hambatan teknis di jalan tol. Keandalan infrastruktur ini menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang sangat bergantung pada kelancaran arus barang dan jasa lintas provinsi.

(dhi)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.