PALEMBANG, NUSALY — PT Pusri Palembang, anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), memberikan jaminan ketersediaan stok pupuk bersubsidi bagi petani pada awal tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi antisipatif untuk memastikan proses produksi pertanian tidak terhambat oleh kendala pasokan nutrisi tanaman di tingkat lapangan.
Hingga 21 Januari 2026, Pusri mencatat posisi stok fisik di Gudang Lini II dan Lini III berada pada level aman. Tercatat tersedia 21.302,27 ton Pupuk Urea Bersubsidi dan 9.334,20 ton Pupuk NPK Bersubsidi yang siap disalurkan kepada petani yang berhak.
Realisasi dan Alokasi Tahun 2026
Berdasarkan mandat pemerintah melalui SK Kepmentan Nomor 1360 dan Nomor 1397, Pusri mengelola total alokasi yang cukup signifikan pada tahun ini, yakni sebesar 1.513.630 ton Urea dan 367.615 ton NPK. Besarnya alokasi ini mencerminkan tingginya ketergantungan sektor pertanian nasional pada efektivitas distribusi pupuk di wilayah tanggung jawab Pusri.
Memasuki pekan ketiga Januari, realisasi penyaluran menunjukkan tren positif. Pusri telah menyalurkan 101.984 ton Urea dan 26.509 ton NPK kepada para petani. Kecepatan penyaluran ini menjadi krusial mengingat ketepatan waktu pemupukan sangat menentukan kualitas panen nantinya.
VP Komunikasi & Administrasi Korporat Pusri, Rustam Effendi, mengungkapkan bahwa kelancaran proses distribusi ini tidak lepas dari integrasi sistem pengawasan yang melibatkan berbagai lembaga.
“Kami memastikan stok pupuk bersubsidi tersedia sesuai ketentuan. Penyaluran ini diawasi secara ketat oleh kementerian terkait, Ombudsman, Satgassus Polri, hingga Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) di tiap daerah,” ujar Rustam, Jumat (23/1/2026).
Kemudahan Akses dan Digitalisasi
Salah satu terobosan yang terus diperkuat Pusri pada tahun ini adalah penyederhanaan mekanisme penebusan pupuk. Petani yang telah terdaftar dalam sistem e-RDKK tidak lagi dibebankan oleh birokrasi yang rumit. Hanya dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), petani dapat menebus alokasi pupuk bersubsidi mereka di kios-kios resmi.
Strategi ini tidak hanya memudahkan petani, tetapi juga meminimalisir risiko penyimpangan distribusi di tingkat pengecer. Digitalisasi data petani yang terintegrasi dengan identitas kependudukan memastikan subsidi negara benar-benar tepat sasaran.

Mendukung Stabilitas Nasional
Komitmen Pusri dalam menjaga stabilitas pasokan ini merupakan bagian dari tanggung jawab besar dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia. Di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas global, kepastian stok pupuk dalam negeri menjadi fondasi utama bagi kemandirian pangan.
Dengan pengawasan distribusi yang berlapis dan komitmen pada kualitas produksi, Pusri berharap dapat terus menjadi tulang punggung bagi keberlanjutan produksi pertanian nasional sepanjang tahun 2026.
(emen)
NUSALY Channel
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.




