Scroll untuk baca artikel
Korporasi

Sinergi PT OKI Pulp & Paper Mills Membangun Jalan Beton Air Sugihan demi Percepatan Ekonomi Pesisir

×

Sinergi PT OKI Pulp & Paper Mills Membangun Jalan Beton Air Sugihan demi Percepatan Ekonomi Pesisir

Sebarkan artikel ini
Menanam Beton di Atas Rawa demi Marwah Ekonomi Pesisir Air Sugihan
Lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), unit usaha APP Group, PT OKI Pulp & Paper Mills baru saja merampungkan jalan konstruksi beton sepanjang 1,4 kilometer di jantung aktivitas warga, yakni kawasan Pasar Baung. Dok. Istimewa

Di tengah kepungan rawa pasang surut yang mendominasi 70 persen wilayah Ogan Komering Ilir, PT OKI Pulp & Paper Mills menantang kemustahilan geografis. Lewat jalan beton senilai Rp 4,3 miliar, sebuah standar baru keselamatan dan konektivitas kini hadir memutus isolasi warga.

KAYUAGUNG, NUSALY – Membayangkan pembangunan infrastruktur di pesisir Ogan Komering Ilir (OKI) adalah membayangkan sebuah perlawanan terhadap alam. Di sini, tanah bukan sekadar hamparan mineral padat, melainkan rawa pasang surut yang dinamis labil dan menantang. Bagi warga di Kecamatan Air Sugihan, jalan bukan sekadar aspal, melainkan urat nadi yang menentukan apakah hasil bumi mereka sampai ke pasar atau membusuk di bak kendaraan karena terjebak kubangan lumpur.

Realitas pahit itulah yang perlahan mulai dikikis oleh PT OKI Pulp & Paper Mills. Lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), unit usaha APP Group ini baru saja merampungkan jalan konstruksi beton sepanjang 1,4 kilometer di jantung aktivitas warga, yakni kawasan Pasar Baung.

Proyek ini bukan sekadar seremoni pengguntingan pita pada Jumat (13/2/2026). Dengan lebar 8 meter dan ketebalan mencapai 20 sentimeter, jalan ini adalah sebuah “benteng” beton yang dirancang untuk bertahan di atas lunaknya tanah rawa.

Investasi sosial yang digelontorkan pun tidak main-main; mencapai Rp 4,3 miliar. Angka ini menjadi bukti nyata betapa mahalnya harga sebuah konektivitas di wilayah yang demografinya sangat spesifik.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang hadir menyaksikan peresmian tersebut, mengakui bahwa membangun di OKI membutuhkan nyali dan perencanaan biaya yang jauh lebih besar dibanding wilayah lain.

Baca juga  Peresmian Masjid Al Hikmah Sukarami, Bukti Kekuatan Gotong Royong Warga yang Diapresiasi Herman Deru

“Membangun jalan di tanah mineral itu biasa. Tapi membangun di atas rawa, dengan spesifikasi yang kokoh seperti yang dilakukan PT OKI Pulp ini, adalah inspirasi. Ini adalah bentuk kolaborasi ekosistem yang satu; antara pemerintah, korporasi, dan masyarakat,” ungkap Deru.

Bagi pemerintah daerah, kehadiran korporasi yang mau memikul beban infrastruktur mahal ini adalah oase di tengah ruang fiskal daerah yang kerap terbatas.

Keselamatan sebagai Fondasi

Pembangunan jalan ini menjadi semakin bermakna karena berkelindan dengan peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026. PT OKI Pulp tampaknya ingin menegaskan bahwa standar keselamatan industri mereka kini “tumpah” ke ruang publik. Jalan yang mulus dan kokoh adalah instrumen keselamatan utama bagi warga untuk menghindari kecelakaan logistik yang sering terjadi akibat jalan rusak.

Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata, menekankan bahwa filosofi pembangunan mereka berakar pada penciptaan nilai bersama (creating shared value). Baginya, infrastruktur yang tangguh merupakan prasyarat mutlak bagi pertumbuhan ekonomi lokal yang sehat.

“Kami tidak ingin memberikan kontribusi yang sifatnya sesaat. Jalan ini adalah pengungkit agar distribusi hasil usaha warga lebih lancar dan sinergi kita semua semakin kuat,” kata Suhendra.

Selain jalur di kawasan pasar, perusahaan juga telah mengintegrasikan konektivitas melalui jalan beton sepanjang 4,43 kilometer yang kini dinikmati bersama oleh masyarakat dan operasional perusahaan.

Ini adalah model pembangunan inklusif, di mana keberadaan raksasa industri tidak menjadi menara gading, melainkan menjadi lokomotif yang menarik gerbong ekonomi warga di sekelilingnya.

Lebih dari Sekadar Semen
Vice Director PT OKI Pulp & Paper Mills, Gadang H. Hartawan, menyebut bahwa keberlanjutan operasional perusahaan hanya bisa tercapai jika kesejahteraan sosial masyarakat terjaga. Dok. Istimewa

Lebih dari Sekadar Semen

Bagi manajemen PT OKI Pulp & Paper Mills, beton-beton yang tertanam di Air Sugihan adalah investasi pada rasa percaya. Vice Director PT OKI Pulp & Paper Mills, Gadang H. Hartawan, menyebut bahwa keberlanjutan operasional perusahaan hanya bisa tercapai jika kesejahteraan sosial masyarakat terjaga.

Baca juga  Pemprov Sumsel Selamatkan PSU Empat Lawang dari Krisis Dana, Gelontorkan Rp32 Miliar Lebih

Jalan yang layak akan memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya pemeliharaan kendaraan warga, dan yang terpenting, membuka isolasi psikologis masyarakat pesisir.

“Kami percaya keberlanjutan tidak hanya terkait aspek lingkungan, tetapi juga kesejahteraan sosial. Infrastruktur jalan ini diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi warga sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat,” jelasnya.

Kini, riuh rendah Pasar Baung memiliki wajah baru. Jalur yang dulunya menjadi momok saat musim hujan, kini bertransformasi menjadi jalur distribusi yang andal.

Tak hanya urusan perut, jalan ini juga mempercepat akses mitigasi bencana, seperti mobilisasi alat pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi tantangan tahunan di wilayah gambut ini.

Di atas hamparan beton yang kokoh itu, PT OKI Pulp & Paper Mills sedang menitipkan sebuah pesan: bahwa kemajuan industri dan kesejahteraan rakyat adalah dua sisi dari satu koin yang sama.

Di Air Sugihan, hari esok kini tampak lebih pasti, selayaknya beton yang kini menopang langkah-langkah warga menuju masa depan yang lebih bermartabat.

(dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.