Scroll untuk baca artikel
BUMN & BUMD

Mengejar Pemerataan Akses Air Bersih di Palembang

×

Mengejar Pemerataan Akses Air Bersih di Palembang

Sebarkan artikel ini

Akses terhadap air bersih masih menjadi tantangan bagi kawasan pinggiran Kota Palembang. Tahun ini, Perumda Tirta Musi memprioritaskan perluasan jaringan ke wilayah pertumbuhan baru untuk menekan kesenjangan layanan infrastruktur dasar.

Mengejar Pemerataan Akses Air Bersih di Palembang
Instalasi Pengolahan Air Gandus Perumda Tirta Musi Palembang. (Dok. Sandy - PALTV)

PALEMBANG, NUSALY — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Musi Palembang menargetkan pemasangan 15.000 sambungan pelanggan baru pada tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan layanan air bersih yang difokuskan pada kawasan perumahan di wilayah pinggiran kota yang selama ini belum terjangkau jaringan pipa distribusi.

Perluasan akses ini menjadi krusial mengingat pertumbuhan hunian di Palembang yang terus meluas ke arah barat dan timur. Tanpa jaringan air bersih yang memadai, masyarakat di kawasan baru tersebut terpaksa mengandalkan air tanah yang kualitasnya sering kali tidak memenuhi standar kesehatan.

Plt Direktur Operasional Perumda Tirta Musi Palembang, Rahmad, menjelaskan bahwa optimalisasi distribusi air akan didorong melalui penambahan kapasitas produksi. “Kami akan melakukan optimalisasi minimal 500 liter per detik untuk kawasan-kawasan perumahan baru yang belum mendapatkan distribusi air bersih,” ujarnya di Palembang, Sabtu (31/1/2026).

Fokus pada Kawasan Penyangga

Dalam peta jalan pengembangan jaringan tahun ini, wilayah Gandus dan Borang ditetapkan sebagai prioritas utama. Kedua wilayah ini dikenal sebagai zona pertumbuhan properti yang sangat pesat dalam tiga tahun terakhir. Untuk mendukung target tersebut, penyaluran air akan dikelola melalui instalasi pengolahan air (IPA) dengan dukungan pipa intake di kawasan Gandus.

Berdasarkan data internal perusahaan, potensi kebutuhan pelanggan baru di seluruh Palembang sebenarnya mencapai 30.000 hingga 40.000 sambungan. Namun, manajemen memilih bersikap realistis dengan menetapkan target tahap awal sebanyak 15.000 sambungan guna memastikan kualitas tekanan air tetap terjaga.

“Target kita di tahap awal tahun ini 15.000 sambungan dulu,” kata Rahmad. Skala prioritas ini diambil agar penambahan pelanggan baru tidak mengganggu stabilitas pasokan bagi pelanggan lama yang sudah ada.

Baca juga  Alex Pandawa Lima Siap Bertarung di Pemilihan Wali Kota Palembang 2024

Menekan Angka Kebocoran

Selain memperluas jangkauan, tantangan besar yang dihadapi Perumda Tirta Musi adalah tingginya angka kehilangan air akibat pipa bocor. Masalah teknis ini kerap menjadi pemicu utama keluhan masyarakat terkait mengecilnya debit air yang sampai ke rumah warga.

Rahmad menegaskan, penanganan kebocoran pipa akan dilakukan secara bertahap dan menjadi bagian tak terpisahkan dari program kerja tahun 2026. Perusahaan juga mengevaluasi pipa-pipa tua yang sudah melampaui usia ekonomis dan rentan terhadap tekanan tinggi.

Masyarakat diimbau untuk berperan aktif melaporkan gangguan layanan melalui saluran pengaduan resmi. Pelanggan cukup menyiapkan data berupa nama, ID pelanggan, nomor telepon, serta jenis keluhan agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

Keberhasilan target 15.000 sambungan ini nantinya akan menjadi tolok ukur sejauh mana pemerintah daerah mampu memenuhi hak dasar warga atas air bersih di tengah laju urbanisasi yang terus meningkat. (dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.