Scroll untuk baca artikel
UMKM

Menyisir Potensi Ekonomi Digital di Balik Pintu Rumah

×

Menyisir Potensi Ekonomi Digital di Balik Pintu Rumah

Sebarkan artikel ini

Badan Pusat Statistik Kota Palembang menargetkan pendataan menyeluruh terhadap pelaku usaha "e-commerce" dalam Sensus Ekonomi 2026. Langkah ini bertujuan untuk memotret realitas ekonomi digital yang selama ini kerap luput dari pencatatan statistik konvensional.

Menyisir Potensi Ekonomi Digital di Balik Pintu Rumah
Kepala BPS Palembang Edi Subeno. (Dok. ANTARA/M Imam Pramana)

PALEMBANG, NUSALY — Pertumbuhan ekonomi digital yang masif dalam beberapa tahun terakhir menyisakan tantangan besar bagi otoritas statistik: bagaimana merekam aktivitas ekonomi yang tidak memiliki etalase fisik. Menyikapi hal tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang bersiap melakukan penetrasi pendataan terhadap para pelaku usaha daring (e-commerce) dalam gelaran Sensus Ekonomi 2026 yang akan dimulai pada Mei mendatang.

Langkah ini dipandang mendesak untuk memastikan setiap transaksi dan aktivitas produktif di ranah digital berkontribusi nyata dalam perhitungan pertumbuhan ekonomi daerah. Selama ini, banyak pelaku usaha mikro dan kecil yang mengandalkan platform digital beroperasi dari ruang-ruang privat di rumah tinggal, sehingga luput dari jangkauan sensus yang biasanya hanya menyasar gedung perkantoran atau pusat perbelanjaan.

Mengutip kantor berita Antara, Kepala BPS Kota Palembang Edi Subeno menjelaskan bahwa keberadaan pelaku toko daring sering kali tidak terdeteksi karena karakteristik usahanya yang bersifat domestik. “Pelaku toko daring di Kota Palembang biasanya beroperasi dari rumah, sehingga sulit diketahui secara langsung. Oleh karena itu, kami akan menerapkan sistem pengumpulan data yang lebih komprehensif mulai Mei nanti,” ujar Edi di Palembang, Sabtu (31/1/2026).

Validasi Lapangan

Proses pendataan ini akan dilakukan dalam beberapa tahapan yang mengombinasikan identifikasi awal dan verifikasi faktual. Setelah penyisiran skala usaha mulai dari sektor mikro hingga besar pada bulan Mei, petugas sensus akan diterjunkan langsung untuk melakukan pendataan dari pintu ke pintu (door-to-door) pada bulan Juni. Validasi lapangan ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya.

Tantangan dalam mencakup seluruh pelaku e-commerce memang tidak ringan. Mobilitas pelaku usaha digital yang tinggi serta kerahasiaan lokasi usaha sering kali menjadi kendala teknis. Namun, BPS menegaskan bahwa inklusivitas data ini sangat menentukan akurasi potret ekonomi daerah. Tanpa data dari sektor digital, kalkulasi pertumbuhan ekonomi hanya akan menyajikan setengah dari realitas pasar yang sesungguhnya.

Baca juga  Bank Sumsel Babel Luncurkan Program Kolaborasi Pemasaran untuk UMKM, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bangka Belitung

Pemerintah berharap dengan terdatanya pelaku usaha daring secara akurat, potensi “kue” perekonomian Palembang akan terlihat jauh lebih besar. Hal ini tidak hanya berguna bagi data statistik semata, tetapi juga sebagai dasar pengambilan kebijakan ekonomi, seperti penyaluran bantuan modal, pelatihan kewirausahaan, hingga pengembangan infrastruktur digital yang tepat sasaran.

Performa Ekonomi

Urgensi pendataan ini semakin kuat mengingat performa ekonomi Kota Palembang yang tengah menunjukkan tren positif. Berdasarkan data pada Triwulan III Tahun 2025, ekonomi ibu kota Sumatera Selatan ini tercatat tumbuh sebesar 5,82 persen. Capaian ini secara konsisten didorong oleh tingginya aktivitas ekonomi yang dipicu oleh penyelenggaraan berbagai acara berskala besar (event) di Palembang.

Meskipun sektor pariwisata dan jasa menjadi motor penggerak utama, sektor perdagangan daring diyakini menjadi penyokong tersembunyi yang menjaga daya beli masyarakat di tingkat akar rumput. Dengan integrasi data e-commerce ke dalam Sensus Ekonomi 2026, diharapkan angka pertumbuhan ekonomi tahun-tahun mendatang akan jauh lebih presisi dan mencerminkan dinamika zaman.

Efektivitas sensus ini pada akhirnya kembali pada kerja sama masyarakat. BPS mengimbau agar para pelaku usaha memberikan informasi yang jujur dan akurat kepada petugas. Kejujuran dalam memberikan data merupakan kontribusi warga dalam membantu pemerintah merancang strategi ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Paradoks Statistik

Fenomena toko daring di dalam rumah merupakan paradoks dalam statistik perkotaan. Di satu sisi, ia adalah tanda kemajuan literasi digital dan kemandirian ekonomi masyarakat. Namun di sisi lain, ia menciptakan “area gelap” dalam kebijakan fiskal dan perencanaan pembangunan jika terus-menerus tidak terdata.

Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi ujian bagi BPS dalam beradaptasi dengan kultur ekonomi yang kian terdisrupsi. Transformasi metode dari konvensional menuju komprehensif adalah keniscayaan agar statistik tidak sekadar menjadi deretan angka di atas kertas, melainkan kompas yang benar-benar menunjukkan arah gerak ekonomi rakyat yang sesungguhnya.

Baca juga  Ekonomi Sumsel Tumbuh Impresif, BPS RI Apresiasi Komitmen Kepala Daerah Bangun Berbasis Data

Ketepatan data ini kelak akan menentukan bagaimana Palembang memposisikan diri dalam persaingan ekonomi regional. Sejauh mana potensi ekonomi digital mampu dikapitalisasi sebagai kekuatan baru akan sangat bergantung pada seberapa jernih pemerintah melihat peta ekonomi tersebut melalui kacamata data yang valid dan mutakhir.

(desta)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.