Scroll untuk baca artikel
MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --

Banner Pemprov Sumsel Ramadhan 1447 H
Laporan Utama

Diplomasi ”Emas Hitam” dan Pertaruhan Gagasan Sumatera Selatan di Munas SWI 2026

×

Diplomasi ”Emas Hitam” dan Pertaruhan Gagasan Sumatera Selatan di Munas SWI 2026

Sebarkan artikel ini
Diplomasi ”Emas Hitam” dan Pertaruhan Gagasan Sumatera Selatan di Munas SWI 2026
Buka Puasa Bersama dan Rapat Pleno DPW SWI Sumsel yang berlangsung sukses di Dapoer Bella, Palembang, Minggu (22/2/2026). Dok. SWI Sumsel

Delegasi Sumatera Selatan bersiap menghentak panggung Musyawarah Nasional SWI di Boyolali dengan membawa misi diplomasi daerah. Antara draf transformasi digital yang teknokratis dan strategi ”soft power” budaya, mereka berupaya menggeser sentralitas organisasi.

PALEMBANG, NUSALY – Musyawarah Nasional (Munas) bagi sebuah organisasi profesi jurnalis bukan sekadar ajang pergantian nakhoda atau pembaruan pasal-pasal dalam anggaran dasar. Di balik meja-meja sidang yang kaku, Munas adalah panggung kontestasi pengaruh, arena adu gagasan, dan sering kali menjadi ajang unjuk kekuatan identitas daerah.

Semangat itulah yang kini sedang mendidih di tubuh Dewan Pimpinan Wilayah Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) Sumatera Selatan. Dalam pertemuan yang berlangsung di Palembang, Minggu (22/2/2026), jajaran pengurus Bumi Sriwijaya ini secara resmi menabuh genderang keberangkatan menuju Munas SWI 2026 yang akan digelar di Boyolali, Jawa Tengah. Namun, mereka tidak sekadar datang untuk menggugurkan kewajiban administratif.

Ketua DPW SWI Sumsel, Hariyono, menegaskan bahwa kehadiran mereka di Boyolali nanti akan menggunakan format full team. Sebuah pesan simbolis yang ingin menunjukkan bahwa soliditas di daerah merupakan modal utama untuk memengaruhi kebijakan di tingkat pusat.

”Kami memposisikan diri sebagai Duta Sumatera Selatan. Ada pesan persahabatan sekaligus profesionalisme jurnalisme yang kami bawa dari Bumi Sriwijaya. Sumsel harus menjadi subjek strategis dalam Munas nanti,” ujar Hariyono dengan nada mantap.

Teknokratis dan Identitas

Yang menarik dari pergerakan delegasi Sumsel kali ini adalah pembagian strategi yang bersifat ganda: otak dan rasa. Secara intelektual, mereka telah merampungkan draf transformasi digital yang akan diajukan sebagai draf nasional. Hal ini mencerminkan kegelisahan jurnalis daerah terhadap ketertinggalan adopsi teknologi yang kian hari kian niskala batasnya antara jurnalisme profesional dan konten media sosial.

Baca juga  Ratu Dewa Bidik Adopsi Ekosistem Digital Jakarta untuk Transformasi Palembang Smart City

Sekretaris Wilayah DPW SWI Sumsel, Adi, menyebut draf tersebut sebagai “Kejutan Strategis”. Menurut dia, Sumsel tidak ingin terjebak dalam perdebatan klasik organisasi yang sering kali bersifat kontraproduktif. Mereka memilih jalur teknokratis menawarkan solusi nyata bagaimana organisasi wartawan bisa bertahan di tengah disrupsi kecerdasan buatan (AI) dan algoritma global yang sering kali meminggirkan isu-isu daerah.

Namun, diplomasi tidak selamanya soal kertas kerja. Sumsel menyadari bahwa di ruang-ruang lobi, “rasa” sering kali bicara lebih banyak. Ada sebuah kejutan fisik yang telah dikurasi secara khusus untuk dibagikan kepada delegasi dari seluruh penjuru Nusantara. Meski masih dirahasiakan, sinyal-sinyal yang dilempar mengarah pada upaya menonjolkan potensi unggulan dan keramahtamahan daerah.

”Ini adalah bagian dari soft power diplomasi kami. Kami ingin setiap delegasi membawa pulang kesan mendalam tentang Sumatera Selatan. Ada komoditas dan buah tangan resmi yang telah kami kurasi secara khusus,” ungkap sang Sekretaris Wilayah yang juga pegiat media digital tersebut.

Upaya Mengikis Sentralisme

Langkah Sumsel ini merupakan anomali yang menyegarkan di tengah kecenderungan organisasi profesi yang sering kali masih bersifat Jakarta-sentris. Dengan membawa kekuatan penuh, Sumsel seolah ingin mengonfirmasi bahwa denyut nadi organisasi justru berada di daerah. Kekuatan ekonomi mandiri yang diklaim oleh DPW SWI Sumsel menjadi bahan bakar utama bagi kelincahan manuver diplomasi mereka.

Secara sosiologis, keberanian Sumsel untuk tampil dominan di Munas mencerminkan kebangkitan kesadaran jurnalis daerah. Mereka tidak lagi ingin hanya menjadi penonton dalam setiap pengambilan keputusan besar. Munas 2026 di Boyolali akan menjadi ujian, sejauh mana gagasan dari daerah bisa diterima dan diimplementasikan secara nasional.

Diplomasi melalui komoditas daerah baik itu berupa kopi, kain, atau kudapan khas merupakan strategi kuno namun tetap efektif dalam mencairkan kebuntuan politik di meja rapat. Jika Sumsel berhasil mengawinkan draf transformasi digitalnya dengan pendekatan budaya tersebut, maka Boyolali akan menjadi saksi bergesernya pusat pengaruh SWI ke wilayah selatan Sumatera.

Baca juga  Strategi Ogan Komering Ilir Menghapus Area Tanpa Sinyal Lewat Kolaborasi Infrastruktur Digital

Menjaga Integritas Profesi

Di atas semua manuver politik organisasi tersebut, esensi dari sebuah organisasi wartawan tetaplah menjaga integritas profesi. Munas di Boyolali diharapkan tidak hanya menjadi panggung pamer kekuatan, tetapi juga menghasilkan resolusi yang mampu melindungi jurnalis dari ancaman kekerasan dan ketidakpastian ekonomi.

Persiapan kolektif yang dilakukan SWI Sumsel menunjukkan bahwa organisasi ini sedang bertransformasi menjadi entitas yang lebih modern dan visi yang melampaui urusan administratif. Keberhasilan delegasi Sumsel nantinya akan diukur dari seberapa banyak draf gagasan mereka yang diadopsi menjadi kebijakan nasional, serta seberapa besar mereka mampu menjaga marwah jurnalisme tetap tegak di tengah godaan kepentingan politik yang biasanya menyusup di ajang Munas.

Harapannya, kepulangan delegasi dari Boyolali nanti tidak hanya membawa oleh-oleh dari Jawa Tengah, tetapi membawa kemenangan bagi jurnalisme daerah yang berdaulat, mandiri, dan bermartabat.

(dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.