Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru apresiasi gelaran Fashion Show Dekranasda sebagai ajang pamer kemilau kain etnik yang adaptif dengan tren desain modern.
PALEMBANG, NUSALY – Kemilau kain tradisional Sumatera Selatan kembali mencuri perhatian dalam panggung busana yang megah. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menghadiri langsung Fashion Show Wastra Sumsel yang diinisiasi oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (2/4/2026).
Gelaran ini menjadi pernyataan tegas bahwa kain khas daerah seperti Songket dan Tajung memiliki kelas tersendiri yang mampu bersaing di kancah global.
Bagi Herman Deru, kehadiran wastra bukan sekadar pameran busana, melainkan komitmen pelestarian budaya yang berdampak pada ekonomi kerakyatan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memberikan dukungan penuh terhadap inovasi produk lokal agar tetap relevan dengan selera pasar modern tanpa kehilangan identitas etniknya. Sinergi antara perajin dan desainer menjadi kunci agar wastra Sumsel naik kelas.
Pemberdayaan UMKM
Semangat memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi fondasi utama dalam setiap gerak Dekranasda. Ketua Dekranasda Sumsel, Hj. Febrita Lustia Herman Deru, menegaskan bahwa rangkaian acara ini merupakan puncak dari kolaborasi aktif yang melibatkan penggerak PKK dari 17 kabupaten dan kota.
Diskusi dan koordinasi lintas wilayah dilakukan untuk memastikan semangat pemberdayaan perajin tidak pernah surut.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung upaya kolektif ini. Melestarikan wastra adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan napas budaya kita tetap hidup dan menghidupi para perajin,” ujar Hj. Feby Deru dengan nada optimis di sela acara.
Sebagai bentuk penghargaan nyata, Dekranasda Sumsel memberikan apresiasi khusus kepada para maestro perajin yang telah mendedikasikan hidupnya menjaga warisan leluhur.
Nama-nama seperti Nurkasih dari KATON Art Gallery, Roudho perajin perhiasan etnik, hingga Ujang Ismail dan Kemas Muhammad Ali sebagai maestro Songket, serta Udin Abdullah pelestari kain Tajung, menerima penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjaga kualitas benang dan motif khas Sumsel.
Identitas Modern
Acara yang juga dihadiri Wakil Gubernur H. Cik Ujang ini mencapai puncaknya saat para Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota bersama jajaran Kepala OPD Pemprov Sumsel turun ke catwalk.
Mereka memeragakan berbagai wastra Sumsel dalam balutan desain yang modis namun tetap kental dengan nuansa tradisional. Aksi ini menjadi simbol bahwa pejabat publik pun bangga mengenakan produk lokal dalam keseharian maupun agenda resmi.
Herman Deru menilai, desain yang modern namun tetap etnik adalah jembatan bagi wastra Sumsel untuk diterima oleh generasi muda dan pasar internasional. Keindahan Songket yang berkualitas tinggi dan kain Tajung yang legendaris kini tidak lagi dianggap kaku, melainkan menjadi gaya hidup yang berkelas.
Legacy Budaya
Melalui fashion show ini, Sumatera Selatan mengirimkan pesan bahwa warisan budaya adalah aset ekonomi yang luar biasa jika dikelola dengan inovasi.
Herman Deru berharap, penghargaan bagi para perajin dapat memicu regenerasi di tingkat desa agar keahlian menenun tidak hilang ditelan zaman. Dukungan pemerintah dalam bentuk promosi dan penyediaan ruang pamer akan terus diperluas guna menjamin kesejahteraan para perajin.
Penutupan acara yang meriah ini menegaskan posisi Sumsel sebagai pusat kriya yang dinamis di Sumatera. Dengan pengawalan dari sosok seperti Feby Deru dan dukungan kebijakan dari Gubernur, wastra Sumatera Selatan optimis akan terus bersinar, menjadi kebanggaan wong kito yang diakui dunia. (desta)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





