MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Palembang Berdaya

Ibu-ibu Pejabat Palembang Sambangi Warga di Balik Gunungan Sampah Sukawinatan

Ibu-ibu Pejabat Palembang Sambangi Warga di Balik Gunungan Sampah Sukawinatan
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Palembang Dewi Sastrani bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Palembang Ida Royani memilih turun langsung ke lokasi yang sering kali luput dari pandangan mata warga kota ini. Dok. Diskominfo Palembang

Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan Palembang menyalurkan paket sembako bagi warga yang bermukim di kawasan TPA Sukawinatan. Aksi sosial di tengah bau menyengat ini menjadi pengingat bahwa di balik megahnya pembangunan kota, masih ada kelompok masyarakat marginal yang bergelut dengan keterbatasan di garis depan sanitasi.

PALEMBANG, NUSALY – Bau menyengat yang menusuk hidung dan kepulan gas metana dari tumpukan sampah setinggi bukit menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga yang bermukim di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan.

Namun, pada Kamis (5/3/2026), suasana di kawasan pinggiran Kota Palembang ini sedikit berbeda. Deretan kendaraan dinas tampak terparkir di antara truk-truk pengangkut sampah yang hilir mudik.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Palembang Dewi Sastrani bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Palembang Ida Royani memilih turun langsung ke lokasi yang sering kali luput dari pandangan mata warga kota ini.

Kedatangan mereka bukan untuk urusan birokrasi formal, melainkan membawa secercah harapan dalam bentuk paket sembako bagi warga yang menggantungkan hidupnya di sekitar pusat pembuangan limbah kota tersebut.

Langkah menyambangi warga TPA Sukawinatan ini menjadi simbol bahwa keberkahan Ramadhan 1447 Hijriah harus menyentuh hingga ke sudut-sudut paling kumuh sekalipun. Sebanyak 50 paket sembako berisi beras, minyak goreng, gandum, hingga minuman ringan dibagikan secara simbolis. Bagi warga di sana, bantuan ini lebih dari sekadar urusan perut; ini adalah bentuk pengakuan bahwa keberadaan mereka masih dianggap oleh pemerintah kota.

Kepedulian di Garis Pinggir

Kehidupan di Sukawinatan bukanlah perkara mudah. Masyarakat di sini hidup berdampingan dengan risiko kesehatan yang tinggi dan sanitasi yang buruk. Dewi Sastrani menyadari bahwa intervensi materiil seperti sembako hanyalah bantuan jangka pendek. Namun, dalam konteks Ramadhan, kehadiran fisik para istri pejabat di lokasi ini memberikan dukungan moral yang besar. Kepedulian sosial di sini coba digerakkan secara kolektif, bukan sekadar aksi individu.

Dalam penyaluran bantuan ini, PKK menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palembang. Kolaborasi lintas lembaga ini menunjukkan bahwa menangani masalah sosial di kawasan marginal memerlukan sinergi yang kuat. Dana zakat dan infak yang dikelola secara profesional kini mulai merambah ke wilayah-wilayah yang secara geografis berada di “garis pinggir” peta pembangunan Palembang.

“Semoga kegiatan di bulan suci ini bisa menjadi berkah. Kami ingin masyarakat di area TPA juga merasakan manfaat dari kehadiran organisasi perempuan di kota ini,” ujar Dewi di sela-sela pembagian bantuan. Di tengah debu dan aroma sampah yang tajam, interaksi hangat antara para kader PKK dan ibu-ibu pemulung menciptakan pemandangan yang kontras sekaligus menyentuh hati.

Revitalisasi Program PKK

Momentum kunjungan ke Sukawinatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026. Dengan mengusung tema penguatan 10 Program Pokok PKK menuju Indonesia Emas, Dewi Sastrani mencoba merevitalisasi peran kader di lapangan.

Ia menekankan bahwa PKK tidak boleh hanya menjadi organisasi yang sibuk dengan urusan administrasi di kantor kelurahan atau kecamatan, tetapi harus berani turun ke zona-zona sulit seperti TPA.

Visi besar Indonesia Emas 2026 hanya bisa dicapai jika masalah kesehatan dan gizi di tingkat keluarga—termasuk bagi warga di pinggiran kota—bisa tertangani dengan baik.

Sepuluh program pokok PKK, mulai dari penghayatan Pancasila hingga kesehatan dan kelestarian lingkungan, harus diimplementasikan secara nyata di kawasan seperti Sukawinatan. Edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi sangat krusial bagi warga yang setiap hari bergelut dengan limbah domestik.

“Kami ingin TP PKK tetap jaya dan memberikan kontribusi nyata. Asta Cita pemerintah pusat harus dimulai dari ketahanan keluarga di tingkat bawah,” pungkas Dewi. Melalui momentum HKG ke-54 ini, PKK Palembang seolah ingin menegaskan kembali identitasnya sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan realitas sosial di lapangan.

Potret Kesenjangan Kota

Kehadiran DWP dan PKK di Sukawinatan juga secara tidak langsung memotret wajah kesenjangan di Palembang. Di saat pusat kota berhias lampu-lampu dekoratif Ramadhan, warga di sekitar TPA masih harus berjuang dengan kualitas air dan udara yang jauh dari standar kesehatan.

Bantuan sembako memang meringankan beban pengeluaran harian, namun tantangan jangka panjang mengenai relokasi atau perbaikan infrastruktur di kawasan penyangga TPA tetap menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi Pemerintah Kota Palembang.

Warga Sukawinatan yang mayoritas bekerja sebagai pemulung menyambut baik langkah ini. Bagi mereka, kehadiran tokoh-tokoh perempuan di Palembang ini merupakan bentuk validasi sosial di tengah stigma negatif yang sering menempel pada warga yang tinggal di sekitar tempat sampah.

Keberkahan Ramadhan kali ini setidaknya meninggalkan kesan mendalam bahwa keikhlasan berbagi tidak mengenal batas wilayah atau status sosial.

Pada akhirnya, kunjungan ke TPA Sukawinatan ini bukan sekadar agenda musiman untuk mengisi kalender kegiatan organisasi. Ia adalah sebuah refleksi bagi seluruh elemen kota bahwa kesejahteraan harus bersifat inklusif.

Di balik gunungan sampah yang terus meninggi, ada ribuan jiwa yang menanti sentuhan kebijakan yang lebih permanen, agar suatu saat nanti, mereka tidak hanya menjadi objek bantuan sembako, tetapi juga menjadi subjek dari pembangunan kota yang sesungguhnya. (desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version