Scroll untuk baca artikel
MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --

Banner Pemprov Sumsel Ramadhan 1447 H
DPRD OI

Edwin Cahya Putra Memaknai Isra Mi’raj sebagai Fondasi Etika Sosial di Era Digital

×

Edwin Cahya Putra Memaknai Isra Mi’raj sebagai Fondasi Etika Sosial di Era Digital

Sebarkan artikel ini
Edwin Cahya Putra Memaknai Isra Mi’raj sebagai Fondasi Etika Sosial di Era Digital
Edwin Cahya Putra Memaknai Isra Mi’raj sebagai Fondasi Etika Sosial di Era Digital. (dok. Yud)

Ketua DPRD Ogan Ilir Edwin Cahya Putra menekankan bahwa nilai spiritualitas harus bertransformasi menjadi kesantunan dalam bermedia sosial. Ia mengingatkan bahwa pembangunan daerah yang cerdas memerlukan manusia yang kuat secara moral dan intelektual.

OGAN ILIR, NUSALY – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 2026 menjadi momentum penting bagi para pemangku kebijakan untuk merefleksikan kembali arah pembangunan manusia di tengah gempuran teknologi. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir, H. Edwin Cahya Putra, S.IP, menegaskan bahwa peristiwa agung tersebut bukan sekadar ritual historis, melainkan pedoman krusial dalam menjaga etika sosial dan integritas moral di era modern.

Mewakili pimpinan dan seluruh anggota DPRD Ogan Ilir, Edwin memandang bahwa tantangan globalisasi yang semakin kompleks menuntut masyarakat untuk memiliki “jangkar” spiritual yang kuat. Baginya, esensi perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram menuju Sidratul Muntaha mengandung pesan tentang disiplin dan tanggung jawab yang harus diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Salah satu poin utama yang disoroti Edwin adalah relevansi ibadah salat sebagai tiang agama yang melahirkan pribadi jujur dan disiplin. Ia meyakini bahwa jika nilai-nilai spiritualitas ini tertanam kuat, maka perilaku sosial masyarakat—termasuk para aparatur sipil dan pejabat publik—akan lebih terarah pada pengabdian yang tulus.

“Isra Mi’raj adalah momentum untuk memperbaiki hubungan kita dengan Sang Pencipta sekaligus dengan sesama manusia. Di tahun 2026 ini, tantangan moral semakin kompleks, sehingga kekuatan iman harus menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai persoalan hidup,” ujar Edwin dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).

Baca juga  Skandal Moral Kades Ogan Ilir: Terdakwa Perzinaan Masih Menjabat, Pemkab Tunggu Putusan Pengadilan

Transformasi Akhlak di Dunia Maya

Di tengah visi “Ogan Ilir Smart” yang tengah digalakkan, Edwin memberikan catatan khusus mengenai perilaku masyarakat di ruang digital. Ia menekankan bahwa literasi digital tidak hanya soal kecakapan teknis, tetapi juga kematangan akhlak. Menurutnya, implementasi nyata dari nilai-nilai Isra Mi’raj di masa kini adalah bagaimana umat Islam mampu menjaga lisan dan jemari dari ujaran kebencian.

Ketua DPRD Ogan Ilir ini mengingatkan agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial dengan tidak menyebarkan fitnah atau provokasi. Baginya, kesantunan dan kerendahan hati harus tetap terpancar meski dalam interaksi di dunia maya.

“Akhlak mulia harus tercermin secara konsisten, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Kita harus membangun peradaban yang cerdas secara intelektual namun tetap bermartabat secara moral,” tegasnya.

Pembangunan Manusia sebagai Investasi Jangka Panjang

Merefleksikan peristiwa Amul Huzni atau tahun kesedihan yang dialami Nabi sebelum Isra Mi’raj, Edwin mengajak masyarakat Ogan Ilir untuk tetap tangguh dan sabar dalam menghadapi tantangan ekonomi maupun sosial. Ia percaya bahwa di balik setiap kesulitan, selalu ada jalan keluar bagi mereka yang memegang teguh nilai kebenaran.

DPRD Ogan Ilir memandang pembangunan daerah tidak boleh hanya bertumpu pada infrastruktur fisik. Edwin menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia yang memiliki integritas moral adalah investasi jangka panjang yang paling berharga. Masyarakat yang kuat secara spiritual dan cerdas secara pemikiran akan menjadi motor penggerak bagi kemajuan Ogan Ilir yang berkelanjutan.

“Pembangunan tidak hanya soal fisik. Jika akhlak masyarakatnya baik dan ilmunya kuat, maka daerah akan lebih maju dan sejahtera secara batiniah maupun lahiriah,” pungkas Edwin.

Pesan keagamaan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen di Ogan Ilir untuk terus melakukan perbaikan diri. Melalui harmoni antara ketaatan ritual dan kesalehan sosial, DPRD Ogan Ilir optimistis kabupaten ini akan tumbuh menjadi daerah yang tidak hanya modern secara fasilitas, tetapi juga luhur dalam peradaban.

Baca juga  Tragedi di Kandang Sapi, Petani Ogan Ilir Akhiri Hidup, Diduga Depresi

***

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.