Scroll untuk baca artikel
Muba Maju Lebih Cepat

Koperasi di Musi Banyuasin Pacu Hilirisasi Minyak Makan Merah

×

Koperasi di Musi Banyuasin Pacu Hilirisasi Minyak Makan Merah

Sebarkan artikel ini

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mendorong penguatan kapasitas koperasi primer melalui hilirisasi komoditas kelapa sawit. Pembangunan pabrik minyak makan merah menjadi strategi kunci untuk meningkatkan nilai tambah produk petani sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi perdesaan.

Koperasi di Musi Banyuasin Pacu Hilirisasi Minyak Makan Merah
Bupati Musi Banyuasin H.M. Toha Tohet memberikan apresiasi terhadap keberanian koperasi dalam mengambil peran di sektor hulu hingga hilir. (Dok. Diskominfo Muba)

BABAT TOMAN, NUSALY — Paradigma koperasi sebagai organisasi ekonomi perdesaan kini mulai bergeser ke arah industri padat modal yang kompetitif. Di Kabupaten Musi Banyuasin, Koperasi Unit Desa (KUD) Sejahtera menunjukkan lompatan besar dengan melakukan hilirisasi kelapa sawit secara mandiri. Langkah ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi petani swadaya untuk lepas dari ketergantungan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang fluktuatif.

Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang digelar di Babat Toman, Kamis (29/1/2026), Bupati Musi Banyuasin H.M. Toha Tohet memberikan apresiasi terhadap keberanian koperasi dalam mengambil peran di sektor hulu hingga hilir. Menurut Toha, KUD Sejahtera bukan lagi sekadar wadah simpan pinjam atau penyedia pupuk, melainkan telah bertransformasi menjadi korporasi petani yang memiliki daya tawar tinggi.

“KUD Sejahtera ini menjadi contoh bagaimana koperasi bisa tetap eksis, maju, dan berprestasi. Kemitraan pembangunan pabrik CPO dengan PT PUSSA merupakan satu-satunya di Sumatera Selatan bagi koperasi primer. Ini adalah wujud nyata dari tata kelola yang transparan dan akuntabel,” ujar Toha Tohet di hadapan para anggota koperasi.

Nilai Tambah

Transformasi KUD Sejahtera yang paling signifikan adalah rencana pembangunan pabrik minyak makan merah. Inisiatif ini dinilai strategis karena mampu mengolah hasil kebun anggota menjadi produk jadi yang siap dikonsumsi masyarakat. Hilirisasi ini diprediksi akan memberikan margin keuntungan yang lebih besar dibandingkan hanya menjual kelapa sawit dalam bentuk mentah.

Bupati menekankan bahwa keberadaan pabrik minyak makan merah akan menjadi solusi jangka panjang bagi kesejahteraan petani. Dengan mengolah TBS menjadi minyak makan merah di tingkat lokal, mata rantai distribusi yang panjang dapat dipangkas. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani secara signifikan, tetapi juga menjamin ketersediaan pangan murah dan bernutrisi bagi warga di sekitar wilayah perkebunan.

Baca juga  Konsolidasi NasDem Sumsel, Herman Deru Dorong Kader Muba Adaptasi Digital dan Pertajam Ketokohan

Saat ini, total perkembangan koperasi di Kabupaten Musi Banyuasin mencapai 668 unit, yang tersebar di 15 kecamatan. Dari jumlah tersebut, KUD Sejahtera menonjol sebagai pemimpin pasar (market leader) di sektor produksi. Keberhasilan ini diharapkan dapat direplikasi oleh 446 koperasi lainnya di Muba agar memiliki kemandirian yang sama dalam mengelola komoditas unggulan masing-masing daerah.

Perluasan Produksi

Secara teknis, ekspansi usaha KUD Sejahtera terus menunjukkan tren positif. Ketua Umum KUD Sejahtera Babat Toman, Thamrin, melaporkan bahwa luas lahan perkebunan sawit yang dikelola kini bertambah menjadi 3.077 hektar. Menariknya, seluruh lahan tersebut kini telah memasuki masa produksi aktif. Penguatan infrastruktur pendukung seperti pengadaan alat berat juga terus dilakukan untuk memastikan efisiensi operasional di lapangan.

Pihak pengelola koperasi menargetkan produksi sekitar 72 ton pada tahun ini. Skema bagi hasil pun terus dievaluasi demi keberpihakan kepada petani, di mana saat ini porsi petani mencapai 52 persen dan ditargetkan akan meningkat hingga 60 persen di masa mendatang. Selain fokus pada bisnis, koperasi juga menunjukkan tanggung jawab sosialnya dengan merencanakan pengadaan ambulans untuk pelayanan kesehatan anggota.

Dukungan pemerintah daerah melalui dinas-dinas terkait, seperti Dinas Perkebunan serta Dinas Koperasi dan UKM, sangat menentukan keberlanjutan proyek hilirisasi ini. Pendampingan teknis dan kemudahan perizinan menjadi prasyarat agar pabrik minyak makan merah yang direncanakan dapat segera beroperasi sesuai standar keamanan pangan yang berlaku.

Kemandirian Ekonomi

Langkah KUD Sejahtera ini selaras dengan visi besar Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sektor perkebunan. Di tengah tantangan ekonomi global, kemandirian dalam memproduksi bahan pangan pokok seperti minyak goreng adalah langkah preventif untuk menjaga ketahanan daerah.

Baca juga  Menata Integritas Birokrasi Musi Banyuasin di Awal 2026

Kehadiran Bupati Toha Tohet dalam forum tertinggi koperasi ini mengirimkan pesan kuat bahwa pemerintah daerah hadir untuk menyokong inovasi petani. Koperasi primer di Muba kini tidak lagi dipandang sebelah mata; mereka adalah aktor ekonomi yang mampu mengelola industri secara profesional tanpa menghilangkan semangat gotong royong yang menjadi akar pembentukannya.

Ke depan, tantangan bagi KUD Sejahtera adalah menjaga konsistensi kualitas produksi dan memperluas jaringan pasar hingga ke luar daerah. Jika hilirisasi minyak makan merah ini berjalan sukses, Musi Banyuasin berpotensi menjadi pionir nasional dalam model bisnis koperasi berbasis hilirisasi sawit yang inklusif dan berkelanjutan.

(hra)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.