OGAN ILIR, NUSALY — Upaya penguatan sumber daya manusia sejak dini di Kabupaten Ogan Ilir memasuki babak baru. Kehadiran dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terstandarisasi kini menjadi tumpuan bagi ribuan siswa untuk mendapatkan asupan nutrisi yang layak. Peresmian Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Timbangan 2 di Kecamatan Indralaya Utara pada Rabu (28/1/2026) menandai komitmen daerah dalam mengintegrasikan program nasional dengan kebutuhan riil masyarakat.
Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, menegaskan bahwa ketersediaan makanan sehat bagi anak sekolah adalah fondasi krusial dalam membangun daya saing daerah. Menurutnya, program yang dijalankan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) ini merupakan investasi jangka panjang untuk memutus rantai masalah gizi di wilayahnya.
“Ketersediaan asupan yang bergizi bukan sekadar soal rasa, melainkan soal bagaimana kita membangun fondasi kecerdasan dan kesehatan anak-anak kita. Ini adalah langkah konkret menuju generasi emas yang berkualitas,” ujar Panca saat meresmikan fasilitas tersebut.
Efek Pengganda bagi Ekonomi Lokal
Di balik misi kesehatan, operasional dapur MBG di Ogan Ilir juga membawa dampak ekonomi yang nyata. Kehadiran SPPG Timbangan 2 tercatat mampu menyerap sedikitnya 48 tenaga kerja lokal secara langsung. Hal ini menunjukkan bahwa program MBG memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang mampu menggerakkan roda ekonomi di tingkat kelurahan.
Hingga Januari 2026, Kabupaten Ogan Ilir telah memiliki 39 unit SPPG yang tersebar di berbagai wilayah. Ekspansi satuan layanan ini menunjukkan kesiapan manajerial pemda dalam mendukung ketahanan pangan skala lokal. Panca menambahkan bahwa pengelolaan unit-unit ini dilakukan dengan standar ketat untuk memastikan keberlanjutan program dan kualitas yang terjaga.
Senada dengan hal tersebut, anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Aswan Mufti, yang turut hadir dalam peresmian, menggarisbawahi pentingnya fungsi pengawasan pada unit layanan tersebut. Sebagai pendukung utama, SPPG berperan dalam memastikan bahwa distribusi makanan memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku nasional.
“Distribusi bagi peserta didik harus presisi, baik dari segi waktu maupun kandungan gizinya,” kata Aswan.
Sinergi Lintas Sektoral di Indralaya Utara
Keberhasilan operasional dapur MBG ini merupakan hasil kolaborasi antara SPPG Timbangan 2 dengan Yayasan Mufa. Keterlibatan sektor swasta dan organisasi kemasyarakatan dianggap menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga ritme pelayanan kepada para tenaga pendidik dan siswa sebagai penerima manfaat utama.
Acara peresmian tersebut juga diikuti oleh perwakilan dari TNI-Polri serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, yang mempertegas bahwa isu gizi telah menjadi prioritas lintas sektor di Ogan Ilir. Dengan sinergi yang terbangun, Ogan Ilir kini melangkah lebih maju dalam membuktikan bahwa program nasional dapat dieksekusi dengan sentuhan pemberdayaan lokal yang kuat.
(aaa)
NUSALY Channel
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



