Scroll untuk baca artikel
OKI Maju Bersama

Memperkuat Ekosistem Ekspor Udang OKI melalui Keandalan Listrik

×

Memperkuat Ekosistem Ekspor Udang OKI melalui Keandalan Listrik

Sebarkan artikel ini
Memperkuat Ekosistem Ekspor Udang OKI melalui Keandalan Listrik
Sentra tambak udang vaname di Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang, kini tengah bertransformasi dari pengelolaan tradisional menuju industri yang lebih efisien melalui penguatan infrastruktur kelistrikan. (dok. diskominfo OKI)

Pasokan listrik yang stabil menjadi kunci optimalisasi produksi udang vaname di pesisir Ogan Komering Ilir. Efisiensi biaya operasional pascatransisi dari genset ke PLN diharapkan mampu mendorong perluasan lahan budidaya hingga 40 persen.

OKI, NUSALY – Sektor perikanan budidaya di pesisir Sumatera Selatan, khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terus memantapkan posisinya sebagai kontributor devisa negara. Sentra tambak udang vaname di Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang, kini tengah bertransformasi dari pengelolaan tradisional menuju industri yang lebih efisien melalui penguatan infrastruktur kelistrikan.

Potensi ekspor dari kawasan yang dahulu dikelola oleh PT Wahyuni Mandira ini sangat signifikan. Produksi udang vaname dari Sumatera Selatan mencapai sekitar 15.000 ton per tahun, dengan kontribusi besar berasal dari petambak mandiri di Sungai Menang. Namun, optimalisasi lahan saat ini baru menyentuh angka 60 persen, terkendala oleh keterbatasan daya jangkau energi untuk menggerakkan kincir air dan sistem aerasi tambak secara berkelanjutan.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam panen raya udang vaname, Selasa (17/2/2026), menekankan bahwa keandalan listrik adalah variabel utama dalam menekan struktur biaya produksi. Sebelum akses jaringan PLN masuk pada 2021, petambak sangat bergantung pada genset berbahan bakar solar yang biaya operasionalnya jauh lebih tinggi dan rentan terhadap fluktuasi harga energi dunia.

”Produksi ini menyumbang devisa yang besar. Namun, petambak juga harus tertib mencatatkan produksinya agar kontribusi terhadap daerah jelas. Jika pasokan listrik diperkuat, potensi pengembangan tambak masih sangat besar untuk menyerap sisa lahan yang belum tergarap,” ujar Deru.

Tantangan Infrastruktur Pesisir

Pertumbuhan sektor tambak di OKI kini menghadapi tantangan teknis berupa stabilitas tegangan dan ketersediaan daya yang belum merata. Beberapa wilayah pesisir seperti Tulung Selapan, Cengal, dan Sungai Menang masih menghadapi persoalan tegangan rendah yang dapat mengganggu kinerja motor kincir udang.

Baca juga  Peringatan Maulid Nabi, Polres OKI Perkuat Komitmen Polri Presisi

Bupati OKI Muchendi menjelaskan bahwa dukungan infrastruktur dasar, terutama listrik, merupakan kebutuhan mendesak bagi aset yang kini dikelola langsung oleh masyarakat tersebut. Menurutnya, masih terdapat jaringan dan tiang listrik yang telah terpasang namun belum teraliri arus secara optimal, sehingga menghambat produktivitas petambak.

”Listrik yang andal dan peningkatan infrastruktur sangat dibutuhkan untuk meningkatkan hasil produksi. Kami berharap ada solusi konkret dari PLN agar potensi pesisir ini bisa berkembang maksimal dan menjadi motor ekonomi baru bagi masyarakat OKI,” kata Muchendi.

Senada dengan itu, perwakilan Perkumpulan Pertambakan Udang Wahyuni Mandira, Taufik Yusuf, mencatat bahwa keterbatasan daya kerap menyebabkan gangguan operasional. Para petambak mengusulkan pembangunan pos pelayanan PLN yang lebih dekat dengan lokasi tambak guna mempercepat penanganan gangguan teknis di lapangan.

Investasi Jaringan dan Efisiensi

Investasi Jaringan dan Efisiensi
PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) mulai memetakan penguatan kapasitas di kawasan Pertambakan Udang Wahyuni Mandira. (dok. Diskominfo OKI)

Merespons kebutuhan tersebut, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) mulai memetakan penguatan kapasitas di kawasan strategis tersebut. Langkah awal dilakukan dengan penyiapan sembilan unit transformator tambahan untuk menstabilkan distribusi daya di sentra tambak.

General Manager PLN UID S2JB Adhi Herlambang menyatakan komitmennya untuk mendukung sektor perikanan melalui estimasi investasi pembangunan jaringan baru berkisar antara Rp 13 miliar hingga Rp 15 miliar. Proyeksi investasi ini tidak hanya bertujuan untuk menyalurkan listrik, tetapi juga untuk menghadirkan energi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan berbasis ekspor.

”Kami hadirkan energi sebagai penggerak ekonomi masyarakat. PLN siap mendukung pertumbuhan sektor perikanan dengan infrastruktur yang lebih tangguh dan efisien,” ujar Adhi.

Baca juga  Kejari OKI Terima Uang Titipan Pengganti Rp 278,5 Juta dari Tersangka Korupsi Dana Hibah Panwaslu OKI

Transformasi energi di sektor tambang udang OKI ini diharapkan menjadi benchmark bagi daerah lain dalam mengelola komoditas unggulan. Melalui integrasi antara ketersediaan daya listrik yang stabil, pendataan lahan yang akurat, serta pengawasan mutu produksi, komoditas udang vaname Sumatera Selatan diharapkan memiliki daya saing yang lebih kompetitif di pasar global, sekaligus memberikan kepastian pendapatan bagi para petambak lokal.

(puputzch)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.