Pemerintah Kabupaten OKI menunjukkan komitmen perlindungan jaminan sosial melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit. Sebanyak 714 pekerja sektor sawit kini terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan untuk menjamin kepastian ekonomi keluarga.
KAYUAGUNG, NUSALY – Komitmen Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dalam memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat kembali ditegaskan. Kali ini, fokus perlindungan diarahkan kepada para pekerja di sektor perkebunan kelapa sawit, sebuah sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi wilayah tersebut. Melalui alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit, sebanyak 714 pekerja rentan kini resmi mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Langkah ini direalisasikan melalui penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan santunan jaminan kematian secara simbolis dalam kegiatan apel bulanan di Halaman Kantor Bupati OKI, Rabu (18/2/2026). Inisiatif ini menjadi bukti nyata bagaimana pemerintah daerah mengoptimalkan sumber daya fiskal untuk memberikan rasa aman langsung kepada para pekerjanya.
Perhatian bagi Pekerja Rentan
Program perlindungan ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif. Seluruh iuran untuk 714 pekerja rentan tersebut dibayar sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten OKI menggunakan dana yang bersumber dari DBH Sawit. Hal ini merupakan bentuk perhatian khusus bagi mereka yang sehari-hari bekerja di lingkungan perkebunan dengan risiko kerja yang tidak kecil.
Sekretaris Daerah OKI, Asmar Wijaya, menegaskan bahwa kehadiran program ini diharapkan mampu menghadirkan ketenangan bagi para pekerja dan keluarganya. Menurutnya, perlindungan yang layak adalah bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam memberikan kepastian masa depan bagi masyarakat, terutama saat terjadi risiko yang tidak diinginkan.
“Pemerintah Kabupaten OKI berkomitmen memastikan para pekerja, termasuk di sektor sawit, mendapatkan perlindungan yang layak. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kita untuk menghadirkan rasa aman dan kepastian bagi keluarga pekerja,” ujar Asmar Wijaya.
Manfaat Nyata Santunan
Dampak langsung dari kepesertaan ini terlihat saat penyerahan santunan jaminan kematian kepada ahli waris dari Deni Setiawan dan Siti Maimunah. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp42 juta. Nilai ini menjadi bantuan krusial bagi keberlangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan, memastikan bahwa ekonomi rumah tangga tidak langsung terpuruk pasca-hilangnya tulang punggung keluarga.
Asmar menegaskan bahwa pemberian santunan ini adalah wujud nyata kepedulian negara yang disalurkan melalui pemerintah daerah. Tujuannya jelas: memastikan keluarga pekerja tetap memiliki penopang ekonomi yang kuat. “Santunan yang diberikan hari ini bukan sekadar angka, tetapi wujud nyata kepedulian. Kita ingin memastikan bahwa ketika risiko terjadi, keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki penopang ekonomi,” tambahnya.
Sinergi Perlindungan Sosial
Langkah strategis Pemkab OKI ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak BPJS Ketenagakerjaan. Kepala Bidang Kepesertaan KSA BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palembang, Aris Tri Saputra, menilai bahwa kolaborasi ini merupakan contoh baik pemanfaatan dana bagi hasil untuk perlindungan sosial. Sinergi ini dianggap krusial dalam meminimalisir dampak risiko sosial ekonomi di tengah masyarakat perkebunan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten OKI yang telah memberikan perhatian besar terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi 714 pekerja sektor sawit,” ungkap Aris.
Ia juga menambahkan bahwa perlindungan jaminan sosial merupakan instrumen penting untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga pekerja. Pihaknya berharap kolaborasi ini dapat terus diperluas jangkauannya sehingga semakin banyak pekerja di wilayah OKI yang merasakan manfaat serupa.
Keberlanjutan dan Jangkauan
Sebagai salah satu daerah penghasil sawit utama di Sumatera Selatan, keberhasilan program ini menjadi fondasi bagi penguatan kualitas hidup pekerja perkebunan di masa depan. Fokus pada perlindungan pekerja rentan menunjukkan bahwa pembangunan di OKI berjalan seiring antara pertumbuhan ekonomi sektor perkebunan dan peningkatan taraf kesejahteraan manusianya.
Ke depan, sinergi antara Pemkab OKI dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan terus diperkuat. Dengan perlindungan yang menyeluruh, para pekerja dapat menjalankan aktivitasnya dengan lebih tenang, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada produktivitas dan stabilitas ekonomi daerah secara kolektif. Penyerahan kartu peserta kepada perwakilan petani sawit dalam momen tersebut menjadi simbol dimulainya babak baru perlindungan sosial yang lebih inklusif di Kabupaten OKI.
(puputzch)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.




