Gelombang mudik Lebaran 1447 Hijriah di ujung selatan Sumatera mulai memasuki fase siaga. Selain rekayasa lalu lintas di titik jenuh, kewaspadaan terhadap ancaman longsor di perbukitan menjadi prioritas utama dalam Operasi Ketupat 2026.
MUARADUA, NUSALY – Jalur mudik di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan mulai dipetakan seiring mendekatnya puncak arus mudik yang diprediksi jatuh pada 16 Maret 2026. Fokus otoritas keamanan kali ini bukan sekadar mengurai kemacetan di pusat kota Muaradua, melainkan mengantisipasi kerawanan jalur Sumatera yang kerap dihantam cuaca ekstrem. Curah hujan tinggi di wilayah perbukitan menjadi variabel pengganggu yang bisa memutus akses mobilisasi warga kapan saja.
Kesiapan tersebut dikonsolidasikan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional Tingkat Menteri yang diikuti Sekretaris Daerah OKU Selatan H. M. Rahmattullah bersama Kapolres AKBP I Made Redi Hartana secara virtual, Senin (2/3/2026). Dari Aula Sertu Pol Anumerta Hadinata, manajemen rekayasa lalu lintas hingga stabilitas harga pangan dipastikan menjadi satu paket pengamanan menjelang Idul Fitri.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, terhitung sejak 13 hingga 25 Maret. Di wilayah hukum OKU Selatan, pengamanan tidak hanya menyasar jalur utama, tetapi juga objek vital seperti masjid, pasar tumpah, hingga destinasi wisata yang diperkirakan akan membludak saat libur lebaran.
Rekayasa dan jalur alternatif
Salah satu instruksi tegas dalam koordinasi tersebut adalah penerapan sistem satu arah (one way) dan contra flow secara situasional di titik-titik jenuh kendaraan. Petugas di lapangan diwajibkan melakukan penyisiran jalur dua jam sebelum rekayasa arus diterapkan guna memastikan lintasan aman dari hambatan. Selain itu, pembatasan kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas serta penerapan sistem ganjil-genap tetap menjadi instrumen utama untuk mengurai kepadatan di ruas jalan sempit.
“Sinergi menjadi kunci. Keberhasilan pengamanan arus mudik dan balik ini adalah kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan,” tegas Kapolri.
Di OKU Selatan, tantangan geografis menuntut kesiapan tim BPBD dan Dinas PUPR untuk bersiaga di lokasi rawan bencana. Jalur alternatif sudah mulai disiapkan jika sewaktu-waktu jalur utama lumpuh akibat longsor. Imbauan masif kepada para pemudik untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca juga terus digulirkan melalui berbagai kanal informasi.
Layanan dan stabilitas pangan
Pembangunan Pos Pengamanan (Pospam) dan posko terpadu kini mulai dikebut. Pos-pos ini tidak hanya menjadi tempat istirahat, tetapi juga pusat layanan kesehatan sekaligus lokasi pemeriksaan kelaikan pengemudi. Pengawasan terhadap konsumsi alkohol dan faktor kelelahan sopir diperketat untuk menekan risiko kecelakaan di jalur lintas yang memiliki kontur jalan berliku.
Di sisi lain, pemerintah daerah diminta aktif memantau stabilitas harga kebutuhan pokok. Kelancaran distribusi pangan menjadi bagian krusial agar masyarakat bisa merayakan Idul Fitri tanpa dihantui lonjakan harga yang tak terkendali. Sinergi antara kepolisian, TNI, dan instansi terkait seperti PLN hingga Jasa Raharja menjadi jaminan agar pelayanan kepada masyarakat tetap responsif di tengah tingginya mobilisasi massa.
Kini, dengan sisa waktu kurang dari dua pekan, pematangan jalur dan simulasi tanggap darurat menjadi agenda paling mendesak di Bumi Serasan Seandanan. Harapannya, setiap pemudik yang melintasi wilayah ini tidak hanya sampai di tujuan dengan selamat, tetapi juga merasakan kehadiran negara dalam setiap kilometer perjalanan yang mereka tempuh. (andi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





