Kehadiran sekretariat tetap BPC HIPMI Palembang di Kompleks Mal Pelayanan Publik menandai babak baru sinergi pengusaha muda dengan pemerintah. Lebih dari sekadar gedung, ini adalah ruang inkubasi untuk menekan angka kemiskinan dan inflasi kota.
PALEMBANG, NUSALY – Sinergi antara otoritas kota dan pelaku usaha muda di Palembang kini memiliki titik temu yang lebih nyata. Bukan lagi sekadar kesepakatan di atas meja rapat, komitmen itu kini mewujud dalam sebuah bangunan fisik di sudut Kompleks Mal Pelayanan Publik DPMPTSP Kota Palembang. Di sanalah, Sekretariat Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) masa bakti 2025–2028 kini resmi berdiri.
Peresmian yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, pada Rabu (4/2/2026) siang itu seolah mengirim pesan penting: pengusaha muda tidak lagi berdiri di pinggiran arus pembangunan. Keberadaan mereka di jantung pusat pelayanan publik menunjukkan posisi HIPMI sebagai mitra strategis yang diharapkan mampu menjadi mesin pendorong ekonomi daerah dari dalam.
Bagi Ratu Dewa, meresmikan gedung ini bukan sekadar urusan potong pita. Ia menaruh harapan besar pada isi di dalamnya. Ia ingin ruangan-ruangan di sekretariat tersebut riuh dengan diskusi tajam, bukan sekadar tempat berkumpul tanpa makna. Ruang ini harus menjadi rahim bagi lahirnya gagasan-gagasan yang bisa langsung dieksekusi di lapangan.
“Saya titipkan harapan besar agar sekretariat ini menjadi wadah konsolidasi. Jangan hanya jadi bangunan mati, tapi jadikan forum berbagi ide dan konsep yang segar. HIPMI harus terus bergerak, berkolaborasi dengan kami di Pemerintah Kota,” ujar Ratu Dewa di hadapan para pengurus yang hadir.
Melampaui Angka Statistik
Dewa menyadari betul bahwa grafik positif ekonomi Palembang belakangan ini berutang banyak pada keberanian para pengusaha muda. Di saat banyak sektor mencoba bangkit, sektor ekonomi kreatif dan UMKM yang digawangi anak muda justru menjadi penyelamat. Dampaknya tidak main-main; angka kemiskinan di Palembang perlahan meluruh, sebuah tren yang ingin terus dijaga oleh pemerintah kota secara konsisten.
Sinergi semacam ini memang krusial. Ketika sektor swasta, khususnya kelas menengah yang dinamis, mendapatkan ruang yang cukup, intervensi pemerintah terhadap kemiskinan menjadi lebih ringan. Fokus pemberdayaan ekonomi inilah yang menjadi jembatan antara kepentingan profit pengusaha dan tugas sosial pemerintah daerah.
Sejarah Baru dan Langkah Nyata
Di sisi lain, bagi internal organisasi, gedung sekretariat ini adalah sebuah pencapaian yang terasa emosional. Ketua BPC HIPMI Palembang, Peby Anggi Pratama, bahkan menyebut momen ini sebagai titik bersejarah. Setelah sekian lama, organisasi ini akhirnya memiliki “markas” sendiri yang representatif dan berada di lokasi yang sangat strategis.
“Ini adalah sejarah yang akan kami jaga. Sekretariat ini bakal jadi ruang diskusi dan pusat aktivitas lintas generasi pengusaha muda ke depan,” ungkap Peby. Dukungan penuh dari pemerintah kota ini dibalas Peby dengan memaparkan bukti kerja nyata organisasinya yang tidak melulu soal bisnis besar.
Belakangan, HIPMI Palembang memang tampak lebih rajin “turun ke jalan”. Mereka tidak segan terlibat dalam urusan domestik warga lewat program pasar murah. Salah satu aksi yang cukup terasa dampaknya adalah penyaluran subsidi kebutuhan pokok seperti telur di saat harga pangan sedang bergejolak.
Langkah taktis seperti pasar murah ini bukan sekadar aksi sosial, melainkan bagian dari strategi makro untuk membantu pemerintah menstabilkan inflasi di tingkat kota. Dengan ikut menjaga stabilitas harga pangan, HIPMI membuktikan bahwa pengusaha muda di Palembang memiliki kepekaan terhadap daya beli masyarakat luas.
Akhirnya, sekretariat baru ini adalah simbol bahwa Palembang tidak sedang berjalan sendiri. Ada kekuatan pengusaha muda yang siap menjadi penyangga saat badai ekonomi datang, sekaligus menjadi akselerator saat kota ini ingin berlari lebih kencang.
(desta)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





