Scroll untuk baca artikel
MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --

Banner Pemprov Sumsel Ramadhan 1447 H
Palembang Berdaya

Senyum Sehat dari Kalidoni, Saat Sikat Gigi Jadi Bekal “Puasa” Anak-Anak

×

Senyum Sehat dari Kalidoni, Saat Sikat Gigi Jadi Bekal “Puasa” Anak-Anak

Sebarkan artikel ini
Senyum Sehat dari Kalidoni, Saat Sikat Gigi Jadi Bekal "Puasa" Anak-Anak
DWP Palembang menggelar edukasi kesehatan gigi di TK Dharma Wanita II Kalidoni. Dok. Diskominfo Palembang

Ratusan siswa TK di Kalidoni diajak mengenal pentingnya menjaga kesehatan mulut lewat cara yang menyenangkan. Edukasi ini sekaligus menjadi persiapan menyambut Ramadan agar anak-anak tetap nyaman beraktivitas saat berpuasa.

PALEMBANG, NUSALY – Riuh rendah suara 85 bocah memenuhi ruang TK Dharma Wanita II di Kecamatan Kalidoni, Rabu (11/2/2026). Pagi itu, tawa mereka bukan sekadar soal mainan baru, melainkan tentang belajar menjaga senyum tetap cemerlang. Kehadiran Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Palembang, Hj Ida Royani Aprizal, membawa misi sederhana namun krusial: menghentikan ancaman gigi berlubang sejak dini.

Bagi Ida, urusan gigi bukan sekadar soal estetika atau agar terlihat rapi saat difoto. Ia meyakini mulut adalah pintu gerbang kesehatan tubuh. Jika giginya bermasalah, anak-anak akan sulit makan, bicara tak jelas, dan kehilangan kepercayaan diri.

“Gigi yang kuat itu investasi. Kalau sehat, anak-anak bisa lebih ceria dan hebat menyambut masa depannya,” tutur Ida di tengah riuhnya suasana kelas.

Sikat Gigi Jelang Ramadan

Menjelang masuknya bulan suci Ramadan, pesan Ida menjadi lebih spesifik. Ia mengingatkan para orang tua dan guru agar anak-anak tetap disiplin membersihkan mulut meski sedang berpuasa. Ritmenya saja yang bergeser; sikat gigi wajib dilakukan setelah sahur dan sebelum tidur.

Kebiasaan ini dianggap penting agar anak-anak tidak mengalami masalah mulut yang bisa mengganggu kenyamanan mereka saat waktu berbuka tiba. “Sikat gigi setelah sahur jangan sampai lewat,” pesannya singkat.

Musuh Bernama Jajanan Manis

Dalam sesi edukasi, drg Asti Rosmala Dewi dari RS Hermina blak-blakan soal biang kerok rusaknya gigi anak: jajanan manis dan teknik sikat gigi yang asal-asalan. Banyak anak yang menyikat gigi setiap hari, namun kuman tetap bersarang karena sikat tidak menjangkau sela-sela terdalam.

Baca juga  Sambut Ramadan, DWP Palembang Ingatkan Anggota Jaga Adab dan Sunnah dalam Keluarga

Asti pun memperagakan gerakan sikat gigi yang benar. Tak hanya itu, ia meminta para guru dan orang tua untuk lebih cerewet mengawasi konsumsi makanan manis serta memastikan anak-anak cukup minum air putih.

“Kebanyakan kasus itu karena dot, makanan manis, atau sikat giginya yang salah teknik. Kita perlu pengawasan ekstra dari orang tua di rumah,” kata Asti.

Respons positif datang dari pihak sekolah. Kepala TK Dharma Wanita II, Sri Agustina, menilai jemput bola seperti ini jauh lebih efektif ketimbang hanya memberikan teori di dalam kelas. Dengan melihat langsung cara menyikat gigi yang benar, anak-anak pulang membawa “senjata” baru untuk menjaga kesehatan diri mereka sendiri. (desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.