Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Prima Salam (RDPS), wajah pembangunan Palembang menunjukkan tren positif. Penurunan stunting yang signifikan dan penguatan ekonomi menjadi fondasi kokoh menuju RKPD 2027.
PALEMBANG, NUSALY – Satu tahun perjalanan kepemimpinan Ratu Dewa dan Prima Salam (RDPS) di Kota Palembang ditandai dengan capaian indikator makro yang menguat. Dalam Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 yang digelar di Ruang Rapat Parameswara, Kamis (19/2/2026), Ratu Dewa menegaskan bahwa Palembang kini tengah “tancap gas” menuju transformasi ekonomi yang lebih inklusif.
Bukan sekadar angka di atas kertas, capaian yang paling mencolok adalah keberhasilan menekan prevalensi stunting. Dari angka 18,90 persen pada 2023, kini turun tajam menjadi 10,60 persen di tahun 2024. Penurunan hampir 8 persen dalam setahun ini disebut Dewa sebagai hasil kerja kolaboratif yang luar biasa.
“Ini bukan kerja biasa. Penurunan stunting yang masif ini adalah bukti sinergi tenaga kesehatan, kader, dan peran keluarga di lapangan berjalan efektif,” ujar Ratu Dewa.
Fondasi Ekonomi Kian Stabil
Di sektor ekonomi, Palembang menunjukkan taji sebagai simpul perdagangan regional. Hingga Triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Palembang mencapai 5,82 persen, melampaui rata-rata nasional. Kesuksesan ini dibarengi dengan penurunan angka kemiskinan dari 9,77 persen menjadi 9,04 persen.
Satu prestasi membanggakan lainnya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Palembang yang kini menyentuh angka 83,27. Angka ini menempatkan Palembang dalam kategori daerah dengan kualitas SDM “Sangat Tinggi”.
“RKPD 2027 adalah momentum konsolidasi. Kita ingin memastikan pembangunan tidak hanya bicara soal pertumbuhan, tapi juga pemerataan yang menyentuh masyarakat bawah,” tegas Dewa di hadapan unsur Forkopimda dan perwakilan Kemendagri yang hadir secara virtual.
Menatap 2027 dengan 38 Program Prioritas
Menghadapi tantangan global dan transformasi digital, pasangan RDPS tetap konsisten menjalankan lima pilar utama: Palembang Sehat, Cerdas, Peduli, Gercep, dan Belagak. Kelimanya diterjemahkan ke dalam 38 program prioritas yang menyasar perbaikan infrastruktur, pendidikan, hingga digitalisasi layanan publik.
Beberapa isu strategis yang akan digeber pada 2027 mendatang meliputi pengendalian inflasi, penguatan UMKM berbasis hilirisasi, hingga ketahanan lingkungan dan mitigasi bencana.
“Birokrasi harus adaptif, bukan sekadar urusan administratif. Kecepatan pelayanan dan ketepatan sasaran adalah kunci agar visi Palembang Berdaya dan Sejahtera benar-benar dirasakan warga,” pungkasnya. (ADV)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





