Scroll untuk baca artikel
Sumsel Maju Terus untuk Semua

Bunda PAUD Sumsel Feby Deru Raih Apresiasi Pusat Terkait Inovasi Pendidikan Dini

×

Bunda PAUD Sumsel Feby Deru Raih Apresiasi Pusat Terkait Inovasi Pendidikan Dini

Sebarkan artikel ini

Penghargaan dari kementerian terhadap penggerak pendidikan prasekolah di daerah menjadi refleksi pentingnya sinkronisasi kebijakan hulu ke hilir. Di balik capaian administratif, pemerataan kualitas guru dan sarana di pelosok tetap menjadi tantangan krusial.

Bunda PAUD Sumsel Feby Deru Raih Apresiasi Pusat Terkait Inovasi Pendidikan Dini
Kementerian menyoroti kemampuan kepemimpinan Feby Herman Deru dalam menggerakkan sumber daya lokal guna menutupi celah keterbatasan fasilitas pendidikan, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau. (Dok. BHP. Pemprov Sumsel)

INDRALAYA, NUSALY — Upaya penguatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini di Sumatera Selatan kini mendapatkan pengakuan di level nasional. Keberhasilan dalam mengonsolidasikan berbagai elemen pendidikan di tingkat akar rumput membuahkan apresiasi dari pemerintah pusat terhadap jajaran penggerak pendidikan anak usia dini (PAUD) di Bumi Sriwijaya.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan penghargaan khusus kepada Bunda PAUD Sumsel, Hj Feby Herman Deru. Penyerahan apresiasi tersebut dilangsungkan di Aula Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumsel, Indralaya, Ogan Ilir, Kamis (22/1/2026). Momentum ini menandai pentingnya peran kepemimpinan daerah dalam menjembatani kebijakan nasional dengan realitas kebutuhan pendidikan di lapangan.

Apresiasi diberikan atas dedikasi dalam menggerakkan inovasi serta memperluas jangkauan layanan prasekolah di 17 kabupaten dan kota. Dalam proses evaluasinya, kementerian menyoroti kemampuan kepemimpinan Feby Herman Deru dalam menggerakkan sumber daya lokal guna menutupi celah keterbatasan fasilitas pendidikan, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Transformasi dan Aksesibilitas PAUD Sumatera Selatan

Sebagai sosok yang mengawal gerakan ini, Feby Herman Deru mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolektif para pendidik hingga tingkat desa. Menurut dia, upaya memperluas akses tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan fisik gedung sekolah, melainkan harus menyentuh substansi interaksi antara guru dan peserta didik. Fokus pada stimulasi psikososial dan perlindungan anak menjadi poin yang terus ditekankan dalam setiap pendampingan di daerah.

“Pengakuan dari kementerian ini memvalidasi bahwa langkah inovasi yang kita ambil, terutama dalam hal digitalisasi data dan pelatihan guru secara masif, sudah berada di jalur yang tepat. Namun, tanggung jawab sebenarnya adalah memastikan setiap anak di pelosok Sumsel mendapatkan hak mereka dengan standar yang layak,” ujar Feby.

Baca juga  Terbukti Mutasi Kepsek Tanpa Prosedur, Wali Kota Prabumulih Disanksi Kemendagri

Audit Mutu dan Penjaminan Standar Layanan

Meski angka partisipasi terus menunjukkan tren positif, standarisasi tetap menjadi pekerjaan rumah yang menuntut konsistensi. Peran BPMP Sumatera Selatan menjadi sangat krusial dalam melakukan fungsi supervisi serta penjaminan mutu layanan pendidikan. Sesuai dengan mandat kementerian, setiap satuan pendidikan diwajibkan memenuhi standar pelayanan minimal yang mencakup aspek kurikulum, kompetensi tenaga pendidik, hingga kelaikan sarana penunjang.

Kemendikdasmen mencatat bahwa Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi yang cukup progresif dalam mengintegrasikan layanan pendidikan dengan kesehatan dasar melalui skema PAUD Holistik Integratif (HI). Skema ini memastikan anak-anak tidak hanya mendapatkan asupan kognitif, tetapi juga pemantauan gizi secara terpadu. Integrasi data semacam ini menjadi parameter penting bagi pemerintah pusat dalam menyalurkan bantuan operasional agar lebih tepat sasaran dan akuntabel.

Peta Jalan Menuju Sumber Daya Manusia Unggul

Dilihat dari perspektif ekonomi pembangunan, alokasi perhatian pada pendidikan usia dini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing daerah. Keberhasilan dalam mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk mengalokasikan anggaran khusus melalui Dana Desa atau APBD menjadi bukti bahwa kesadaran politik terhadap masa depan generasi muda mulai menguat di wilayah ini.

Selain dukungan anggaran, penguatan literasi sejak dini juga menjadi fokus utama dalam agenda inovasi daerah. Program seperti pojok baca di desa dan pelatihan bercerita bagi orang tua diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang kondusif di luar jam sekolah. Hal ini selaras dengan upaya pemerintah dalam menekan angka tengkes (stunting) melalui pendekatan stimulasi psikologis yang dimulai dari lingkungan sekolah paling awal.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, dinas pendidikan, dan lembaga penjamin mutu harus semakin dipererat. Apresiasi yang diterima hari ini diharapkan menjadi bahan bakar untuk terus melakukan replikasi praktik baik dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Dengan konsistensi dalam menjaga kualitas layanan, Sumatera Selatan menargetkan diri menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan.

Baca juga  Ratusan Guru PAUD Muba Ikuti Workshop Deep Learning, Dibekali Konsep Belajar Mendalam

Langkah ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa keberhasilan pembangunan sebuah daerah tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, tetapi juga dari seberapa kokoh fondasi karakter yang diletakkan pada generasi terkecilnya saat ini.

(dhi)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.