Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menekankan pentingnya modernisasi infrastruktur dan standar higienitas di sentra tambak udang Ogan Komering Ilir. Kapasitas produksi 15.000 ton per tahun menjadi modal kuat bagi penguatan ekonomi daerah.
OKI, NUSALY – Upaya penguatan sektor perikanan budidaya sebagai pilar ekonomi di wilayah pesisir Sumatera Selatan terus diakselerasi. Melalui kunjungan kerja ke Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (17/2/2026), Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendorong para petambak untuk melakukan modernisasi tata kelola guna meningkatkan daya saing komoditas udang vaname di pasar internasional.
Kawasan Sungai Menang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung produksi udang terbesar di Sumatera Selatan dengan kapasitas mencapai 15.000 ton per tahun. Namun, tantangan ke depan bukan lagi sekadar mempertahankan volume, melainkan memastikan mutu hasil panen memenuhi standar global yang kian ketat terkait aspek keberlanjutan dan higienitas proses budidaya.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, yang meninjau langsung proses panen di Tambak Udang Blok 04 Jalur 65, menekankan bahwa integritas produk perikanan bermula dari pemeliharaan sarana dan prasarana yang disiplin. Penggunaan teknologi yang tepat guna, seperti kincir air yang efisien, menjadi kunci dalam menjaga ekosistem tambak tetap produktif.
“Kita optimistis terhadap potensi besar di Sungai Menang ini. Namun, saya mengingatkan para petambak agar terus menjaga higienitas tambak dan melakukan perawatan peralatan secara rutin. Mutu hasil panen adalah kunci agar produk kita tetap memiliki daya saing yang tinggi,” ujar Herman Deru saat berdialog dengan para petambak di lokasi.
Transformasi Infrastruktur dan Energi
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur yang didampingi Bupati OKI Muchendi Mahzareki dan General Manager PLN UID S2JB Adhi Herlambang, menempuh perjalanan menggunakan sarana transportasi air guna memetakan kendala logistik di lapangan. Salah satu fokus utama adalah memastikan transisi energi dari bahan bakar fosil menuju listrik dapat berjalan menyeluruh di seluruh blok tambak.
Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah menyerahkan bantuan sarana berupa kincir air bagi kelompok petambak. Dukungan ini dibarengi dengan komitmen penguatan infrastruktur kelistrikan yang andal untuk memastikan operasional tambak tidak terganggu oleh kendala teknis daya. Pasokan listrik yang stabil diproyeksikan dapat memangkas biaya operasional secara signifikan dibandingkan penggunaan mesin genset konvensional.
Kehadiran infrastruktur listrik yang memadai diharapkan dapat memicu perluasan area budidaya di kawasan yang kini menjadi aset strategis kelolaan masyarakat tersebut. Pemprov Sumsel memandang sinergi antara teknologi kincir dan energi listrik sebagai langkah krusial dalam “Electrifying Agriculture” di sektor perikanan.
Orientasi Mutu untuk Pasar Ekspor
Upaya mendorong produktivitas ini juga selaras dengan keinginan pemerintah provinsi agar seluruh kontribusi produksi udang dari Sumatera Selatan tercatat secara akurat sebagai komoditas ekspor daerah. Dengan kualitas yang terjaga dan volume yang stabil, posisi tawar petambak mandiri di hadapan para eksportir diharapkan kian menguat.
Herman Deru menilai, semangat petambak di Sungai Menang harus didukung dengan pembinaan teknis yang berkelanjutan. Kualitas air, pola pakan, hingga penanganan pascapanen menjadi variabel yang menentukan harga jual di tingkat global.
“Kunjungan ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi para petambak. Kita tidak ingin hanya besar di angka produksi, tapi juga harus unggul dalam kualitas. Pemerintah akan terus mengawal ketersediaan infrastruktur pendukung agar sektor perikanan ini menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui langkah integrasi antara dukungan alat produksi, keandalan energi, dan pengawasan mutu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap sentra tambak di OKI mampu menjadi model pengembangan perikanan budidaya berbasis masyarakat yang memiliki daya tahan ekonomi tinggi di masa depan.
(desta)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.




