Scroll untuk baca artikel
Sumsel Maju Terus untuk Semua

Menembus Batas Logistik di Sentra Udang Sungai Menang

×

Menembus Batas Logistik di Sentra Udang Sungai Menang

Sebarkan artikel ini
Menembus Batas Logistik di Sentra Udang Sungai Menang
Intervensi listrik dan teknologi kincir menjadi kunci untuk memutus ketergantungan pada logistik bahan bakar yang mahal. (dok. BHP Pemprov Sumsel)

Lokasi tambak udang yang hanya bisa dijangkau dengan transportasi air menjadi tantangan nyata bagi petambak di Ogan Komering Ilir. Intervensi listrik dan teknologi kincir menjadi kunci untuk memutus ketergantungan pada logistik bahan bakar yang mahal.

OKI, NUSALY – Deru mesin speed boat yang membelah perairan menuju Desa Bumi Pratama Mandira, Selasa (17/2/2026), menjadi pengingat nyata betapa menantangnya lanskap ekonomi di pesisir Ogan Komering Ilir (OKI). Di balik potensi ekspor udang vaname yang mencapai 15.000 ton per tahun, tersimpan persoalan logistik yang selama ini menghimpit para petambak: jarak dan akses energi.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, yang menempuh perjalanan air selama 10 menit menuju Tambak Udang Blok 04 Jalur 65, menyadari bahwa produktivitas di wilayah terisolasi seperti ini tidak bisa hanya mengandalkan kegigihan masyarakat. Tanpa intervensi infrastruktur yang permanen seperti listrik, petambak akan terus terjebak dalam biaya tinggi akibat ketergantungan pada bahan bakar minyak yang distribusinya sering terhambat oleh kondisi perairan.

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni panen, melainkan upaya untuk mengintegrasikan sentra produksi terjauh ke dalam sistem energi modern. Dengan menggandeng PLN UID S2JB, pemerintah provinsi ingin memastikan bahwa kincir-kincir air di pelosok Sungai Menang tidak lagi berputar karena solar yang mahal, melainkan karena aliran listrik yang stabil dan efisien.

Memutus Rantai Biaya Tinggi

Selama ini, biaya energi menyedot porsi terbesar dari modal kerja para petambak udang. Di wilayah yang sulit diakses transportasi darat, harga bahan bakar sering kali melonjak di atas harga pasar. Bantuan kincir air dan penguatan jaringan listrik yang diserahkan Gubernur dalam kunjungan tersebut merupakan langkah strategis untuk “memerdekakan” petambak dari beban biaya tersebut.

Baca juga  Libur Sekolah Semester Ganjil 2024, Jadwal Lengkap untuk Sumatera Selatan dan Daerah Lainnya

“Kawasan ini adalah mesin devisa, namun mesin ini butuh asupan energi yang murah dan andal. Kita ingin memacu semangat petambak dengan memberikan kepastian bahwa infrastruktur dasar mereka terpenuhi, meski lokasi mereka berada di lini terluar,” ujar Herman Deru saat berdialog dengan petambak di atas dermaga tambak.

Penguatan infrastruktur ini juga mencakup aspek pemeliharaan teknis. Gubernur menekankan bahwa di lokasi yang sulit dijangkau seperti Blok 04, kemandirian petambak dalam merawat peralatan adalah mutlak. Kerusakan satu unit kincir air tanpa cadangan energi yang stabil bisa berarti kegagalan panen bagi satu modul tambak. Oleh karena itu, bantuan fisik yang diberikan harus dibarengi dengan perubahan pola pikir mengenai manajemen risiko budidaya.

Standardisasi Mutu di Tengah Keterbatasan

Tantangan lain yang dihadapi di wilayah pesisir adalah menjaga standar higienitas. Dengan akses transportasi yang mengandalkan jalur sungai, waktu tempuh pascapanen menuju pelabuhan menjadi krusial. Gubernur mengingatkan bahwa kualitas udang vaname Sumatera Selatan sangat bergantung pada kebersihan tambak dan kecepatan penanganan.

Efisiensi energi melalui listrik diharapkan memberikan ruang finansial bagi petambak untuk berinvestasi pada teknologi pendinginan atau pengolahan awal di lokasi tambak. Hal ini penting agar udang yang dihasilkan tetap memiliki daya saing tinggi saat memasuki rantai pasok global.

Bupati OKI Muchendi Mahzareki, yang turut mendampingi, mengamini bahwa pengembangan Sungai Menang memerlukan sinergi lintas sektoral. Infrastruktur bukan hanya soal jalan, tapi juga soal kabel listrik yang menjangkau tiap jalur tambak. Kunjungan ini pun menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menata ulang pendataan potensi ekonomi pesisir agar lebih sinkron dengan rencana pembangunan infrastruktur provinsi.

Melalui pendekatan yang menyentuh akar persoalan logistik dan energi ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berupaya memastikan bahwa kejayaan udang vaname di OKI bukan sekadar sisa aset masa lalu, melainkan industri rakyat yang tangguh dan berkelanjutan di masa depan.

Baca juga  Kata Kasar Berujung Maut, Terungkap Motif Pelajar SMP Tusuk Pelajar SMA di Lempuing

(desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.