Isi perut hewan ruminansia yang selama ini menjadi persoalan lingkungan saat momentum Idul Adha kini dibidik menjadi bahan baku kaya nutrisi. Transformasi limbah mentah menjadi aktivator hayati dipercaya mampu memotong ketergantungan petani pada pasokan kimia.
KUDUS, NUSALY – Perayaan hari besar keagamaan Idul Adha yang identik dengan aktivitas penyembelihan hewan kurban selalu menyisakan tantangan penataan kebersihan ruang publik.
Di antara tumpukan sisa potongan hewan, keberadaan rumen alias isi perut sapi dan kambing menjadi jenis limbah yang paling sering dibuang begitu saja ke aliran sungai atau tempat pembuangan akhir karena aroma menyengat yang ditimbulkannya.
Mengubah sudut pandang yang melihat isi perut ternak sebagai beban pencemaran, koalisi pegiat agraria nasional mulai mengonsolidasikan sebuah gerakan kebudayaan baru bernama Gerakan Menabung Rumen.
Aksi ini digerakkan secara terpadu oleh jajaran Ketua dan Koordinator BSM Angkatan 37 Mahasiswa Pascasarjana Agronomi Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) bersama pemilik BG Farm Kudus Rochmad Taufiq.
Para inisiator gerakan menilai bahwa di balik tampilan dan baunya yang dihindari masyarakat, rumen menyimpan kekayaan koloni mikroorganisme alami yang luar biasa melimpah.
Ekosistem di dalam lambung hewan memamah biak tersebut mengandung enzim selulolitik serta bakteri anaerob yang memiliki draf kemampuan tinggi dalam menghancurkan serat selulosa tumbuhan dalam waktu singkat.
“Rumen adalah emas hijau tersembunyi yang nilainya dalam dunia pertanian organik bisa melebihi nilai ekonomi dari komoditas ternak itu sendiri jika dikelola lewat jalur draf bioteknologi yang tepat. Sungguh ironis melihat potensi bahan baku pupuk super ini menguap sia-sia dan justru memicu polusi air di lingkungan masyarakat setiap tahun,” ujar Rochmad Taufiq, yang juga merupakan Koordinator Paguyuban Petani Persaudaraan Pati Raya, Selasa (26/5/2026).
Berdasarkan draf pengujian laboratorium dan aplikasi lapangan, aplikasi cairan lambung ternak ini terbukti ampuh mempercepat proses dekomposisi pembuatan kompos padat, mengembalikan kegemburan struktur tanah yang telanjur jenuh, hingga menekan populasi jamur patogen penyerang akar tanaman.
Enzim di dalam isi perut ini juga sangat efektif digunakan sebagai bahan draf starter untuk fermentasi pakan ternak berkadar serat tinggi.
Formula penjinak aroma menyengat
Guna menyukseskan gerakan ini di tingkat akar rumput, para promotor pertanian ramah lingkungan mengeluarkan seruan terbuka kepada jajaran pengurus masjid, panitia kurban, pondok pesantren, hingga yayasan pengelola pemotongan hewan di seluruh wilayah Indonesia agar tidak membuang limbah rumen ke selokan.
Masyarakat diimbau mulai mempersiapkan instalasi wadah penampungan sederhana berupa drum plastik atau tong berukuran besar di sekitar area lokalisasi penyembelihan. Kekhawatiran draf panitia mengenai munculnya aroma busuk akibat proses pembusukan terbuka dapat diatasi dengan draf taktik biologi yang sangat murah dan mudah dipraktikkan.
Limbah isi perut yang telah dikumpulkan cukup dicampur dengan air leri atau cairan sisa cucian beras dalam wadah tertutup. Opsi pengondisian lainnya adalah dengan melakukan penyemprotan draf cairan booster hayati seperti Super Vit ke seluruh permukaan tumpukan material organik tersebut.
Intervensi mikroba pengurai ini akan memotong rantai produksi gas amonia, sehingga material rumen dapat disimpan dengan aman tanpa memicu keluhan dari lingkungan sekitar.
Mendorong sirkular ekonomi agraria
Langkah taktis menabung sisa kurban ini menjadi representasi nyata dari penerapan sistem ekonomi sirkular berbasis gotong royong kerakyatan.
Bahan pangan yang disembelih dalam momentum ibadah dikembalikan lagi draf nutrisinya ke dalam tanah guna menghidupkan kembali ekosistem mikroba tanah yang telah rusak akibat pemakaian pupuk kimia sintetis secara berlebihan selama puluhan tahun.
Pihak penyelenggara gerakan meyakini bahwa momentum Iduladha tahun ini harus bertransformasi menjadi tonggak kebangkitan kemandirian pupuk organik di tingkat desa.
Dengan draf pengelolaan mandiri oleh kelompok pemuda dan kelompok tani, pemanfaatan isi perut ternak ini diharapkan mampu melahirkan kedaulatan pangan nasional yang lebih sehat, hemat biaya produksi, serta ramah terhadap keberlanjutan daya dukung lingkungan hidup. (awn)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang





