Ramadhan 1447 Hijriah menjadi saksi kepulangan Bupati Toha Tohet ke tanah kelahirannya untuk merajut kembali simpul kebersamaan dengan masyarakat. Melalui distribusi insentif bagi penjaga moralitas desa dan penguatan modal sosial, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menegaskan bahwa pembangunan sejati bermula dari kedekatan hati antara pemimpin dan rakyat.
BABAT TOMAN, NUSALY – Tenda-tenda bernuansa kuning dan putih memayungi halaman kediaman pribadi Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H., di Desa Sungai Angit, Kecamatan Babat Toman, Sabtu (14/3/2026). Di bawah naungan tersebut, ratusan warga duduk berjajar dengan khidmat, mendengarkan sapaan hangat sang kepala daerah yang berdiri di podium beranda rumahnya. Bagi Toha, momen ini bukan sekadar protokoler, melainkan kepulangan emosional ke akar rumput yang telah membentuk jati dirinya.
Dalam kacamata pembangunan daerah, langkah Bupati Muba ini merepresentasikan strategi komunikasi publik yang inklusif. Di tengah kompleksitas birokrasi, Toha Tohet memilih jalur yang lebih manusiawi untuk mendengar langsung denyut nadi aspirasi masyarakat. Bersama Ketua TP PKK Muba Hj. Patimah Toha dan Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen, ia menghadirkan ruang dialektika yang cair, di mana kebijakan pemerintah tidak lagi terasa berjarak dengan kebutuhan riil masyarakat perdesaan.
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menyadari bahwa stabilitas sebuah daerah tidak hanya ditopang oleh kemajuan fisik, tetapi juga oleh soliditas modal sosial. Silaturahmi di Sungai Angit ini menjadi instrumen penting untuk mereduksi hambatan informasi, sekaligus memastikan bahwa gerak pembangunan daerah benar-benar bergaung hingga ke tingkat rumah tangga terkecil melalui penguatan nilai-nilai persaudaraan.
Pilar Moral
Kehadiran negara dalam setiap aspek kehidupan masyarakat tecermin kuat melalui realisasi kebijakan insentif yang diserahkan sore itu. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Pemkab Muba menyalurkan insentif bagi para imam masjid, marbot, hingga ustadz dan ustadzah. Kebijakan ini merupakan pengakuan tulus pemerintah terhadap peran mereka sebagai penjaga marwah moralitas publik di pedalaman.
Secara analitis, pemberian insentif ini adalah investasi pada ketahanan mental daerah. Para pengabdi agama di desa-desa merupakan garda terdepan dalam merawat kohesi sosial. Dengan memastikan kesejahteraan mereka tetap terjaga, Pemkab Muba sedang membangun fondasi masyarakat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual. Intervensi ini menjadi sangat krusial di tengah dinamika zaman yang kian menantang integritas moral generasi muda.
Selain itu, distribusi paket sembako bagi warga menjadi oase di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri. Bagi Bupati Toha Tohet, memastikan ketersediaan pangan di meja makan setiap keluarga adalah tugas kemanusiaan yang mendahului segala urusan administratif. Transformasi bantuan ini menjadi bukti bahwa kebijakan daerah senantiasa dialokasikan dengan keberpihakan yang nyata kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Resonansi Aspirasi
Ungkapan syukur Toha Tohet sebagai putra daerah Sungai Angit mencerminkan sebuah kepemimpinan yang berpijak pada kerendahan hati (humility). Ia menyadari bahwa amanah memimpin Musi Banyuasin merupakan tanggung jawab besar yang memerlukan legitimasi doa dari masyarakat. “Doa dan dukungan dari seluruh lapisan warga adalah energi utama kami dalam menjalankan roda pemerintahan,” tutur Toha dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut.
Kehadiran lintas tokoh penting, mulai dari Anggota DPRD Provinsi Sumsel Drs. Thamrin hingga para mantan pimpinan daerah, menunjukkan adanya persatuan visi dalam membangun Bumi Serasan Sekate. Dialog yang tercipta di sela-sela penantian waktu berbuka puasa menjadi ruang bagi para kepala perangkat daerah untuk menyerap masukan langsung terkait berbagai isu strategis, mulai dari perikanan, kesehatan, hingga pemberdayaan UKM desa.
Sinergi yang harmonis antara Bupati Toha Tohet dan Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen menjadi jaminan bahwa kebijakan di Muba akan terus menyeimbangkan antara kemajuan ekonomi dan pembinaan karakter religius. Kepemimpinan dwi-tunggal ini secara konsisten merajut program yang tidak hanya inklusif secara sosial, tetapi juga berkelanjutan secara administratif.
Jangkar Spiritual
Ceramah agama yang disampaikan oleh Kabag Kesra Setda Muba H. Opi Palopi, M.A., memberikan landasan spiritual yang dalam bagi seluruh rangkaian acara. Pesan mengenai pentingnya menjaga silaturahmi dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama menjadi inti dari pengabdian pemerintah kepada rakyatnya. Ramadhan bukan sekadar momentum berbagi materi, melainkan waktu yang paling tepat untuk memperkuat ikatan emosional antarwarga.
Melalui agenda silaturahmi yang masif dan menyentuh hingga ke tingkat desa ini, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sedang membuktikan bahwa di bawah kepemimpinan yang peka dan mau mendengar, setiap tantangan pembangunan dapat dihadapi dengan optimisme. Kehangatan yang tercipta di Sungai Angit adalah refleksi dari sebuah cita-cita besar: menjadikan Musi Banyuasin sebagai rumah yang nyaman, sejahtera, dan penuh keberkahan bagi seluruh rakyatnya tanpa terkecuali. (*/dhi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





