Penyelidikan oleh Seksi Pidana Khusus berfokus pada validasi dokumen keuangan dan akuntabilitas kelengkapan administrasi di tingkat fasilitas kesehatan dasar
OGAN ILIR, NUSALY – Kejaksaan Negeri Ogan Ilir memperketat pengawasan terhadap tata kelola keuangan sektor pelayanan publik dengan memeriksa seluruh kepala pusat kesehatan masyarakat se-Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Langkah hukum ini diambil guna menyelisik lebih dalam mengenai akuntabilitas penggunaan serta laporan pertanggungjawaban anggaran yang dialokasikan di setiap fasilitas kesehatan hulu tersebut.
Rangkaian pemeriksaan maraton ini dipastikan telah bergulir sejak April hingga Mei 2026. Tim jaksa penyidik pada Seksi Pidana Khusus (Pidsus) memanggil para pimpinan fasilitas kesehatan dasar tersebut secara bergantian guna dimintai keterangan verifikasi, sekaligus diwajibkan membawa dokumen manifes keuangan yang berkaitan langsung dengan operasional puskesmas.
Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Ilir Arief Syafriyanto menegaskan bahwa proses hukum yang tengah berjalan ini merupakan bagian dari penyelidikan menyeluruh terkait pemanfaatan anggaran negara. Koridor pemeriksaan difokuskan untuk menguji kesesuaian antara serapan dana di lapangan dengan realisasi dokumen laporan pembukuan.
Audit menyeluruh pemanfaatan dana publik
Pihak kejaksaan menaruh perhatian serius pada sektor pengelolaan anggaran kesehatan karena bersentuhan langsung dengan hak-hak pelayanan masyarakat di tingkat tapak.
Potensi celah maladministrasi ataupun penyimpangan penggunaan anggaran sekecil apa pun diproyeksikan dapat mengganggu stabilitas kualitas layanan medis daerah.
“Benar, Pidsus Kejari Ogan Ilir sedang melakukan penyelidikan terkait penggunaan dana di Puskesmas, jadi semua kepala Puskesmas di Ogan Ilir diperiksa,” ujar Arief Syafriyanto saat memberikan konfirmasi di Ogan Ilir, Sabtu (6/6/2026).
Meskipun demikian, Kejaksaan Negeri Ogan Ilir belum merinci secara akumulatif mengenai jumlah total kepala puskesmas yang telah selesai menghadap penyidik.
Pihak kejaksaan menyatakan seluruh rekapitulasi data progres pemeriksaan tersimpan secara struktural di kantor, namun menegaskan bahwa fase intensif pengumpulan keterangan saksi dan alat bukti tertulis memang telah dikebut sepanjang dua bulan terakhir.
Perluasan pemeriksaan ke jajaran administrasi
Dinamika pemeriksaan di ruang penyidik ternyata tidak hanya menyasar pucuk pimpinan tertinggi di masing-masing puskesmas. Berdasarkan informasi dari internal sirkulasi dinas kesehatan setempat, jaksa penyidik mulai memperluas jangkauan pemanggilan ke jajaran birokrasi di tingkat bawahnya yang bersentuhan langsung dengan teknis administrasi keuangan.
Seorang pejabat puskesmas berinisial M membenarkan adanya pergerakan masif penertiban tata kelola anggaran ini. Dirinya mengungkapkan bahwa sejumlah kepala seksi serta bendahara pengeluaran turut diwajibkan hadir menghadap penyidik dengan membawa tumpukan bundel dokumen pertanggungjawaban.
Menurut M, fokus utama penyidik saat ini terletak pada audit kelengkapan berkas fisik, validitas nota belanja, hingga pertanggungjawaban administrasi arus kas yang mengalir di setiap institusi. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara rinci materi pokok perkara yang sedang didalami oleh tim jaksa.
Hingga saat ini, sebagian aparatur sipil negara di lingkungan puskesmas mengaku masih menunggu konfirmasi jadwal pemanggilan lanjutan dari kejaksaan untuk melengkapi materi keterangan yang dibutuhkan.
Sikap kooperatif dan kesiapan memenuhi panggilan dinilai menjadi langkah krusial bagi para pejabat daerah guna menjaga transparansi serta memulihkan iklim kelola keuangan pelayanan kesehatan Ogan Ilir yang bersih dan berkepastian hukum. (M. Amdal)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang





