Scroll untuk baca artikel
Banner Sumsel Maju untuk Semua

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Muba Maju Lebih Cepat

Kelola Dana Swadaya Rp 4,9 Miliar, Sekda Syafaruddin Nakhodai Korpri Muba

×

Kelola Dana Swadaya Rp 4,9 Miliar, Sekda Syafaruddin Nakhodai Korpri Muba

Sebarkan artikel ini
Kelola Dana Swadaya Rp 4,9 Miliar, Sekda Syafaruddin Nakhodai Korpri Muba
Dipilih dalam musyawarah pimpinan, Sekda Syafaruddin resmi menakhodai Korpri Muba yang kini mengelola dana swadaya anggota sebesar Rp 4,9 miliar. Dok. Diskominfo Muba

Konsolidasi internal wadah berhimpun aparatur sipil negara di Kabupaten Musi Banyuasin memasuki babak baru. Selain menuntut netralitas dan persatuan profesi, kepengurusan transisi kini dihadapkan pada tantangan transparansi pengelolaan dana operasional mandiri berskala besar.

SEKAYU, NUSALY – Soliditas korps pegawai negeri sipil di tingkat daerah kerap diuji oleh dinamika pergantian struktur pimpinan birokrasi hulu. Guna mengisi kekosongan nakhoda organisasi dan mempercepat akselerasi program kerja, Korps Pegawai Republik Indonesia atau Korpri Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Musyawarah Pimpinan Pengganti Antar Waktu (PAW) Masa Bakti 2024–2029 di Auditorium Pemkab Muba, Sekayu, Rabu (20/5/2026).

Dalam forum pengambilan keputusan tertinggi korps tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Syafaruddin terpilih secara aklamasi untuk memimpin jalannya organisasi kedinasan ini hingga tiga tahun ke depan. Syafaruddin menggantikan posisi ketua sebelumnya, Musni Wijaya, dan diberikan hak prerogatif penuh untuk menyusun silsilah komposisi kepengurusan baru di tingkat dinas dan badan.

Musyawarah ini berlangsung di tengah sorotan publik mengenai pentingnya penguatan fungsi Korpri sebagai benteng profesionalisme ASN, bukan sekadar instrumen pelengkap birokrasi. Sebagai organisasi yang menghimpun ribuan aparatur di Bumi Serasan Sekate, Korpri dituntut mampu menyeimbangkan peran antara pemenuhan target pembangunan daerah dengan perlindungan kesejahteraan anggotanya di tingkat tapak.

Akuntabilitas dana mandiri

Daya tawar dan kemandirian sebuah organisasi profesi pelat merah sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam mengelola sumber daya finansial secara mandiri. Berdasarkan laporan pertanggungjawaban yang dipaparkan oleh Ketua Pelaksana Musyawarah, Tamrin, neraca keuangan Korpri Muba saat ini mencatatkan akumulasi saldo riil yang sangat signifikan, yakni mencapai Rp 4,9 miliar.

Kelimpahan instrumen fiskal internal yang sepenuhnya bersumber dari akumulasi iuran wajib bulanan para anggota ini menjadi modal besar sekaligus beban tanggung jawab yang berat bagi pengurus baru. Kepemimpinan Syafaruddin dituntut untuk merumuskan skema audit eksternal yang transparan agar pemanfaatan miliaran dana swadaya tersebut benar-benar didistribusikan untuk program jaminan sosial, bantuan hukum aparatur, dan peningkatan kompetensi pegawai, bukan habis untuk belanja rutin seremonial.

Transformasi pengelolaan dana ini krusial dilakukan guna meningkatkan kepercayaan para anggota lapis bawah. Jika iuran wajib yang ditarik dari gaji bulanan para staf dan pegawai golongan rendah tidak dikonversi menjadi jaminan perlindungan profesi yang nyata, Korpri berisiko kehilangan legitimasi moralnya sebagai wadah perjuangan ASN.

“Ketua terpilih diberikan hak penuh untuk menyusun dan membentuk kepengurusan baru. Sumber keuangan Korpri Kabupaten Muba sepenuhnya berasal dari iuran anggota dengan total saldo mencapai Rp 4,9 miliar,” jelas Tamrin saat memaparkan silsilah dokumen teknis pelaksanaan kegiatan.

Instruksi penertiban internal

Arus transisi kepengurusan di tubuh korps pegawai ini mendapatkan atensi khusus dari pemegang otoritas wilayah. Bupati Musi Banyuasin, HM Toha Tohet SH, yang membuka langsung jalannya musyawarah, menegaskan bahwa kondusivitas iklim kerja di jajaran pemkab sangat bergantung pada kemampuan pimpinan Korpri dalam meredam friksi ataupun faksionalisme politik di internal aparatur.

Kepala daerah menginstruksikan seluruh jajaran dinas untuk menghormati hasil ketetapan musyawarah dan segera menghentikan segala bentuk polemik administratif pasca-pemilihan. Korpri Muba dipacu untuk bergerak linear mendukung akselerasi visi strategis pembangunan “Muba Maju Lebih Cepat”, terutama dalam mengawal netralitas birokrasi menjelang agenda-agenda politik daerah ke depan.

Sinergi yang kokoh antara Sekda selaku panglima tertinggi ASN dan Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) menjadi kunci vital untuk memastikan rantai komando pemerintahan berjalan lincah tanpa hambatan ego sektoral.

“Saya yakin peserta musyawarah memilih pemimpin yang mampu mengedepankan kebersamaan, memperhatikan kesejahteraan anggota, dan siap mendukung program pemerintah daerah. Kalau sudah dipilih, mari kita dukung bersama dan jangan lagi berpolemik. Yang utama adalah kekompakan dan kerja nyata,” tegas Toha Tohet.

Keberlanjutan fungsi organisasi

Rampungnya agenda musyawarah di Auditorium Pemkab ini memindahkan beban pembuktian pada implementasi program di meja kerja kepengurusan baru. Syafaruddin menegaskan bahwa dirinya memandang jabatan baru ini sebagai amanah struktural yang menuntut adanya restrukturisasi layanan internal agar korps ini menjadi lebih responsif terhadap keluhan anggotanya.

Langkah taktis jangka pendek yang harus diselesaikan pengurus baru adalah melakukan pemutakhiran data anggota terpadu dan menyusun skala prioritas pemanfaatan dana taktis Rp 4,9 miliar tersebut. Evaluasi berkala di tingkat pengurus harian menjadi instrumen vital guna memastikan setiap rupiah dana iuran kembali dalam bentuk kemanfaatan yang substantif.

Tata kelola Korpri yang bersih, akuntabel, dan bebas dari kepentingan politik praktis menjadi syarat mutlak agar organisasi ini mampu melahirkan jajaran birokrat yang berintegritas tinggi. Konsistensi dalam mengeksekusi amanah musyawarah di Sekayu menjadi pembuktian sahih bagi Muba untuk mewujudkan reformasi birokrasi hulu yang tangguh dan bermartabat. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang