Scroll untuk baca artikel
Kamtibmas

Menambal Kerawanan di Jalur Nadi Sumatera

×

Menambal Kerawanan di Jalur Nadi Sumatera

Sebarkan artikel ini

Jalan Lintas Sumatera di wilayah Kayuagung, Ogan Komering Ilir, kembali menjadi sorotan akibat kerusakan infrastruktur yang mengancam keselamatan pengguna jalan. Sinergi antara otoritas kepolisian dan pengelola jalan nasional menjadi kunci untuk menekan angka kecelakaan di jalur logistik utama ini.

Menambal Kerawanan di Jalur Nadi Sumatera
Tim Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Selatan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumsel turun ke lapangan untuk melakukan survei dan pengecekan teknis pada Kamis (22/1/2026). (Dok. Istimewa)

KAYUAGUNG, NUSALY — Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) bukan sekadar aspal yang menghubungkan antarprovinsi, melainkan urat nadi ekonomi yang memikul beban ribuan ton logistik setiap harinya. Namun, di balik peran strategisnya, Jalinsum di wilayah Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menyimpan risiko laten bagi para penggunanya. Kondisi jalan yang berlubang dan proses perbaikan yang tak kunjung tuntas kerap menjadi pemicu utama kecelakaan lalu lintas.

Merespons kondisi tersebut, Tim Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Selatan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumsel turun ke lapangan untuk melakukan survei dan pengecekan teknis pada Kamis (22/1/2026). Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko guna mengidentifikasi titik-titik kritis yang berpotensi menyebabkan fatalitas kecelakaan di ruas jalan nasional tersebut.

Membedah Titik Rawan

Survei yang dipimpin oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sumsel AKBP Henryanto P Hutasoit ini menyisir sepanjang wilayah Kecamatan Kayuagung. Dua titik utama yang menjadi fokus perhatian adalah Desa Celikah dan Desa Muara Baru. Di Desa Celikah, tim meninjau ruas jalan yang tengah dalam proses perbaikan namun kerap menimbulkan kemacetan dan risiko gesekan antarkendaraan. Sementara di Desa Muara Baru, kondisi lubang yang dalam menjadi ancaman serius, terutama bagi kendaraan bermuatan berat dan pengendara roda dua saat malam hari.

Secara teknis, kerusakan jalan nasional di wilayah OKI sering kali disebabkan oleh kombinasi beban kendaraan yang melebihi kapasitas (overdimension overload) serta drainase yang kurang optimal. Hal ini diperparah dengan fluktuasi cuaca yang mempercepat degradasi aspal. Kehadiran BPJN dalam survei ini diharapkan dapat memberikan solusi teknis yang lebih permanen, bukan sekadar penambalan sementara yang rentan rusak kembali.

Baca juga  Kecelakaan Maut di Tol Kayuagung Kembali Terjadi, Satu Penumpang Bus Tewas dan Empat Luka-Luka

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto melalui Kasat Lantas Polres OKI AKP Oke Panji Wijaya menekankan bahwa kegiatan ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan standar keselamatan berlalu lintas. “Jalur nasional Jalan Lintas Sumatera memiliki volume kendaraan yang sangat tinggi. Setiap kerusakan, sekecil apa pun, memiliki dampak domino terhadap kelancaran dan keselamatan,” ujar Oke Panji Wijaya di sela-sela pengecekan.

Tanggung Jawab Negara dan Keselamatan Publik

Dalam perspektif hukum transportasi, pemeliharaan jalan adalah kewajiban mutlak pemerintah. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penyelenggara jalan wajib segera memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Jika perbaikan belum dapat dilakukan, penyelenggara wajib memberi tanda atau rambu pada jalan tersebut guna mencegah terjadinya kecelakaan.

Koordinasi antara Ditlantas Polda Sumsel dan BPJN merupakan bentuk integrasi fungsi pengawasan dan eksekusi. Polisi memberikan data berdasarkan pemetaan kecelakaan (blackspot), sementara BPJN menyediakan intervensi teknis infrastruktur. Sinergi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap survei, tetapi berlanjut pada aksi nyata perbaikan di lapangan.

Kasat Lantas Polres OKI menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan perbaikan tersebut. Koordinasi lintas instansi menjadi krusial agar tidak ada warga yang menjadi korban akibat kelalaian pemeliharaan jalan. “Kami akan terus berkoordinasi dan melakukan pemantauan guna meminimalisir terjadinya kecelakaan akibat faktor kondisi jalan yang buruk,” tegasnya.

Imbauan bagi Pengguna Jalan

Di tengah proses perbaikan yang sedang berjalan, tantangan utama adalah kedisiplinan pengguna jalan. Keberadaan alat berat dan material bangunan di bahu jalan di Desa Celikah sering kali memaksa kendaraan untuk bergantian melintas, yang jika tidak disikapi dengan sabar, dapat memicu konflik di jalanan.

Baca juga  Kecelakaan Maut di Banyuasin Renggut Nyawa Putra Anggota DPRD

Otoritas kepolisian mengimbau para pengemudi, khususnya sopir angkutan logistik antarpulau, untuk senantiasa menyesuaikan kecepatan kendaraan saat melintas di area perbaikan. Pengendara diingatkan untuk mematuhi rambu-rambu darurat yang dipasang di sekitar titik jalan berlubang. Keamanan dan kelancaran lalu lintas di Jalinsum hanya bisa tercipta jika infrastruktur yang mumpuni dibarengi dengan perilaku berkendara yang bertanggung jawab.

Keberhasilan survei ini nantinya akan diukur dari seberapa cepat BPJN mengeksekusi hasil temuan di lapangan. Bagi masyarakat Kayuagung dan para pelintas Sumatera, jalan yang mulus bukan sekadar kenyamanan, melainkan jaminan keselamatan atas nyawa yang mereka pertaruhkan setiap hari di aspal Jalinsum.

(dhi)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.