Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho memperkuat sinergi dengan jajaran Kemenimipas untuk menekan peredaran narkotika dari dalam penjara. Dengan populasi 15.000 warga binaan yang separuhnya terjerat kasus narkoba, kolaborasi intelijen menjadi kunci stabilitas keamanan wilayah.
PALEMBANG, NUSALY – Kerawanan keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan dan ancaman peredaran narkotika yang dikendalikan dari balik jeruji menjadi fokus utama Polda Sumatera Selatan. Sinergi lintas sektoral kini diperketat guna mencegah eskalasi gangguan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kian kompleks.
Hal tersebut mengemuka dalam lawatan kerja jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Sumatera Selatan ke Mapolda Sumsel, Kamis (26/2/2026). Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho menegaskan bahwa dinamika keamanan modern, mulai dari jaringan narkotika hingga kejahatan siber, menuntut pola respons yang terpadu dan tidak bisa lagi dikerjakan sendiri-sendiri.
“Kolaborasi yang solid diharapkan mampu mendukung stabilitas keamanan secara menyeluruh,” ujar Sandi di hadapan jajaran pimpinan pemasyarakatan Sumsel. Pertemuan ini menjadi krusial mengingat Sumatera Selatan memiliki beban pengawasan yang tidak ringan di sektor pemasyarakatan.
Ancaman Narkotika
Data Kanwil Ditjenpas Sumatera Selatan menunjukkan angka yang mencolok: jumlah warga binaan di wilayah ini mencapai sekitar 15.000 orang. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya merupakan pelaku tindak pidana narkotika.
Fakta ini menempatkan lapas sebagai area dengan risiko tinggi. Jaringan peredaran yang melibatkan warga binaan masih menjadi ancaman nyata yang dapat mengganggu stabilitas wilayah jika tidak diantisipasi dengan pertukaran informasi intelijen yang cepat antara polisi dan petugas sipir.
Selain narkoba, pertemuan tersebut juga mengevaluasi penanganan insiden kerusuhan yang sempat terjadi di Lapas Musi Rawas. Langkah cepat Polda Sumsel dan Polres setempat dalam pengamanan kala itu menjadi potret koordinasi lapangan yang harus dipertahankan.
Eskalasi Lanjutan
Sebagai langkah preventif guna meminimalisir eskalasi lanjutan, sejumlah narapidana yang terlibat dalam kerusuhan di Musi Rawas telah dipindahkan ke Nusakambangan. Langkah tegas ini diambil untuk memutus rantai provokasi dan menjaga kondusivitas di dalam lapas lainnya di Sumatera Selatan.
Kapolda Sumsel juga mengingatkan pentingnya profesionalisme aparat dalam menghadapi polarisasi sosial yang kini banyak bergerak melalui media digital. Ia menyatakan kesiapan institusinya untuk mendukung Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam pemberantasan narkoba hingga ke akar-akarnya di Bumi Sriwijaya.
Kakanwil Ditjenpas Sumsel Erwedi Supriyatno hadir bersama para kepala unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan, mulai dari Lapas Kelas I Palembang hingga Bapas Palembang. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Delegasi Mapolda Sumsel ini menyepakati penguatan teknis dalam penanganan perkara yang melibatkan warga binaan agar proses hukum berjalan lebih transparan dan akuntabel. (emen)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





