Scroll untuk baca artikel
Peristiwa Terkini

Menanti Solusi Permanen Kebuntuan Akses Medis di RSMH Palembang

×

Menanti Solusi Permanen Kebuntuan Akses Medis di RSMH Palembang

Sebarkan artikel ini

Manajemen RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang menjadwalkan pembangunan gedung parkir bertingkat pada 2027 untuk mengatasi kemacetan kronis. Penambahan kapasitas ini menjadi krusial mengingat lonjakan volume kendaraan pengunjung kini telah melampaui daya tampung 1.800 lot yang tersedia.

Menanti Solusi Permanen Kebuntuan Akses Medis di RSMH Palembang
Manajemen RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang menjadwalkan pembangunan gedung parkir bertingkat pada 2027 untuk mengatasi kemacetan kronis. (Dok. Istimewa)

PALEMBANG, NUSALY — Sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Sumatera Bagian Selatan, RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang kini menghadapi tantangan besar terkait aksesibilitas dan sirkulasi kendaraan. Guna mengakhiri persoalan kemacetan yang kerap mengular hingga ke jalan protokol, manajemen rumah sakit merencanakan pembangunan gedung parkir bertingkat yang ditargetkan mulai terealisasi pada tahun 2027 mendatang.

Langkah ini diambil setelah evaluasi mendalam terhadap volume kendaraan yang terus meningkat, berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah pasien rujukan dari berbagai daerah. Humas RSMH Palembang, Suhaimi, menegaskan bahwa fasilitas parkir vertikal ini merupakan solusi jangka panjang yang tidak bisa lagi ditunda.

”Pembangunan gedung parkir bertingkat ini menjadi solusi permanen agar tidak ada lagi penumpukan kendaraan di badan jalan,” ujar Suhaimi, Selasa (3/2/2026).

Beban Kapasitas dan Anomali Jam Sibuk

Data internal RSMH menunjukkan bahwa kapasitas lahan parkir yang ada saat ini sebenarnya tidaklah kecil. Rumah sakit telah menyediakan 1.252 lot parkir untuk pengunjung dan 600 lot khusus bagi karyawan. Namun, total 1.852 lot tersebut tetap gagal menampung arus kendaraan pada waktu-waktu tertentu.

Anomali penumpukan ini biasanya mencapai puncaknya pada pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Pada rentang waktu tersebut, aktivitas kunjungan pasien rawat jalan, pergantian jam jaga medis, hingga kunjungan keluarga pasien terjadi secara bersamaan. “Kapasitas yang ada tetap menjadi tantangan, terutama pada jam-jam puncak tersebut saat aktivitas kunjungan pasien mencapai puncaknya,” ungkap Suhaimi.

Persoalan ini kian kompleks karena posisi geografis RSMH yang berada di kawasan Sudirman, yang juga dikelilingi oleh sejumlah instansi pendidikan dan perkantoran. Efek domino dari aktivitas masuk dan pulang kerja di lingkungan sekitar rumah sakit secara otomatis menambah beban volume kendaraan di gerbang masuk RSMH, yang sering kali berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman.

Baca juga  Benang Kusut Parkir Liar Jalan Kolonel H. Burlian: Antara Ketegasan Aparat dan Gagalnya Tata Kelola Sekolah

Strategi Transisi dan Mitigasi Jangka Pendek

Menyadari bahwa pembangunan gedung bertingkat baru akan dimulai pada 2027, manajemen rumah sakit telah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi. Salah satunya adalah optimalisasi zona drop-off gratis. Fasilitas ini dirancang agar kendaraan yang hanya mengantar pasien dapat segera keluar dari kawasan tanpa harus mengantre di pos pembayaran parkir, sehingga mempercepat sirkulasi di area pintu masuk.

“Kami siapkan area khusus untuk menurunkan pasien tanpa dipungut biaya parkir, tujuannya agar arus kendaraan di pintu masuk tetap lancar dan tidak mengular ke jalan raya,” tutur Suhaimi.

Selain perbaikan sirkulasi internal, pihak rumah sakit juga mulai mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam berkunjung. Penggunaan transportasi umum dan layanan transportasi daring menjadi imbauan yang terus digelorakan untuk mengurangi populasi kendaraan pribadi di dalam area rumah sakit.

Investasi untuk Efisiensi Layanan Kesehatan

Dalam konteks pelayanan kesehatan modern, ketersediaan lahan parkir bukan sekadar urusan kenyamanan, melainkan bagian dari efisiensi layanan darurat. Keterlambatan kendaraan medis atau pasien yang terjebak kemacetan di area masuk rumah sakit dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, rencana pembangunan gedung parkir pada 2027 mendatang diharapkan tidak hanya sekadar menambah ruang, tetapi juga mengintegrasikan sistem manajemen parkir digital yang lebih cerdas.

Kesuksesan rencana ini akan sangat bergantung pada sinkronisasi anggaran dan ketepatan linimasa pembangunan. Bagi warga Palembang dan pasien rujukan dari penjuru Sumbagsel, realisasi gedung parkir ini adalah jawaban atas penantian panjang terhadap kawasan pelayanan kesehatan yang tertib, lancar, dan manusiawi. Manajemen RSMH pun berharap dukungan penuh dari masyarakat untuk memfungsikan kawasan vital ini secara optimal tanpa mengganggu urat nadi lalu lintas kota.

Baca juga  Pj Bupati OKI Turun Tangan Tanggapi Keluhan Viral Pasien RSUD Kayuagung

(emen)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.