Scroll untuk baca artikel
Peristiwa Terkini

Rapuhnya Urat Nadi Perairan di Muara Telang

×

Rapuhnya Urat Nadi Perairan di Muara Telang

Sebarkan artikel ini

Ambruknya dermaga di Desa Muara Telang mengungkap kerentanan infrastruktur perairan Banyuasin terhadap dinamika alam Sungai Musi. Penutupan akses ini memaksa warga beralih ke dermaga alternatif sembari menanti kepastian pendanaan perbaikan dari pemerintah provinsi.

Rapuhnya Urat Nadi Perairan di Muara Telang
Dermaga yang berlokasi di Dusun III, Desa Muara Telang, dilaporkan ambruk dan amblas ke dasar sungai setelah dihantam hempasan ombak saat pasang tinggi Sungai Musi melanda kawasan tersebut pada Senin (2/2/2026) pagi. (Dok. Dishub Banyuasin)

BANYUASIN, NUSALY — Aksesibilitas masyarakat perairan di Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kini berada dalam kondisi terbatas. Dermaga yang berlokasi di Dusun III, Desa Muara Telang, dilaporkan ambruk dan amblas ke dasar sungai setelah dihantam hempasan ombak saat pasang tinggi Sungai Musi melanda kawasan tersebut pada Senin (2/2/2026) pagi.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB ini mengakibatkan struktur utama dermaga tidak lagi mampu menahan beban dan gerusan tanah di bawahnya. Sebagai langkah pengamanan, otoritas setempat langsung melakukan penutupan total akses naik-turun penumpang guna menghindari jatuhnya korban jiwa akibat potensi ambruk susulan pada sisa konstruksi yang masih berdiri.

Kepala Dinas Perhubungan Banyuasin, Zakirin, mengonfirmasi bahwa amblasnya tanah di area fondasi menjadi pemicu utama kegagalan struktur tersebut. “Informasi dari warga, kemungkinan ambruk karena tanah amblas dan hempasan ombak karena air sungai sedang pasang. Untuk saat ini dermaga itu tidak bisa digunakan lagi, jadi kita tutup karena masih bisa ambruk lagi tiang-tiang lainnya,” ujar Zakirin saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).

Tantangan Mitigasi di Wilayah Pasang Surut

Secara geografis, wilayah Sumber Marga Telang merupakan daerah yang sangat bergantung pada pasang surut Sungai Musi. Kerentanan infrastruktur di wilayah ini sering kali dipicu oleh abrasi sungai yang intens dan beban dinamika air yang fluktuatif. Dermaga yang ambruk ini sebelumnya dibangun menggunakan alokasi dana APBD Kabupaten Banyuasin, namun kekuatan konstruksinya ternyata tak kuasa melawan tekanan alam yang ekstrem.

Kerusakan ini berdampak langsung pada mobilitas harian warga yang mengandalkan moda transportasi sungai sebagai satu-satunya akses keluar-masuk desa. Zakirin menjelaskan, dermaga tersebut merupakan titik krusial bagi aktivitas perjalanan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, penanganan cepat menjadi mendesak agar roda ekonomi warga tidak terhenti.

Baca juga  Jalan Tegal Binangun Banyuasin Rusak Lagi, Pj Bupati Janjikan Perbaikan Permanen Segera

Sebagai solusi jangka pendek, Dinas Perhubungan telah mengalihkan arus penumpang dan tempat tambat perahu ke lokasi lain. ”Sekitar 100 meter dari dermaga itu, ada dermaga yang lebih besar. Sementara ini, pakai itu dulu,” jelas Zakirin.

Ketergantungan pada Bantuan Keuangan Khusus

Kerusakan infrastruktur ini juga menyingkap tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah dalam pemeliharaan fasilitas perairan. Mengingat besarnya biaya perbaikan permanen, Pemerintah Kabupaten Banyuasin tidak dapat mengandalkan APBD murni dan kini melirik skema bantuan dari tingkat pemerintahan yang lebih tinggi.

Dinas Perhubungan Banyuasin telah melaporkan kejadian ini secara resmi kepada bupati untuk ditindaklanjuti dengan pengusulan anggaran kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Langkah yang diambil adalah melalui skema Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK).

“Dermaga ini sebelumnya dibangun dengan APBD, untuk perbaikannya akan kita usulkan melalui BKBK dari Pemprov Sumsel,” tambah Zakirin. Skema BKBK sering kali menjadi harapan bagi daerah tingkat II untuk menangani proyek infrastruktur strategis yang melampaui kapasitas anggaran daerah, terutama untuk fasilitas yang memiliki dampak sosial-ekonomi luas.

Urgensi Audit Infrastruktur Perairan

Insiden di Muara Telang ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan audit menyeluruh terhadap titik-titik dermaga lain di sepanjang aliran Sungai Musi. Pasang tinggi yang terjadi di awal Februari 2026 ini diprediksi masih akan berulang, sehingga kesiapan struktur dermaga dalam menghadapi beban ombak dan abrasi menjadi kunci keselamatan publik.

Kini, masyarakat Desa Muara Telang hanya bisa menanti respons cepat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Kejelasan jadwal perbaikan melalui dana BKBK menjadi dinanti, mengingat dermaga bukan sekadar tumpukan semen dan tiang pancang, melainkan pintu gerbang bagi kelangsungan hidup warga di wilayah perairan Banyuasin.

Baca juga  Dari Kandang ke Meja Makan, Sertifikasi Mutu Dongkrak Kualitas Telur Ayam Banyuasin

(dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.