Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Pemprov Sumsel

Ekonomi & Bisnis

Koperasi Produsen HKTI Terapkan Integrasi Rantai Pasok Petani dan Nelayan

×

Koperasi Produsen HKTI Terapkan Integrasi Rantai Pasok Petani dan Nelayan

Sebarkan artikel ini
Koperasi Produsen HKTI Terapkan Integrasi Rantai Pasok Petani dan Nelayan
Foto: Florencio Mario Vieira, MPM. Sekum Koperasi HKTI, Diana Widi Astuti Ketua Umum Koperasi HKTI, Dr. Sudaryono, B. Eng., M.M., MBA Ketua Dewan pembina Koperasi HKTI, Drs. Juniusco Cuaca, MBA. Bendahara Umum HKTI. Dok. Istimewa/nusaly.com

Model bisnis dari hulu hingga hilir diklaim dapat memangkas rantai distribusi sekaligus memberikan kepastian penyerapan hasil produksi anggota.

JAKARTA, NUSALYKoperasi Produsen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (KP-HKTI) mulai menerapkan model pengelolaan rantai pasok terintegrasi yang menghubungkan petani dan nelayan dengan pasar secara lebih langsung.

Melalui skema ini, koperasi tidak hanya menyediakan sarana produksi, tetapi juga menyerap hasil panen untuk diolah, dikemas, dan dipasarkan.

Ketua Umum KP-HKTI Diana Widi Astuti mengatakan koperasi tersebut menempatkan anggota sebagai pemilik sekaligus penggerak utama usaha sehingga penguatan kapasitas petani dan nelayan menjadi fokus sejak tahap produksi.

“Petani dan nelayan harus memperoleh benih unggul, pupuk, pakan, alat tangkap yang sesuai standar, serta pendampingan teknis sejak awal. Saat panen, hasilnya diserap koperasi dengan harga yang telah disepakati untuk kemudian diolah dan dipasarkan,” ujar Diana di Jakarta, Senin (23/6/2026).

KP-HKTI juga membuka keanggotaan bagi kelompok tani, koperasi nelayan, gabungan kelompok tani (gapoktan), hingga BUMDesa yang bergerak di sektor pertanian dan perikanan.

Bangun kolaborasi lintas sektor

Sekretaris Umum KP-HKTI Florencio Mario Vieira mengatakan model tersebut tidak dapat dijalankan hanya oleh koperasi. Menurut dia, kolaborasi dengan pemerintah, swasta, akademisi, perbankan, dan pelaku teknologi diperlukan agar sistem distribusi pangan dapat berjalan lebih efisien.

Ia menyebut Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Pertanian diharapkan dapat menjadikan skema tersebut sebagai salah satu contoh integrasi tata niaga dari hulu hingga hilir.

Sektor swasta juga diharapkan tidak hanya menjadi pembeli hasil produksi, tetapi juga mitra dalam transfer pengetahuan bisnis dan teknologi.

Bendahara Umum KP-HKTI Juniusco Cuaca menambahkan, integrasi tersebut diharapkan mampu memangkas mata rantai distribusi sehingga nilai tambah produk dapat kembali kepada anggota koperasi melalui harga jual yang lebih baik maupun sisa hasil usaha.

Peningkatan kapasitas pengolahan dan pengemasan dinilai dapat memperluas akses produk anggota ke pasar modern maupun pasar ekspor.

Dengan begitu, koperasi diharapkan tidak hanya menjadi penyalur hasil produksi, tetapi juga memperkuat nilai tambah komoditas pertanian dan perikanan. (ril/radit)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang