Scroll untuk baca artikel
Banner Sumsel Maju untuk Semua

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Kilas Daerah

Koridor Baru Ketahanan Pangan Polda Sumsel Melalui Komoditas Jagung di Buay Rawan

×

Koridor Baru Ketahanan Pangan Polda Sumsel Melalui Komoditas Jagung di Buay Rawan

Sebarkan artikel ini
Koridor Baru Ketahanan Pangan Polda Sumsel Melalui Komoditas Jagung di Buay Rawan
Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho memimpin langsung jalannya pemotongan tongkol jagung di Desa Bumi Agung Jaya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS). Dok. Humas Polda Sumsel

Jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menggalakkan panen raya jagung serentak di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Langkah konkret ini memperkuat rantai pasok logistik sekaligus mengamankan target swasembada pangan nasional.

OKU SELATAN, NUSALY – Hamparan lahan pertanian di Desa Bumi Agung Jaya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) mendadak ramai oleh kedatangan jajaran aparat kepolisian, Sabtu (16/5/2026).

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) memilih kawasan ini sebagai pusat pelaksanaan agenda Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho memimpin langsung jalannya pemotongan tongkol jagung di lokasi.

Pada saat yang sama, seluruh jajaran kepolisian di berbagai polres kabupaten/kota ikut memantau pergerakan ini melalui sambungan virtual, yang juga terhubung langsung dalam jaringan pemantauan terpusat bersama Presiden Republik Indonesia.

Kehadiran korps baju cokelat di tengah ladang ini mempertegas pergeseran peran Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri.

Aparat di daerah kini diinstruksikan untuk terlibat aktif dari hulu produksi hingga mengawal fase hilirisasi komoditas pertanian.

Jalur Distribusi Kedap Tengkulak

Selesai prosesi panen, Polda Sumsel bersama otoritas pemerintah daerah dan gabungan kelompok tani langsung menggerakkan armada distribusi logistik.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 30 ton jagung pipilan kering hasil panen hari itu langsung dimuat ke dalam kabin tiga unit truk untuk dikirim menuju gudang Bulog OKU Timur.

Pola pengiriman cepat ini sengaja diterapkan untuk memotong mata rantai tengkulak yang kerap mempermainkan harga komoditas saat musim panen raya tiba.

Dengan kepastian penyerapan langsung oleh gudang logistik negara, para petani di tingkat tapak mendapatkan jaminan harga yang jauh lebih adil dan rasional.

Irjen Pol Sandi Nugroho menjelaskan bahwa pengerahan personel ke sektor agraris merupakan bagian dari implementasi program prioritas pemerintah dalam menjaga kedaulatan pangan.

“Polda Sumsel berkomitmen mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2026. Kami akan terus hadir mendampingi petani agar target produksi pangan dapat tercapai,” kata Sandi Nugroho di sela-sela pelepasan truk logistik.

Intervensi Benih dan Perluasan Lahan

Masalah keberlanjutan masa tanam berikutnya juga ikut diantisipasi agar produktivitas tidak menurun. Pihak kepolisian menyalurkan paket bantuan benih jagung varietas ADV 105 S Bejo dengan total berat mencapai 32.535 kilogram.

Pemilihan varietas ini didasarkan pada ketahanannya terhadap fluktuasi cuaca ekstrem serta potensi hasil tonase yang tinggi per hektare.

Untuk menjaga dapur para buruh tani tetap ngebul selama masa tunggu tanam, diserahkan pula 250 paket bantuan sosial.

Dukungan prasarana ini menjadi krusial mengingat data verifikasi tahun 2026 mencatat luasan potensi lahan jagung di Sumatera Selatan kini sudah meluas hingga 31.891,74 hektare.

Peningkatan luasan areal tanam ini otomatis memperkokoh posisi Sumsel sebagai salah satu daerah dengan performa ketahanan pangan terbaik di tingkat nasional.

Catatan ini juga memperpanjang tren positif tahun lalu, di mana Polda Sumsel berhasil menempati peringkat pertama nasional dalam hal volume serapan jagung oleh Bulog.

Proteksi Finansial Petani

Menjaga produktivitas lahan seluas puluhan ribu hektare tentu membutuhkan kerja bareng yang solid antar-instansi.

Pertanian modern tidak bisa dilepaskan dari urusan permodalan, yang sering kali menjadi titik lemah para petani kecil di pedesaan saat bersiap membuka lahan baru.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyebutkan bahwa pengawalan terhadap kelompok tani juga menyentuh aspek proteksi finansial.

Kepolisian ikut membantu memfasilitasi akses para petani agar bisa mendapatkan skema pembiayaan yang aman melalui perbankan nasional.

“Kami terus memperkuat pendampingan kepada petani, termasuk dukungan alat dan mesin pertanian serta pengawalan program Kredit Usaha Rakyat agar produktivitas pertanian semakin meningkat,” ujar Nandang.

Lewat skema pendampingan yang terjadwal, pengawasan ketat jalur distribusi hasil bumi, hingga intervensi stabilitas harga pasar, Polda Sumsel berupaya mengubah wajah ketahanan pangan daerah menjadi lebih mandiri.

Target besarnya adalah memastikan program swasembada pangan nasional pada akhir 2026 bisa berjalan optimal, sekaligus memberi dampak ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat petani. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang