Bukan warga yang mengantre di markas komando, melainkan para personel Bhabinkamtibmas yang bergerak langsung menembus kantong-kantong permukiman padat demi mengantar hak konsumsi para dhuafa.
BATURAJA, NUSALY – Pola pembagian komoditas pangan menjelang maupun pasca-hari raya keagamaan di perkotaan sering kali menyisakan masalah klasik berupa antrean panjang yang melelahkan fisik warga kurang mampu.
Mengantisipasi kerumunan massa yang berisiko tersebut, Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (OKU) memilih pendekatan distribusi aktif dengan menerjunkan personel langsung ke lapangan pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).
Sebanyak lebih kurang 988 kantong daging kurban disiapkan dari hasil penyembelihan sepuluh ekor sapi di lingkungan markas kepolisian resort setempat.
Alih-alih mengundang warga datang memadati pusat komando, manajemen polres justru menggerakkan jejaring personel di tingkat tapak untuk menyisir wilayah marginal yang selama ini membutuhkan perhatian secara merata.
Kapolres OKU Ajun Komisaris Besar Endro Aribowo menyatakan bahwa momentum Lebaran Kurban tahun ini diarahkan sebagai instrumen kepedulian sosial yang menyasar langsung kelompok rentan.
Pihak kepolisian membagi klaster penerima menjadi dua kelompok utama, yakni internal korps yang mencakup personel polres, polsek jajaran, warakawuri, serta purnawirawan Polri, dan kelompok eksternal yang mencakup anak-anak yatim serta pondok pesantren.
Namun, perhatian paling krusial dalam operasi sosial kali ini ditujukan kepada kantong-kantong permukiman padat alias slum area yang tersebar di wilayah administrasi barat dan timur Baturaja. Pada titik inilah peran kepolisian tingkat tapak dioptimalkan.
“Khusus untuk dibagikan kepada masyarakat di slum area barat dan timur kita turunkan beberapa personel Bhabinkamtibmas Polres OKU. Nantinya personel secara langsung memberikannya kepada masyarakat karena mereka yang telah memahami karakter dan kondisi sosial di wilayah binaannya masing-masing,” ujar Endro Aribowo saat memimpin jalannya distribusi logistik keagamaan tersebut.
Pemanfaatan pemetaan sosiologis lapangan
Pelibatan aktif Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) menjadi poin penting untuk meminimalisasi potensi salah sasaran akibat data makro yang kerap tidak akurat di lapangan.
Para personel yang sehari-hari bertugas di lingkungan RT dan RW dinilai memegang pemahaman sosiologis paling valid mengenai siapa saja warga yang paling membutuhkan pasokan protein di hari raya.
Berbekal pemahaman teritorial tersebut, paket daging diantar langsung dari rumah ke rumah (door to door), menghapus sekat birokrasi dan menjaga martabat para penerima tanpa perlu mengantre di pelataran mako.
Melalui pendekatan distribusi langsung ini, institusi kepolisian di bumi sebimbing sekundang berharap esensi gotong royong dan semangat berbagi yang melandasi perayaan Iduladha tidak sekadar menjadi bahan khotbah di atas mimbar.
Nilai kemanusiaan tersebut diwujudkan dalam tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat bawah tanpa memandang strata sosial.
“Kegiatan penyaluran ini juga diharapkan dapat membawa kebahagiaan bagi masyarakat yang mungkin tidak memiliki kesempatan untuk menyembelih hewan kurban sendiri,” kata Kapolres OKU menjelaskan target capaian dari program sosial ini.
Hingga Rabu sore, pasokan 988 kantong daging dari sepuluh ekor sapi kurban tersebut dilaporkan telah terdistribusi secara penuh dan merata.
Langkah taktis personel Bhabinkamtibmas ke kawasan rawan sosial ini membuktikan bahwa manajemen logistik hari raya yang dikelola secara presisi mampu menghadirkan dampak kesejahteraan yang instan, sekaligus menjaga stabilitas keamanan wilayah hukum Polres OKU tetap kondusif. (radit)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang





